Kamis, 18 Juni 2026, pukul : 20:55 WIB
Surabaya
--°C

Moeldoko yang Dulu Selalu Mencium Tangan SBY

JAKARTA-KEMPALAN: Dulu setiap bertemu, Moeldoko selalu takzim mencium tangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengangkatnya menjadi KSAD dan Panglima TNI (saat itu). Tetapi sekarang Moeldoko berpotensi menjadi malin kundang politik jika tengara bahwa dia adalah salah satu yang mencoba mendongkel AHY dari posisi Ketua Umum Partai Demokrat adalah benar.

Moeldoko menjadi Panglima TNI di era Presiden SBY. Moeldoko yang sebelumnya menjabat sebagai KSAD diajukan sebagai calon tunggal Panglima TNI oleh SBY.

SBY mengajukan Moeldoko untuk menggantikan Panglima TNI saat itu, Laksamana Agus Suhartono yang memasuki pensiun pada 25 Agustus 2013. Surat pengajuan Moeldoko sebagai calon tunggal Panglima TNI diserahkan SBY ke DPR pada 23 Juli 2013.

BACA JUGA  DPW Gerakan Rakyat Kaltim Resmi Kantongi SKT Partai Politik dari Kanwil Kemenkum

Moeldoko dipilih SBY yang saat itu menerima tiga usulan nama dari Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Tiga nama yang diusulkan Agus adalah tiga kepala staf di masa itu yakni Kepala Staf TNI AD, Jenderal Moeldoko; Kepala Staf TNI AU, Marsekal Ida Bagus Putu Dunia; dan Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Marsetio. Dalam pengajuan tersebut, Moeldoko berada di daftar pertama.

Dukungan agar Moeldoko memimpin Demokrat memang secara tersirat muncul. Politisi senior Partai Demokrat Darmizal mengaku mengenal Moeldoko dari 1996 lalu. Menurutnya, Moeldoko terbuka dengan berbagai kalangan. “(Moeldoko) dia tidak menciptakan psikis of barrier, tidak menghambat siapapun untuk bertemu dengan beliau,” kata Darmizal di Restoran Dapur Sunda Mal Bellagio, Jaksel, Selasa (2/2).

BACA JUGA  Pengurus MD KAHMI Takalar Resmi Dilantik, Siap Berkontribusi untuk Kemajuan Daerah

Lebih jauh Darmizal menyebut forum senior Partai Demokrat ini ingin Partai Demokrat menjadi partai besar yang disegani di tatanan politik nasional dan mereka butuh pemimpin yang bijak. Kembali ke sosok Moeldoko, baginya mantan panglima TNI itu jenderal yang cocok jadi pemimpin Demokrat.

“Nah kalau konteks saya pribadi mungkin tokoh seperti ini yang sangat baik untuk menjadi calon pemimpin Partai Demokrat ke depan, salah satunya yang berkarakter seperti ini,” sebut Darmizal. (trib/det/ist)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.