Menu

Mode Gelap

kempalanalisis · 12 Okt 2021 15:00 WIB ·

Secercah Cahaya Joe Biden dalam Perspektif Nubuat Akhir Zaman


					Presiden AS Joe Biden, (kiri) Pasukan AS meninggalkan Afghanistan, (kanan) bendera AS dan Palestina (Ilustrasi Kempalan) Perbesar

Presiden AS Joe Biden, (kiri) Pasukan AS meninggalkan Afghanistan, (kanan) bendera AS dan Palestina (Ilustrasi Kempalan)

Oleh: Anwar Hudijono
Veteran wartawan, penulis tinggal di Sidoarjo

KEMPALAN: Ada dua langkah sangat penting dan bermakna Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Pertama, mengakhiri 20 tahun penjajahan Amerika atas Afghanistan. Kedua, menyerukan kemerdekaan bagi rakyat Palestina dari penjajahan Israel.

Langkah Biden ini ibarat ia membuat lobang agar cahaya bisa masuk ke dalam goa (kahfi) yang sangat luas dan gelap pekat. Biarpun besarnya lobang itu ibarat masih sebesar sebutir kacang ijo tapi bisa menjadi entry point untuk terus memperlebarnya.

Artinya Biden sudah membuka dirinya dari cahaya (nur) rahmat Allah. Implikasinya, jika dia mendapat rahmat akan bisa menyelamatkan Amerika dari azab Allah. Mendorong perubahan tata dunia baru yang benar dan adil.

Menurut kalkulasi berdasar nubuwat akhir zaman, insya Allah, Amerika ini termasuk waiting list (daftar tunggu) azab Allah karena perbuatannya yang fasad (merusak) kehidupan global. Bukankah Amerika adalah biang utama kerusakan dunia sehingga penuh ketidak-benaran, kedzaliman, penindasan, kerusakan alam lingkungan, hancurnya nilai-nilai manusia, LGBT, mengguritanya riba. Amerika justru menjadi penghela utama kehidupan global dari cahaya menuju kegelapan.

Bahkan boleh dibilang menjadi pemimpin golongan mufsidun (orang-orang yang membuat kerusakan di atas bumi). Dipersepsi bahwa Amerika adalah Yakjuj dan Makjuj modern. Bapak revolusi Islam Iran Imam Khomeini menyebut Amerika adalah setan besar.

Noam Chomsky…

Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Siklus Kehidupan Manusia

27 Oktober 2021 - 11:05 WIB

Sherina Si Pembela Anjing Canon

26 Oktober 2021 - 15:18 WIB

YouTube: Ruang Privat dan Publik?

26 Oktober 2021 - 07:55 WIB

Egoisme Yaqut, dan Narasi Radikal Jadi Olok-olok

25 Oktober 2021 - 17:33 WIB

Setan Kecil

25 Oktober 2021 - 16:33 WIB

Epistemologi Fir’aun

25 Oktober 2021 - 07:48 WIB

Trending di kempalanalisis