SURABAYA, KEMPALAN: PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhirnya resmi menggelar turnamen pramusim yang diberi titel Piala Menpora 2021. Turnamen ini akan dihelat pada 20 Maret hingga 25 April 2021, setelah izin keramaian dari Polri dikeluarkan pada Kamis, 18 Feberuari 2021.
Izin keramaian dari Polri itu sudah diserahkan oleh Menpora Zainudin Amali kepada Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan di Kantor Kemenpora, Jumat (19/2/2021).
Turnamen ini akan sedianya diikuti 20 peserta, dengan rincian 18 peserta dari klub Liga 1 plus dua klub dari Liga 2, yakni PSMS Medan dan Sriwijaya FC. Tapi, belakangan PSMS dan Sriwijaya FC mengundurkan diri, sehingga hanya tinggal 18 klub peserta. Semuanya dari Liga 1.

Turnamen akan melalui babak penyisihan grup. Penyelenggara menetapkan ada empat grup, di mana satu grup diisi empat tim dan hanya dua grup yang berisi lima tim.
Setiap grup nantinya menjalankan semua pertandingan di wilayah yang sudah ditetapkan. Ada empat daerah yang diplot menjadi tuan rumah penyisihan grup.
Untuk plan A akan digelar di Solo, Bandung, Sleman dan Malang. Sedang untuk plan B yang disiapkan sebagai alternatif adalah Solo, Bandung, Malang dan Palembang.
Sesuai dengan kesepakatan Polri, Kemenpora, PSSI dan LIB, Piala Menpora 2021 wajib digelar dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ketat.
Tidak diperkenankan pula kehadiran penonton di stadion, tidak ada nonton bareng (nobar) dan pergerakan berkerumun suporter di luar lapangan.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, menyambut baik keluarnya izin keramaian dari pihak kepolisian.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menpora Zainudin Amali dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Kami siap menggelar turnamen pramusim sesuai protokol kesehatan yang baik,” kata pria yang akrab disapa Iwan Bule ini seperti dikutip dari laman PSSI.
Turnamen pramusim ini akan menjadi ajang percontohan kompetisi di tengah pandemi Covid-19. Sekaligus menjadi acuan untuk bergulirnya kembali kompetisi Liga 1 dan Liga 2 di tanah air.
Karena itu, Menpora Zainudin Amali dengan tegas meminta kepada stakeholder olahraga, baik suporter maupun perwakilan klub untuk mematuhi peraturan yang ada.
“Kalau turnamen berjalan dengan baik, terlaksana sesuai komitmen dan apa yang sudah dipersiapkan oleh pengelola turnamen, maka InsyaAllah saya yakin Polri akan mengeluarkan izin untuk Liga 1 dan Liga 2,” kata Amali kepada awak media usai penyerahan izin keramaian.
Sebaliknya bila ada yang melakukan pelanggaran, kepolisian tidak akan segan-segan untuk mencabut izin yang telah dikeluarkan. Selanjutnya, jangan harap Polri akan mengeluarkan izin untuk bergulirnya Liga 1 dan Liga 2.
“Karena itu, suporter dan klub harus mematuhi aturan yang sudah disepakati. Kalau dilarang datang ke stadion dan nobar, ya harus dipatuhi. Jangan melanggar,” komentar M. Zein Alhadad, mantan pelatih Persija Jakarta dan Deltras Sidoarjo, Sabtu (20/2/2021).
Apalagi, lanjut Alhadad, sekarang ini dalam masa pandemi Covid-19, sehingga protokol kesehatan sangat penting. Seperti menjaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan, menjaga kebersihan dan menghindari kerumunan.
“Lebih baik dan lebih aman nonton televisi di rumah masing-masing, karena kalau berkerumun risikonya sangat besar,” pungkas striker NIAC Mitra Surabaya di era tahun 1980-an ini, mengingatkan. (*)
Peliput: Dwi Arifin

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi