KEMPALAN: Awal tahun ini kita dikejutkan berita di Amerika Serikat (AS). Ada saham dengan nama Gamestock (GME) yang pada minggu awal 2021 masih seharga USD18,83 tiba-tiba naik mencapai sekitar USD 400 (the highest USD 483) atau sekitar 2000%. Sekadar info GME adalah perusahaan yang menjual dan menyewakan game,berpusat di Texas. Seiring dengan perkembangan internet perusahaan ini selama tiga tahun berturut-turut rugi dalam jumlah yang signifikan.
Namun, pada awal tahun 2021, sembilan investor mampu mencetak duit sebesar USD 16 Miliar dalam tempo singkat, tiga diantaranya adalah Fidelity FMR, Ryan Cohen dan Blackrock dengan total kepemilkan saham di atas 50%.
Bila ditelisik ternyata penggerak utamanya adalah investor retail yang tergabung dalam grup diskusi Reddit dengan nama r/wallstreetbets. Grup investor retail ini menyerang saham yang sedang dipasang pada posisi “Short Selling” oleh manajer investasi.
Artinya banyak manajer investasi yang tidak memiliki saham, kemudian mengambil posisi jual, dengan harapan agar turun. Bila harga turun mereka akan mendapatkan keuntungan dengan membeli di harga di bawah dan menjual sebelum harga jatuh.
Namun, dendam dari pelaku investor retail, membuat mereka bersatu untuk menaikan harga saham GME. Isu yang ada di group r/wallstreetbets adalah GME akan menjadi perusahaan internet leader. Adalah Ryan Cohen yang merupakan investor individu dengan membeli banyak saham GME dimulai Agustus 2020.
Kemudian Ryan mengajukan kepada BoD agar GME berubah ke e-commerce dan menjadi internet leader di bidang game. Usul diterima. Dalam tempo singkat saham ini meleset melalui broker saham gratis yaotu Robinhood.
Aksi gabungan pelaku investor retail ini mampu membuat banyak hedge fund besar mengalami kerugian.

Namun bagi investor sejati, apa yang terjadi pada GME tidak mencerminkam nilai fundamental. Fenomena ini mungkin juga terjadi di IDX atau Bursa Efek Indonesia, dimana tahun ini investor lokal mencatat rekor empat juta investor.
Namun, banyak cerita di forum-forum saham, ternyata investor tersebut tidak dibekali pengetahuan. Bahkan celakanya ada yang meminjam uang dan menggunakan uang arisan untuk membeli saham-saham, cuma dengan mendengar rekomendasi-rekomendasi yang tidak jelas. Akibatnya adalah ketika saham mencapai nilai intrinsik, banyak investor tersebut yang mengalami kerugian besar.
Sebagai penutup, bagi investor untuk dapat investasi di pasar saham ada beberapa hal yang harus diperhatikan:
- Riset tentang kondisi perusahaan terutama laporan keuangan, produk yang dihasilkan dan potensi pertumbuhan yang akan datang.
- Waktu membeli juga harus diperhatikan. Bila sudah terlalu jenuh beli, maka sebenarnya tinggal menunggu waktu saja saham tersebut terjun bebas.
- Modal. Uang yang harus digunakan adalah uang “menganggur”, karena bisa saja suatu saham findamental baik namun hari ini mengalami penurunan karena sentimen pasar. jadi butuh waktu untuk kembali naik ke nilai intrinsiknya.
- LUCK. bila semua telah dilakukan, maka seberap cepat uang kita berkembang maka itu adalah faktor keberuntungan atau disebut faktor “invisible hand”.
Jangan pernah investasi karena ikut-ikutan. (Dr. Werner R. Murhadi adalah Ketua Program Studi Magister Manajemen Fakultas Bisnis & Ekonomika Universitas Surabaya)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi