Konsumen Indonesia: Setuju Komunikasi Pemasaran Dikaitkan Isu-isu Etika
JAKARTA-KEMPALAN: Campaign bersama dengan YouGov melakukan riset untuk mengetahui bagaimana perilaku responden di Asia Pasifik. Total 18.929 responden ambil bagian dalam survei. Sebanyak 5.620 di antara mereka dari Asia Pasifik.
Salah satu pertanyaan survei pemasaran adalah seberapa cocok sebuah merek (brand) melibatkan isu-isu etika dalam aktivitas pemasaran dan periklanan alias komunikasi pemasaran mereka? Pasar mana yang paling memprioritaskan etika?
Tampaknya semua pasar di belahan bumi cenderung setuju ada keterkaitan antara etika dengan aktivitas komunikasi pemasaran. Namun, China dan Indonesia tampak lebih dominan. Sebaliknya, responden di Hong Kong tampak sedikit mengesampingkan pentingnya etika dalam pemasaran: sebanyak 36% warga di sana yang disurvei mengatakan etika dan brand marketing tidak seharusnya dicampurkan.
Sementara 25% warga Indonesia sangat setuju bahwa etika dan brand marketing memiliki keterkaitan. Sebanyak 47% warga Indonesia cukup setuju bahwa etika dan brand marketing memiliki keterkaitan. Artinya, 72% warga Indonesia sepakat bahwa etika dan brand marketing harus saling bersinergi. (freddy/campaignasia)





