Senin, 27 April 2026, pukul : 23:45 WIB
Surabaya
--°C

Wedang Pokak, Obat Batuk, Telur Rebus, dan Nasi Kotak pun Terkirim

SURABAYA-KEMPALAN: Sabtu pagi (20/2), sebuah pesan Whatsapp datang dari Sabda, staff puskesmas Medokan Ayu, Surabaya. Sabda tekun memantau perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya.

“Selamat pagi bapak. Bagaimana kondisi bapak sekeluarga hari ini? Ada keluhan atau tidak nggih. Kemudian bagaimana juga kondisi ibunda di rumah sakit, apa sudah ada perkembangan?” ujar Sabda.

Beberapa menit setelah pesan balasan disampaikan, Sabda menjawab, “Nggih bapak. Untuk Bu Maisyah kalau masih batuk, nanti saya konsulkan ke dokter dulu nggih bapak. Perlu dikasih obat batuk lagi apa sudah cukup yang kemarin. Kalau misalkan ada obat (dari dokter), barangkali hari ini nanti bisa saya titipkan bersama kiriman pokak.”

Konfirmasi selanjutnya datang beberapa saat kemudian.

“Bapak, sama dokter sudah dikasih obat. Nanti saya titipkan bersama kiriman harian wedang pokak dan telur rebus nggih…Pak,” terang Sabda.

Setiap hari, ribuan nasi kotak dikirimkan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kepada rumah-rumah di seluruh metropolis yang terdampak Covid-19. Pengirimannya dilakukan sehari dua kali. Untuk makan pagi dan makan siang dikirimkan pagi hari oleh kurir di kelurahan setempat. Sementara makan sore terkirim pada sore harinya.

Tak hanya itu, Pemkot juga rajin berkirim minuman wedang pokak dan telur rebus tiap hari.

Pemkot Surabaya memang berupaya keras untuk mencegah penyebaran virus corona yang memicu penyakit Covid-19. Salah satu langkah dilakukan dengan membuat dapur umum untuk membuat minuman wedang pokak dan merebus telur. Langkah ini dilakukan sejak era mantan Wali Kota Tri Rismaharini masih menjabat dan tetap diteruskan di era Wali Kota Whisnu Sakti hingga ke Eri Cahyadi.

Pemkot Surabaya membagikan minuman tradisional pokak dan telur rebus kepada masyarakat Surabaya yang dinilai dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Adapun minuman tradisional pokak berasal dari Madura, Jawa Timur. Pokak merupakan minuman racikan dengan bahan dasar dasar dari empon-empon.

Pemkot Surabaya membuka resep untuk pembuatan wedang rempah itu. Untuk satu kali resep bahan-bahan yang diperlukan antara lain kayu manis sebanyak 300 gram, jahe merah sebanyak 1.000 gram, kapulaga 30 gram, cengkeh 30 gram, pandan wangi 250 gram, sereh sebanyak 800 gram, gula merah sebanyak 800 gram, gula pasir sebanyak 2.000 gram, garam 20 gram, dan air dua galon.

Bahan-bahan tersebut dibersihkan, lalu dipotong-potong. Rebus air, dan masukkan bahan-bahan. Kemudian bahan-bahan tersebut direbus hingga matang. Disaring dan siap disajikan. (freddy mutiara/lip/ist)

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.