Sudah Vaksin Dua Kali Bupati Serang Positif, Golongan Darah A Rentan?
JAKARTA-KEMPALAN: Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah terkonfirmasi positif Covid-19 meski sudah mendapatkan dua kali suntikan vaksin buatan Sinovac. Pemberian vaksin pertama dilakukan di Pendopo Bupati Tangerang pada 14 Januari 2021, dan vaksin kedua di Pendopo Bupati bersama Forkopimda tanggal 29 Januari 2021.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Agus Sukmayadi mengatakan, Bupati Serang bisa terpapar Covid-19 karena vaksin yang disuntikkan belum membentuk antibodi sepenuhnya. “Walaupun beliau (Ratu Tatu) sudah memperoleh dua dosis untuk vaksinasi, memungkinkan seseorang bisa terpapar, tapi tidak menimbulkan sakit dan gejala,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Agus Sukmayadi, Jumat (5/3).
Golongan Darah A Rentan?
Sebuah studi terbaru membuktikan bahwa seseorang dengan golongan darah A memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular COVID-19. Studi tersebut memaparkan bagaimana RBD SARS-CoV-2 berinteraksi dengan sel darah merah dan pernapasan dalam golongan darah A, B, serta O. Menurut hasil penelitian yang diunggah ke jurnal Blood Advances pada 3 Maret itu, RBD SARS-CoV-2 ternyata memiliki preferensi kuat untuk mengikat golongan darah A yang ditemukan di sel pernapasan.
Namun, pada golongan darah lain yang ditemukan pada sel penapasan atau sel darah merah, RBD SARS-CoV-2 tidak memiliki preferensi seperti pada golongan darah A. Pada pasien dengan golongan darah A, preferensi RBD SARS-CoV-2 dapat mengenali dan menempel pada antigen di golongan darah A serta ditemukan di paru-paru pasien.
“Menarik bahwa RBD virus hanya benar-benar lebih menyukai jenis antigen golongan darah A yang ada pada sel pernapasan, yang mungkin merupakan cara virus memasuki sebagian besar pasien dan menginfeksi mereka,” ungkap penulis studi Dr. Sean Stowell, dari Brigham dan Rumah Sakit Wanita di Boston, dikutip dari MedicalXpress.
Hal inilah yang kemudian dapat membantu para peneliti mendapatkan wawasan mengenai hubungan potensial antara golongan darah A serta infeksi COVID-19.
“Golongan darah merupakan tantangan karena diturunkan dan bukan sesuatu yang bisa kami ubah. Tetapi jika kami dapat lebih memahami bagaimana virus berinteraksi dengan golongan darah pada manusia, kami mungkin dapat menemukan obat-obatan baru atau metode pencegahan,” lanjutnya.
Tetapi, peneliti juga melampirkan catatan yang menjelaskan bahwa temuan ini rupanya masih belum dapat sepenuhnya menggambarkan atau memprediksi bagaimana COVID-19 akan mempengaruhi pasien dari berbagai golongan darah. (et/km/ist)









