Dihajar Everton, Lengkap Sudah Derita Liverpool

waktu baca 3 menit

LIVERPOOL-KEMPALAN: Lengkap sudah kejatuhan Liverpool musim ini. Empat kali berturut-turut kalah dalam pertandingan liga dengan selisih dua gol. Dan kali ini peti mati dipaku oleh musuh bebuyutan, Everton yang mengalahkan Liverpool 0-2 di Anfield.

Betapa sesak dada Liverpool. Selama satu abad (Ya, seratus tahun) Everton tidak pernah bisa menang lawan Liverpool di Anfield. Sekarang rekor sangar itu dibobol oleh pelatih Everton Carlo Ancelotti dengan kemenangan yang bersih dan sangat meyakinkan.

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp yang tahun lalu memecahkan rekor puasa gelar Liverpool selama 20 tahun, sekarang mengancurkan rekor seratus tahun atas Everton itu. Hanya setahun bertengger sebagai juara Liverpool sekarang terpontal-pontal di posisi keempat dan sangat mungkin tidak bisa bermain di Liga Champions musim depan.

Kemenangan 2-0 atas RB Leipzig di babak 16 besar Liga Champions tengah pekan kemarin sempat membangkitkan semangat Liverpool untuk mengakhiri mimpi buruknya di liga. Tapi hanya tiga hari berselang mimpi buruk bukannya hilang malah berubah menjadi mimpi horor.

Ketika Manchester United kehilangan kejayaan saat ditinggal pelatih Alex Ferguson pada 2013 indikasi utamanya adalah kekalahannya atas rival tetangga Manchester City. Begitu United kalah dari City Ferguson mengatakan bahwa United mengalami kiamat. Sama dengan United kiamat Liverpool ditandai oleh kekalahan dari tetangga Everton.

Pertandingan lawa  Everton  di Anfield, Minggu (21/2) dini hari tadi resmi menandai kehancuran Liverpool. Gol cepat Richarlison di menit ketiga menghancurkan mental Liverpool.

Empat kekalahan beruntun adalah penyakit yang tidak ada obatnya. Ini mirip dengan kejatuhan Jurgen Klopp saat menukangi Borussia Dortmund yang meroket cepat dan tiba-tiba nyungsep dan tidak ketahuan sebabnya dan tidak ketemu obatnya.

Hal yang sama dialami Mauricio Pochettino di Tottenham Hotspurs. Penyakit misterius ini tidak ada obatnya kecuali memecat pelatih.

Sama dengan kekalahan berantai Liverpool sekarang ini. Pertama dibungkam Brighton pada tanggal empat Februari 0-1, lalu dicukur Manchester City 1-4 pada tanggal tujuh Februari, dikalahkan Leicester City 1-3 pada 13 Februari, dan terbaru ditaklukkan Everton.

Liverpool pun makin jauh dari puncak klasemen, sudah ketinggalan 16 poin dari Manchester City yang berada di peringkat pertama.

Seperti biasa Liverpool mendominasi permainan. Tapi gol cepat Richarlison di menit ketiga menghancurkan mental Liverpool.

Sepanjang permainan mengepung Everton. Tim tamu pun cuma mengandalkan serangan balik.
Tapi yang terjadi Everton malah mampu menambah gol di menit ke-83, via penalti Gylfi Sigurdsson. Bermula dari serangan balik, Dominic Calvert-Lewin melepas sepakan dan dimentahkan Alisson, lalu mau menyambut bola liar, tapi dijegal oleh Trent Alexander-Arnlod.

Sigurdsson mampu jadi algojo dengan baik, mengarahkan bola ke pojok kanan gawang dan sulit dibendung Alisson yang beberapa pertandingan terakhir hobi bikin blunder.

Hasil tersebut membuat Everton menempel ketat Liverpool di Klasemen Liga Inggris. Liverpool tetap di peringkat keenam dengan 40 poin dari 23 laga. Everton di bawahnya, cuma kalah selisih gol, tapi punya satu laga belum dimainkan. (dad/win/amf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *