LIVERPOOL-KEMPALAN: Laga Liverpool melawan Everton di Anfield pada Minggu (21/2) dini hari, berakhir 0-2 untuk kemenangan tim tamu.
Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Everton di Anfield sejak 1999. Pasukan Carlo Ancelotti akhiri kutukan 22 tahun (24 pertandingan) tanpa kemenangan saat melawan liverpool di Anfield.
Sementara itu, Liverpool harus kembali menaggung malu saat pasukan Jurgen Klopp itu kembali kalah di kandang. Ini menjadi kekalahan keempat berturut-turut mereka di kandang setelah sebelumnya dibungkam Brighton 0-1 pada tanggal empat Februari, dihajar Manchester City 1-4 pada tanggal tujuh Februari, dan dicukur Leicester City 1-3 pada 13 Februari.
Pada laga lanjutan Liga Inggris tersebut, tim tamu unggul terlebih dahulu melalui gol cepat Richarlison di menit ke-3 babak pertama. Striker asal Brazil itu mencetak gol dengan memanfaatkan umpan terobosan dari James Rodrigue. Melalui sepakan mendatarnya, Richarlison berhasil memperdaya kiper Liverpool Alisson. Everton unggul 1-0
Setelah gol tersebut, Everton bermain lebih deffensif dengan menjaga tempo dan merapatkan pertahanan dari lini tengah. Liverpool pun terus mencoba menekan pertahanan tim tamu.
Everton kembali mendapat peluang emas di menit ke-16. Sayangnya, tembakan dari tendangan bebas James Rodriguez yang mengarah ke gawang masih dapat diamankan Alisson.
Liverpool baru mendapat peluang emas di menit ke-19 saat Roberto Firmino berhasil menyambar bola liar dari kaki Sadio Mane, namun sepakannya masih bisa diblok barisan pertahanan Everton.
Berselang satu menit, Liverpool kembali ciptakan peluang. Jordan Henderson melepas tembakan dari luar kotak penalti, namun masih dapat ditepis Pickford.
Menit ke-21 giliran Trent Alexander-Arnold melepas sepakan dari luar kotak penalti. Pickford kembali menepisnya.
Petaka untuk Liverpool. Sang kapten Jordan Henderson harus ditarik keluar di meni ke-29 karena mengalami cedera hamstring dan digantikan oleh Nathaniel Phillips.
Menit ke-33, Coleman nyaris cetak gol saat berhasil menyundul umpan lambung dari Digne. Namun, sayang Alisson berada dalam waktu dan posisi yang tepat untuk menepis si kulit bundar.
Menit ke-37 giliran Phillips mendapatkan peluang. Namun, sayangnya sundulan Philops dari sudut sempit menyambut umpan tendangan bebas masih melebar.
Tidak ada tambahan gol hingga babak pertama usai, skor tetap 1-0 untuk Everton.
Liverpool langsung menekan di babak kedua. Baru satu menit babak pertama berjalan, Sadio Mane mengancam dengan sundulannya. Namun, bola masih mengarah tepat ke pelukan Pickford.
Sadio Mane kembali membuat peluang di menit ke-50. Namun, sundulannya yang menyambut umpan Robertson kali ini melambung tinggi.
Menit ke-55, Roberto Firmino melepas sepakan dari luar kotak penalti. Namun, Bola sepakannya terlalu lemah dan mudah diamankan Pickford.
Menit ke-64, muncul peluang Lewat serangan balik. Sigurdsson mendapat peluang untuk mencetak gol, namun bola sepakannya masih mudah dijangkau alisson.
Menit ke-70 adalah momen krusial Pickford gagalkan peluang Mohamed Salah. Dirinya maju ke depan, menutup ruang gerak Mohamed Salah dan mampu menghalau si kulit bundar.
Everton kembali dapatkan peluang untuk memperlebar jarak saat Dominic Calvert-Lewin dilanggar Trent Alexander-Arnold di kotak terlarang. Wasit sempat melihat VAR dulu sebelum menunjuk titik putih.
Gylfi Sigurdsson maju sebagai eksekutor dan sukses menaklukkan Alisson, walau sang kiper sempat membaca arah bola, sayangnya bola hasil tendangan Gylfi Sigurdsson tidak berhasil dijangkau. Gol kedua buat Everton!
Menit ke-84, Firmino berhasil masuk ke area kotak penalti. Sayang, penyelesaian akhirnya masih membentur kaki Holgate dan bola meluncur tipis dari gawang.
Menjelang akhir pertandingan, Wijnaldum melepas tembakan dari luar kotak penalti. Kembali, Jordan Pickford berhasil menepisnya.
Tidak ada tambahan gol lagi hingga akhir laga, Everton sukses raih kemenangan 2-0.
Usai pertandingan manajer Everton, Carlo Ancelotti begitu senang dengan penampilan Jordan Pickford. Dia menyebut, kiper Inggris itu memliki mental yang kuat dalam laga yang bertajuk derby tersebut.
Kiper Everton itu memang bermain begitu gemilang. Dirinya mampu menepis enam kali tembakan ke gawang dari Liverpool!
Sepakan Trent Alexander-Arnold, hingga tembakan-tembakan dari trio Liverpool Firmino-Mane-Salah mampu digagalkannya. Pickford begitu tenang dan membaca bola dengan baik.
Dilansir dari BBC, Ancelotti mengatakan bahwa “Pickford melakukan tugasnya dengan sangat baik. Dia tahu perlu berjuang keras di sebuah laga derby,”
Ancelotti mengaku, Jordan Pickford memang kerap membuat kesalahan dan mendapat banyak kritik di beberapa laga terakhir Everton. Namun baginya, Pickford mampu membalas kritikan tersebut.
“Dia menerima kritikan itu, mencoba bangkit kembali, dan berhasil,” tutup Ancelotti.
Hasil tersebut membuat Everton semakin menempel ketat Liverpool di Klasemen Liga Inggris. Liverpool terjebak di peringkat keenam dengan 40 poin dari 23 laga. Semetara Everton yang berada satu peringkat dibawahnya, hanya kalah selisih gol dan masih memiliki satu laga belum dimainkan.
Liverpool pun juga semakin jauh dari puncak klasemen. Sang juara bertahan sudah ketinggalan 16 poin dari Manchester City yang berada di peringkat pertama. (win)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi