Selasa, 9 Juni 2026, pukul : 13:50 WIB
Surabaya
--°C

Sidang Pemakzulan Donald Trump Berlanjut

WASHINGTON-KEMPALAN: Senat AS memilih untuk melanjutkan sidang pemakzulan Donald Trump dengan tuduhan menghasut serangan di Gedung Capitol AS, setelah memperdebatkan apakah persidangan pemakzulan Trump sesuai konstitusi.

Senat memutuskan persidangan pemakzulan adalah konstitusional dan akhirnya memilih 56-44 untuk melanjutkan ke persidangan sesi pertama mantan presiden Negeri Paman Sam itu. Senat menolak argumen pengacara bahwa Trump berada di luar jangkauan Senat setelah meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari.

Partai Demokrat berharap untuk mendiskualifikasi Trump dari jabatan publik. Namun, jalan ke sana masih panjang. Hanya enam senator Republik bergabung dengan Demokrat untuk memberikan suara yang mendukung persidangan berlangsung. Ini jauh dari 17 suara yang dibutuhkan untuk mengamankan vonis.

Menghukum Trump akan membutuhkan mayoritas dua pertiga di Senat yang berbagi margin bipartisan 50-50.

Pemungutan suara tersebut menutup hari yang dramatis di ruang Senat. Jamie Raskin, anggota DPR Demokrat, membuka persidangan dengan video yang menampilkan tayangan kekerasan di Capitol AS 6 Januari dengan klip pidato provokasi Trump kepada kerumunan pendukungnya. Trump mendesak mereka untuk “berjuang mati-matian” demi membatalkan kekalahannya dalam pemilihan 3 November.

Jamie Raskin, anggota Kongres yang memimpin sidang pemakzulan Donald Trump pada Selasa (9/2/2021), menggambarkan peristiwa kerusuhan Gedung Capitol mengancam nyawa keluarganya yang datang bersamanya untuk bekerja.

Raskin berhenti beberapa kali untuk menahan air mata, ketika dia menyatakan kasus Demokrat untuk memakzulkan Trump adalah terkait tuduhan menghasut kerusuhan yang mematikan. Raskin diketahui putranya bunuh diri hanya beberapa hari sebelum peristiwa mengerikan pada 6 Januari.

Fox News Digugat

Fox News Media milik Rupert Murdoch bakal mengajukan permohonan agar gugatan yang dilayangkan Smartmatic bisa digugurkan.

Perusahaan pembuat sistem pemungutan suara elektronik itu menggugat Fox lantaran tidak terima dituduh memanipulasi hasil pemilihan presiden tahun lalu untuk kemenangan Joe Biden.

Fox News, sebagai media massa yang condong berpihak kepada Trump, ikut menyiarkan tudingan tak berdasar tersebut. Dalam gugatan pencemaran nama baik yang diajukan minggu lalu, Smartmatic menuduh bahwa Fox dan terdakwa lain mengarang cerita tentang kecurangan pemilu yang merugikan Trump. (rtr/afp/freddy)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.