KEMPALAN: Menonton tidak sekadar aktivitas mencari kesenangan, meskipun utamanya memang untuk mencari kesenangan. Namun menonton bisa menjadi sarana belajar sejarah tanpa menguap sedikitpun.
Film-film sejarah besutan Ridley Scott tidak ada duanya hingga sekarang. Meskipun harus memberikan sentuhan fiksi dan membuat filmnya menjadi fiksi sejarah, namun sejumlah karakter dan latar belakang dalam film masih disesuaikan dengan masanya.
Berikut empat film menarik dari Ridley Scott yang wajib ditonton untuk mengetahui sejarah dunia dengan cara yang asik nan menegangkan:
4. Exodus: Gods and Kings

Berkisah tentang perjalanan Nabi Musa (Moses), film ini menceritakan kehidupan Moses sebagai pangeran Mesir yang tumbuh berdampingan dengan saudara angkatnya. Sebuah nubuat yang disampaikan oleh ahli nujum di Mesir memperlihatkan bahwa salah satu di antara keduanya akan menjadi pemimpin.
Meskipun tidak mempercayai nubuat tersebut, lambat laun permasalahan di Mesir lah yang membuat kedua saudara ini saling mencurigai, hingga Ramses mengetahui bahwa Moses adalah anak pungut yang dibesarkan di istana dan juga merupakan keturunan Bani Israil, bangsa budak di Mesir.
Dalam menggerakkan alur ceritanya, Scott memperlihatkan bagaimana Musa adalah orang yang berpegang pada akalnya, keras kepala, pemarah. Penggambaran yang dibuat oleh Scott memberi penjelasan yang tidak sepenuhnya ilahiah, meskipun memang ada campur tangan Tuhan dalam memberi azab kepada bangsa Mesir, namun semuanya adalah permasalahan yang berkaitan satu sama lain dalam film ini.
Pada akhir film, ketika Laut Merah bersatu dan menyapu bersih pasukan Mesir, Ramses digambarkan berhasil selamat dari kematian.
3. Kingdom of Heaven

Sejarah selalu diwarnai dengan peperangan, terutama di wilayah Timur Tengah yang telah menghadapi peperangan sejak masa yang susah diingat. Namun, kisah dalam film ini pastinya berasal dari zaman yang kita kenal, Perang Salib Ketiga.
Kisah dipusatkan pada Balian d’Ibalin, bangsawan Franka yang mempertahankan kota Yerusalem dibawah gempuran pasukan Islam yang dipimpin Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi. Balian sendiri awalnya hanyalah seorang pandai besi yang melarikan diri dari sebuah desa karena telah membunuh pendeta di sana.
Usut punya usut pada akhirnya ia menemukan jati dirinya bahwa ia adalah anak seorang bangsawan, dan ia hidup di Yerusalem bersama bangsanya di Tanah Suci. Namun ketamakan bangsanya akan kekuasaan dan kebiasaan mereka yang haus darah seperti yang terdapat dalam diri Reynauld de Chatillon, berujung kepada peperangan antara Yerusalem dan Shalahuddin di Hattin, perang yang dimenangkan Shalahuddin secara telah pada tahun 1187.
Meskipun Shalahuddin diperlihatkan sebagai musuh dari Yerusalem dan Balian di sini, namun ia adalah musuh yang adil dan penuh penghormatan. Usai berhasil menaklukkan Yerusalem, ada adegan dimana Shalahuddin menunjukkan toleransinya dengan menempatkan salib yang jatuh kembali pada posisinya semula.
Tak lama kemudian, pada akhir cerita, datanglah pasukan salib generasi ketiga, Richard si Hati Singa bersama pasukannya, yang nanti akan melakukan pembantaian di Akkra.
2. Robin Hood

Perjalanan Raja Richard si Hati Singa dari Yerusalem kembali ke Inggris menghadapi tantangan besar, mereka harus menembus perbentengan di Prancis guna sampai kembali ke negara asalnya. Itu adalah pembukaan dari film Robin Hood tahun 2010.
Di sini, kita dikenalkan dengan Robin Longstride, seorang jelata yang ikut berperang sebagai pemanah ke Yerusalem untuk menunaikan perang salib bersama Rajanya, Richard I. Namun, nasibnya mulai berubah ketika sang raja itu tewas terbunuh di medan tempur dan pasukannya yang ditugaskan untuk membawa mahkota raja juga mati dalam penyergapan.
Pada saat itulah, demi kembali ke Inggris dengan membawa kekayaan, Robin menggunakan Robin Loxley dan berjanji kepada Loxley yang asli, yang terbunuh untuk mengembalikan pedang ayahnya. Hal ini membawanya pada perjalanan pencarian jati diri dan Penandatanganan Magna Carta yang dikhianati oleh penerus, Richard, Raja John.
Nuansa perseteruan antara Inggris dan Prancis cukup ditonjolkan dalam film ini dan jalan menunjuk monarki Inggris yang berdasarkan peraturan perundangan. Bisa dibilang dalam film ini, Scott justru memasukkan legenda Robin Hood ke dalam sejarah.
1. Gladiator

Film lawas tahun 2000 ini berkisah tentang Maximus Decimus Meridius, komandan Legiun Felix yang terseret masuk ke dalam permasalahan internal Kekaisaran Romawi Kuno ketika menolak untuk menjadi bawahan Commodus, anak dari Marcus Aurelius.
Penolakan itu berujung pada upaya eksekusinya yang gagal dan pembantaian terhadap keluarganya, kejadian yang membuatnya menjadi seorang gladiator hingga masuk ke dalam Colosseum di Roma.
Tidak hanya menjadi petarung di arena, ia memiliki motif tersembunyi untuk membalaskan dendam kepada Commodus juga memenuhi permintaan Aurelius yang terakhir sebelum wafat, mengembalikan Romawi menjadi Republik.
Di sini, silent rebellion yang dilakukan Maximus demi membuat Commodus frustasi dan kehilangan pamornya di depan masyarakat bermuara pada upaya pembunuhannya dan pada akhirnya, keduanya berduel di Colosseum, pastinya dengan permainan licik yang dilakukan kaisar Romawi itu.
Kemenangan Maximus mengembalikan Romawi Kuno ke dalam posisinya sebagai republik dan kekuasaan dipegang oleh Senat lagi. Meskipun memiliki karakter yang nyata seperti Marcus Aurelius dan Commodus, namun ini adalah kisah fiksi di seputar masa Romawi Kuno pada kehidupan kedua orang itu.
Film ini memenangkan Academy Award untuk Best Picture, Best Actor untuk Russell Crowe, Best Costume Design, Best Sound, dan Best Visual Effect. (Reza Maulana Hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi