Rabu, 20 Mei 2026, pukul : 03:14 WIB
Surabaya
--°C

RPH Pegirian Surabaya Tetap Pindah ke Osowilangun

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi adanya penolakan pemindahan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian yang dilakukan oleh ratusan jagal. Meskipun ada penolakan, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, pemindahan RPH Pegirian ke RPH Osowilangun akan tetap berjalan sesuai rencana.

Menurut Wali Kota Eri, pemindahan RPH ini bukanlah kebijakan mendadak, melainkan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya yang sudah dicanangkan sejak tahun 2016 dan seharusnya direalisasikan pada tahun 2019.

“Saya sampaikan kalau RPH ini adalah kegiatan tahun 2016, sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengahnya Kota Surabaya. Ini harusnya dijalankan di tahun 2019, tapi pada waktu itu ada kendala Covid-19,” kata Wali Kota Eri, Rabu (14/1).

Audensi dengan jagal RPH Pegirian.

Karena pada saat itu terkendala pandemi Covid-19, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terlebih dahulu melaksanakan pemindahan RPH babi. Setelah itu, lanjut dia, pemkot melakukan tahap berikutnya, yaitu pemindahan RPH sapi Pegirian.

“Insya Allah ini (pemindahan RPH) akan kita lakukan di bulan Maret, setelah Lebaran atau setelah Ramadan. Kita sudah lakukan diskusi dan komunikasi, tapi mereka mengatakan jangan dipindah. Tidak bisa, karena ini adalah rencana pembangunan jangka menengah daerah Kota Surabaya,” jelasnya.

Wali Kota Eri menekankan, bahwa alasan utama di balik pemindahan RPH ini adalah untuk penataan kawasan religi Sunan Ampel. Lahan eks-RPH nantinya akan diubah menjadi area parkir terintegrasi dan lokasi sentra UMKM.

“Di mana kami akan melakukan penataan kawasan Ampel. Tempat itu, akan dijadikan tempat parkir sehingga tidak ada lagi parkir di jalan. Semuanya akan masuk ke dalam. Jadi konsepnya ini terintegrasi dan konsep ini sudah menjadi konsep yang sudah kita keluarkan di tahun 2016,” paparnya.

Wali Kota Eri menyebutkan, penataan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para peziarah yang datang ke wisata religi Sunan Ampel. Karena menurutnya, selama ini di kawasan wisata religi Sunan Ampel menjadi satu-satunya makam wali di Jawa Timur yang tempat ziarahnya kurang tertata, terutama soal parkir.

“Maka kita tata, bagaimana penataan kawasan Sunan Ampel ini agar orang berziarah juga nyaman, orang berziarah juga aman, orang berziarah cari parkir juga enak, orang ziarah cari makanan juga enak. Dan penataan kawasan Ampel ini harus berjalan,” sebutnya.

Meskipun mendapat penolakan, Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu menegaskan, bahwa pemkot tetap akan memindahkan RPH Pegirian. “Jadi saya sampaikan, mohon maaf kalau harus membatalkan, tidak. Pasti akan berpindah,” tegas Cak Eri.

Cak Eri menambahkan, setelah RPH Pegirian dipindahkan, pemkot akan tetap mengakomodasi kebutuhan para jagal. “Kalau nanti di sana ada yang (kurang) insya Allah butuh apa? Kita akan penuhi untuk teman-teman jagal,” tambahnya.

Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Fikser juga menegaskan, rencana pemindahan RPH ini sudah disosialisasikan sejak tahun 2016. Pemindahan RPH tersebut juga bagian dari rencana pembangunan Kota Surabaya dalam penataan kawasan wisata religi Ampel.

“Mereka minta untuk tidak dipindah, tapi kami coba jelaskan bahwa program ini sudah sejak tahun 2016 dan sudah direncanakan dalam rencana pembangunan kota. Kemudian pemerintah kota juga saat ini lagi melakukan penataan kota untuk kawasan Religi,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Pemkot Surabaya Tekan Pengangguran dan Pacu Ekonomi 2026

Rakor yang di Graha Sawunggaling, Gedung Pemkot Surabaya, Rabu (14/1).

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya menggandeng perguruan tinggi untuk merumuskan strategi menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pada 2026. Langkah ini menjadi bagian dari kolaborasi heptahelix dalam mewujudkan visi Surabaya 2025-2029 menuju kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar di Graha Sawunggaling, Gedung Pemkot Surabaya, Rabu (14/1). Rakor ini diikuti para kepala perangkat daerah (PD) bersama lebih dari 100 rektor atau perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Surabaya.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji menegaskan, peran perguruan tinggi sangat strategis dalam menjawab tantangan pembangunan ekonomi ke depan.

“Rapat koordinasi bertujuan untuk meningkatkan peran perguruan tinggi dalam rangka menurunkan tingkat pengangguran terbuka dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi 2026. Kami sampaikan bahwa Pemkot Surabaya ini mempunyai pekerjaan rumah yang tidak ringan,” ujar Agus.

Agus menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi menjadi kata kunci utama. Menurutnya, arah kebijakan nasional juga menargetkan pertumbuhan yang tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

“Jadi, kata kuncinya adalah pertumbuhan ekonomi tidak boleh rendah. Bahkan diharapkan dalam waktu sampai dengan 4 tahun kepemimpinan Presiden Prabowo bisa mencapai angka 8 persen,” katanya.

Agus menjelaskan, Pemkot Surabaya telah membentuk Tim Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah (TP2ID) yang didukung Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil kajian tim tersebut menunjukkan bahwa tantangan mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi tidak bersifat tunggal.

“Di antaranya adalah tingkat pengangguran terbuka. Kemudian ekonomi di level mikro, di kampung-kampung yang sepertinya bisa maju dengan sangat tapi belum begitu besar,” ungkapnya.

Karena itu, Agus menyatakan bahwa Pemkot Surabaya mendorong kolaborasi erat dengan perguruan tinggi. Khususnya dalam pemanfaatan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.

“Maka hari ini kita bertemu di sini untuk mencari pola bagaimana akhirnya perguruan tinggi yang memang majornya ada di posisi ilmu pengetahuan, disupport riset, dan pengembangan-pengembangan itu nanti bisa terkolaborasi dengan kami di Pemkot Surabaya,” jelas Agus.

Pihaknya menilai, persoalan di tingkat kampung hingga kota sejatinya dapat menjadi bahan riset yang relevan bagi perguruan tinggi. “Masalah-masalah yang ada di masyarakat, di kampung-kampung, di level kota kalau tersampaikan dengan lengkap dan detail sampai perguruan tinggi, maka akan ketemu dengan kebutuhan perguruan tinggi,” tuturnya.

Menurut Agus, riset mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3 selalu berangkat dari persoalan. Jika informasi kebutuhan daerah dan kampus dapat dikolaborasikan, hal itu diyakininya mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi Surabaya.

“Kalau bisa kita kolaborasikan informasinya, itu akan jadi percepatan dan penggerak agar (ekonomi) lebih cepat meningkat sebagaimana harapan pemerintah pusat bahwa (pertumbuhan ekonomi) akan tercapai 8 persen di tahun 2029,” paparnya.

Karena itu, Agus pun membuka ruang diskusi seluas-luasnya dengan seluruh akademisi atau perguruan tinggi yang ada di Kota Pahlawan. “Mohon masukan, mohon saran-saran, sehingga kolaborasi Pemkot Surabaya dengan kampus bisa semakin mantap, dan ekonomi Surabaya bisa melesat sebagaimana yang kita harapkan bersama,” harapnya.

Di waktu yang sama, Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, memaparkan capaian indikator makro pembangunan sekaligus arah sinergi Surabaya depan. Utamanya, dalam pengembangan ekonomi kreatif dan peran generasi Z.

Irvan menyampaikan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Surabaya pada 2025 meningkat menjadi 85,65 dari sebelumnya 84,69. Nilai investasi juga naik dari Rp40,48 triliun pada 2024 menjadi Rp43,6 triliun pada 2025.

“Pertumbuhan ekonomi 2024 tercatat 5,76 persen, meningkat dibanding 2023 sebesar 5,70 persen. Angka kemiskinan pun turun dari 3,96 persen menjadi 3,56 persen pada 2025,” kata Irvan.

Kemudian untuk ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Surabaya turun dari 4,91 persen pada 2024 menjadi 4,84 persen pada 2025. Sementara Indeks Gini membaik dari 0,381 pada 2024 menjadi 0,369 pada 2025.

Pada tahun 2026, Pemkot Surabaya telah menetapkan sejumlah target makro pembangunan, antara lain tingkat Kemiskinan 3,48 persen dan TPT 4,47 persen. Sedangkan IPM ditargetkan mencapai 85,26, Indeks Gini berada pada rentang 0,348-0,375, dan Pertumbuhan Ekonomi sebesar 5,80 persen.

Untuk mencapai target tersebut, Irvan menuturkan bahwa Pemkot Surabaya menyiapkan beberapa strategi utama. Di antaranya, adalah penguatan sinergi sumber daya manusia (SDM) dan inkubasi. Dimana perguruan tinggi berperan membina kualitas SDM kreatif termasuk Gen Z.

“Sementara pemerintah menyediakan ekosistem pendukung berupa pelatihan, inkubasi, pembiayaan, dan infrastruktur ekonomi kreatif,” tutur Irvan.

Yang kedua, melalui kolaborasi pentahelix dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berkelanjutan. Dimana Pemkot Surabaya dan Forum Rektor memimpin sinergi akademisi, dunia usaha, komunitas, media, serta pemerintah.

Selain itu, Irvan menyebut, Pemkot Surabaya juga mendorong kolaborasi program ekonomi kreatif berbasis Kampung Pancasila dan Gen Z. “Program tersebut meliputi penguatan UMKM kreatif berbasis potensi lokal, inkubasi bisnis, branding, digitalisasi, hingga hilirisasi riset kampus menjadi produk kreatif,” papar Irvan.

Pada sisi Gen Z, Irvan menambahkan bahwa stimulasi dilakukan melalui program kreativitas konten digital, startup kreatif, event kreatif, hingga inkubator talenta muda. Termasuk pula melalui kompetisi ide inovatif, serta peran Gen Z sebagai motor promosi dan inovasi ekonomi kreatif.

“Sedangkan Kampung Pancasila diarahkan menjadi laboratorium sosial dan ekonomi kreatif, yang menanamkan nilai gotong royong, inklusivitas, dan kearifan lokal, sekaligus menjadi ruang ekspresi budaya, seni, kuliner, dan ekonomi warga,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

“Perguruan tinggi berperan penting dalam perekonomian Kota Surabaya. Maka dalam penyusunan perekonomian, BPS mengajak perguruan tinggi berpartisipasi dalam survei BPS dengan mengisi mandiri yang telah dikirimkan pada email perguruan tinggi,” ujar Arrief.

Ia menjelaskan, survei tersebut dilakukan secara triwulanan dengan tujuan meningkatkan keberagaman data sehingga berdampak pada kualitas penghitungan perekonomian Kota Surabaya.

“Survei ini bertujuan untuk meningkatkan keberagaman data yang berdampak pada semakin berkualitasnya penghitungan perekonomian Kota Surabaya,” jelasnya.

Selain itu, perguruan tinggi juga diharapkan berperan sebagai jembatan dalam proses pendataan mahasiswa, khususnya yang terlibat dalam sektor ekonomi kreatif. “Dengan tujuan untuk mendapatkan direktori mahasiswa yang berkontribusi pada ekonomi kreatif,” katanya.

