Liverpool Menyerah, Manchester City Melenggang?

waktu baca 3 menit
Kalah 1-4 dari Manchester City di Anfield Minggu (8/2), Liverpool pasang target lolos ke Liga Champion.

LIVERPOOL – KEMPALAN : Kalah menyakitkan 1-4 dari Manchester City di Anfield Minggu (8/2) petahana Liverpool mulai berfikir realistis. Target juara back to back dilepas dan pasang target baru empat besar untuk lolos ke Liga Champions.

Penampilan Liverpool yang melorot drastis membuat target mempertahankan gelar terlalu muluk. Kalah melawan tim papan bawah Brighton dan dilumat Manchester City membuat pelatih Jurgen Klopp putar haluan menyelamatkan posisi empat besar.

Selisih 10 poin dari pemuncak tangga Manchester City yang masih punya satu game ekstra membuat upaya Liverpool teramat berat. Target empat besar pun butuh perjuangan ekstra berat karena Liverpool punya 40 poin dari 23 pertandingan. Sementara  Chelsea dan Westham mengintip ketat masing-masing dengan 39 poin.

Ancaman paling serius datang dari Chelsea yang mulai membaik sejak ditangani pelatih baru Thomas Tuchel dan baru saja menang dalam pertandingan tandang melawan Shefield 1-2. Westham juga tidak boleh diremehkan sebagai kuda hitam yang berbahaya.

The Citizen sendiri tampil konsisten dan mantap dalam beberapa pertandingan terakhir dan terus menunjukkan tren yang stabil. Tanpa Kevin de Bruyne dan Sergio Aguero yang cedera Manchester Biru masih mampu tampil beringas. Pemain muda Phill Foden menjadi bintang baru yang cemerlang. Golnya ke gawang Liverpool sangat berkelas dan dia Foden layak dapat nilai 9. Duet John Stones dan Ruben Diaz di benteng pertahanan sangat kokoh dan sulit dipenetrasi sehingga membuat kepercayaan tim makin tinggi.

Dengan kebangkitan kembali yang cemerlang ini City menjadi calon paling kuat untuk juara. Tetangga Manchester Merah yang masih sering masuk angin mulai kurang pede karena ditahan 3-3 oleh Everton setelah unggul dua bola di babak pertama. Manajer Ole Gunnar Solksjaer mengatakan ia tidak ingin membebani timnya dengan target juara.

Solksjaer bersikap realistis mengingat timnya masih sering membuat kesalahan mendasar terutama di lini pertahanan. Kiper David de Gea juga sering kumat-kumatan dan membuat kesalahan fatal seperti saat main lawan Everton. Dua gol Everton terjadi karena kesalahan De Gea.

Di barisan tengah dan depan MU punya kekuatan yang cukup meyakinkan. Bruno Fernandes masih tetap menjadi tumpuan di lini tengah. Ia sempat agak kendor di beberapa pertandingan sebelumnya. Tapi golnya ke gawang Everton sangat spektakular dan membangkitkan keyakinan diri dan timnya.

Di barisan depan Edinson Cavani menjadi pilihan utama dengan pengalaman dan ketajamannya. Golnya melawan Shefield dan Everton menunjukkan kematangan sebagai striker dan nalurinya yang sangat tajam di depan gawang lawan.

Penampilan Cavani membuat Marcus Rashford semakin percaya diri bermain dari sisi kiri. Rashford mencetak gol saat melawan Shefield dan bermain bagus lawan Everton. Mason Greenwood dan Anthony Martial pun merasa nyaman dan lebih percaya diri bersama Cavani.

Meskipun sekarang MU ketinggalan lima poin dari City di puncak tangga tetapi MU masih akan menjadi pesaing serius sampai akhir musim. (dad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *