Congrats, Ketum Moeldoko
Wow, sekonyong-konyong Moeldoko sudah jadi Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat. Saya baca tadi, itu hasil KLB di Sibolangit. Moeldoko mengalahkan calon lainnya, Marzuki Alie.
Luar biasa. Ini pola baru cara mencaplok Parpol yang patut dicontoh. Canggih Moeldoko. Sisanya akan dibereskan oleh Menkumham sebagaimana mestinya.
Seperti yang sudah dihitung, Moeldoko pasti sukses mencaplok Demokrat. Kekuasaan ia punya, duit cukup dari donatur, kualifikasi militer Moeldoko punya, popularitas sedang tinggi-tingginya, watak cocok, berani walau sering tak akurat. Punya ribuan buzzerRp yang dibiayai anggaran negara. Komplet. Capres sudah di tangan.
Otomatis berubah peta pencapresan dengan hadirnya Moeldoko sebagai Ketum Demokrat. Sebab tujuan utama Moeldoko adalah untuk menjadi presiden. Bukan sekadar menjadi Ketum Parpol.
Tinggal garis tangannya Moeldoko yang akan menentukan kodrat dan iradatnya ke depan.
Yang menarik, modus pencaplokannya. Sama sekali baru. Langsung head to head. Itu bukan lagi akuisisi. Cara Moeldoko itu, sangat efisien. Pertama, Demokrat sudah lulus parlemen threshold. Artinya ia sudah di ambang batas parlemen. Itu berarti ia tak punya hambatan ikut pemilu. Padahal, kalau bikin parpol anyar, untuk lolos verifikasi faktual saja setengah mati. Sangat mahal.
Kedua, Moeldoko sangat cerdas, punya sense of crisis, saya kira kalau ia jadi presiden, niscaya punya keunggulan manajerial, terutama tak suka bohong seperti lainnya.
Ketiga, semua hambatan bikin parpol itu diterabas oleh Moeldoko dengan mudah. Sebentar lagi, semua petolan Demokrat disedotnya. Dan Demokrat kembali ke enerji awalnya. Apakah AHY mampu bertahan?
*Penulis adalah wartawan senior