Menurutnya, direktori tersebut akan menjadi dasar bagi Pemkot Surabaya dalam merumuskan kebijakan ketenagakerjaan dan ekonomi yang lebih tepat sasaran, khususnya bagi generasi Z.

“Dengan direktori ini, Pemerintah Kota Surabaya dapat membuat kebijakan yang tepat dan terarah pada generasi z ini yang berdampak pada ketenagakerjaan dan perekonomian,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Wali Kota Eri Raih Predikat Platinum Terbaik I Pembina K3 di Jawa Timur

Wali Kota Eri Cahyadi menrrima Predikat Platinum Terbaik I Pembina K3 di Jawa Timur dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

GRESIK-KEMPALAN: Pemkot Surabaya terus memperkuat komitmen terhadap kesejahteraan pekerja melalui inovasi dan implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Atas konsistensi tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berhasil meraih penghargaan Terbaik Pertama Kategori Platinum sebagai Pembina K3 Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Penghargaan bergengsi ini diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara Apel Peringatan Bulan K3 Nasional yang digelar di Stadion Utama Petrokimia Gresik, Rabu (14/1).

Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian di awal tahun ini. Menurutnya, penghargaan kategori platinum tersebut merupakan bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan di Surabaya telah menjalankan sistem keselamatan kerja dengan pengawasan ketat dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker).

“Ini menjadi penyemangat kita. Perusahaan-perusahaan di Surabaya semakin menyadari bahwa peran seluruh staf dan anggotanya sangat mempengaruhi keberhasilan perusahaan. Perusahaan akan besar jika seluruh karyawannya terselamatkan dan terjaga dari bahaya kerja,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi usai menerima penghargaan.

Eri menegaskan bahwa implementasi K3 di perusahaan Surabaya secara administratif telah mencapai 100 persen, meski dengan tahapan kategori yang beragam.

Ia menekankan, setiap pabrik kini telah memiliki Standard Operating Procedure (SOP) dan protap yang jelas, terutama dalam menangani kondisi darurat seperti kebakaran atau kecelakaan kerja.

“Saya mendorong teman-teman di Disperinaker untuk terus bergerak bekerja sama dengan perusahaan guna meningkatkan tingkatan K3 di masing-masing tempat kerja,” imbuhnya.

Eri Cahyadi berpesan kepada pengusaha dan perusahaan untuk melihat K3 bukan sebagai beban, melainkan investasi produktivitas.

“Ayo berikan yang terbaik bagi karyawan. Yakinlah, ketika karyawan terjaga keselamatannya, mereka akan lebih produktif, dan persaudaraan di lingkungan perusahaan akan semakin kuat,” tandasnya.

Senada dengan Wali Kota Eri Cahyadi, Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan, meskipun kewenangan sertifikasi dan pengawasan berada di level Provinsi Jawa Timur, Pemkot Surabaya berperan aktif dalam fungsi pembinaan melalui pendekatan Tripartit.

“Kita berkolaborasi antara serikat pekerja, pengusaha, dan pemerintah kota. Dalam satu tahun, kami membina sekitar 3.000 pelaku usaha,” jelas Hebi.

Selain fokus pada aspek keselamatan fisik, Hebi juga menekankan pentingnya perlindungan jaminan sosial. Pemkot Surabaya tengah menyusun skema agar seluruh pekerja penerima upah di Kota Pahlawan terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

“Target pembinaan tahun 2026 ini hampir sama dengan tahun sebelumnya. Fokus utama kita adalah industri kecil dan menengah, namun industri besar pun tetap kita pantau komunikasinya demi memastikan K3 berjalan optimal,” tandasnya. (Dwi Arifin)

Audiensi dengan PWI, Ahmad Muzani: Hati Saya Tetap Wartawan

Pengurus PWI Pusat saat audiensi dengan Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1) sore.

JAKARTA-KEMPALAN: Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat melakukan pertemuan dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1) sore.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan reflektif, membahas makna profesi wartawan sebagai panggilan nurani sekaligus peran pers dalam kehidupan kebangsaan.

Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Muzani mengenang kembali perjalanannya sebagai wartawan. Ia bercerita bahwa pada tahun 1991 dirinya mengikuti ujian menjadi wartawan muda di PWI DKI Jakarta, dengan satu pertanyaan yang hingga kini membekas kuat dalam ingatannya.

“Salah satu pertanyaannya adalah, jika dalam meliput kita menemukan kecelakaan di tengah jalan, mana yang didahulukan, membantu korban atau menulis berita?” ujar Muzani.

Ia mengaku memilih membantu korban terlebih dahulu, baru kemudian memberitakan peristiwa tersebut. Bagi Muzani, kemanusiaan harus selalu berada di atas kepentingan apa pun. Dari proses itu, ia dinyatakan lulus sebagai wartawan muda PWI.

“Menjadi wartawan itu bukan sekadar profesi, tapi panggilan hati. Artinya memilih untuk mengatakan yang benar itu benar, dan yang salah itu salah,” tegas Ahmad Muzani yang pernah menjadi wartawan di majalah Amanah dan penyiar radio Ramako.

Menurutnya, esensi menjadi wartawan adalah memperjuangkan kebenaran dan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi. Nilai itu, kata dia, harus terus hidup meski seseorang telah berpindah peran.

“Saya tidak pernah merasa terpisah dari wartawan. Hati saya sampai sekarang masih wartawan.

Muzani juga mengingatkan kembali nilai-nilai dasar PWI yang dirumuskan sejak Kongres PWI tahun 1946 di Solo, yang menempatkan pers sebagai alat perjuangan serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Di PWI wartawan itu disebut pejuang sebab memperjuangkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” tuturnya.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyambut baik refleksi yang disampaikan Ketua MPR RI tersebut. Menurutnya, kisah itu menjadi pengingat penting bagi seluruh insan pers tentang esensi profesi wartawan.

“Apa yang disampaikan Ketua MPR menunjukkan bahwa jurnalisme sejati selalu bertumpu pada kebenaran dan kemanusiaan. Nilai-nilai inilah yang terus kita jaga di PWI,” ujar Akhmad Munir yang juga menjabat Ketua Dewas LKBN Antara.

Menurut Munir, PWI sampai sekarang tetap memelihara dan merawat nilai-nilai luhur dari para pendiri, sebagai rumah besar wartawan Indonesia yg menjaga nilai-nilai perjuangan yang berkontribusi besar terhadap kemajuan bangsa dan negara.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, menyampaikan bahwa pertemuan ini juga menjadi bagian dari komunikasi PWI dengan pimpinan lembaga negara menjelang pelaksanaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten.

“Kami secara resmi mengundang Ketua MPR RI untuk dapat hadir pada peringatan Hari Pers Nasional. Kehadiran beliau tentu akan menjadi kehormatan dan penguat semangat insan pers dalam menjalankan peran kebangsaan,” kata Zulmansyah yang juga Ketua Panitia HPN 2026.

Ia menambahkan, HPN merupakan momentum refleksi bersama antara pers dan negara dalam menjaga demokrasi, persatuan, serta kepentingan nasional.

Ahmad Muzani juga menyinggung perubahan lanskap jurnalistik saat ini, di mana peran pewarta turut dijalankan oleh netizen dan konten kreator di ruang digital.

“Dari pemberitaan mereka kita mengetahui bahwa ada bantuan yang belum sampai dan penanganan yang belum optimal,” ujarnya.

Audiensi dengan Ketua MPR RI tersebut turut dihadiri jajaran Pengurus PWI Pusat lainnya, yakni Bendahara Umum Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Kemitraan dan Kerja Sama Ariawan beserta wakilnya Kadirah, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Irfan Junaidi.

Hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal Haryo Ristamadji, Ketua Departemen Hankam TNI-Polri Johnny Hardjojo, beserta wakilnya Musrifah dan Badar Subur, Ketua Departemen Parlemen Ade Candra, Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya Ramon Damora, Ketua Departemen Kajian dan Litbang Akhmad Sefudin dan Wakil Humas Akhmad Dani. (Dwi Arifin)

Alvaro Arbeloa Gantikan Xabi Sebagai Pelatih Real Madrid

MADRID-KEMPALAN: Xabi Alonso meninggalkan jabatannya sebagai entrenador Real Madrid, Selasa (13/1). Sebagai gantinya, Real menaikkan Alvaro Arbeloa ke tim utama setelah sebelumnya menangani tim Real Castilla.

Xabi didepak setelah gagal mengantarkan Los Merengues (julukan Real) menang dalam final Supercopa de Espana, Senin dini hari WIB (12/1). Real tumbang 2-3 atas FC Barcelona dalam final di King Abdullah Sports City, Jeddah, itu.

Pelatih berjuluk La Barba Roja tersebut meninggalkan jabatannya setelah duduk di bench Real selama tujuh bulan dan melakoni 34 pertandingan. Xabi pergi dari Real dengan mencatatkan 70,59 persen kemenangan.

BACA JUGA: Kalah Lagi, Xabi Tetap Percaya Diri dengan Jabatannya di Real Madrid

Sebagai penggantinya, Arbeloa sebenarnya baru menukangi skuad Castilla sejak Juli 2025 lalu. Arbeloa menggantikan sesama mantan pemain Real, Raul Gonzalez yang sebelumnya menukangi skuad tersebut.

Mantan pemain, pelatih sekaligus General Manager Real Jorge Valdano menyebut Arbeloa sebagai sosok yang tepat untuk menggantikan tugas Xabi. Bukan karena Arbeloa pelatih Castilla dan mantan pemain Real juga.

Arbeloa juga dikenal dekat dengan Xabi. Sehingga, dari kedekatannya itu, Arbeloa bisa memetakan kelemahan yang belum mampu diatasi Xabi selama menukangi Real.

BACA JUGA: Terjungkal di Bernabeu, Ruang Ganti Real Madrid dikabarkan Terbelah

’’Dia (Arbeloa) sangat mengenal klub ini karena sudah bertahun-tahun berada di sini. Dia juga mengenal Xabi, sehingga dia pasti sangat memahami apa yang terjadi,’’ ucap Valdano dalam ulasannya.

’’Sekarang tinggal menunggu bagaimana dia mampu membangun tim yang kompetitif dan jadi pesaing dalam setiap kompetisi. Seperti yang banyak diharap dari Real,’’ sambung Valdano.

Arbeloa akan mulai bertugas dalam laga Copa del Rey menghadapi Albacete yang digelar di Estadio Carlos Belmonte, Albacete, Kamis dini hari (15/1). Berbicara di dalam konferensi pers pertamanya, Arbeloa akan coba memaksimalkan Vinicius Junior.

Terutama perannya untuk mencetak gol ke gawang lawan. ’’Aku harap, dia (Vini Jr) menari-nari lagi dan menikmati permainannya sendiri,’’ ucap Arbeloa, seperti dilansir dari laman Diario Marca.

Tidak hanya Vini. Begitu juga penggawa Real yang lainnya. ’’Semua pemain mulai dari nol lagi bersamaku. Ini jadi awal yang baru bagi semua orang. Kita harus bisa menang di Albacete,’’ tegasnya. (YMP)

Diperkenalkan Sebagai Pelatih Timnas Indonesia, Ini Janji John Herdman

JAKARTA-KEMPALAN: Setelah diumumkan sebagai pelatih yang baru di timnas Indonesia, John Herdman baru diperkenalkan PSSI kepada publik tanah air, pada Selasa pagi (13/1).

Bertempat di Ballroom Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Herdman berbicara kepada awak media dalam konferensi pers pertamanya setelah ditunjuk sebagai pelatih timnas Merah Putih.

Dalam pernyataannya, Herdman menyebut tantangan besar sudah menunggu di hadapannya. Terutama dalam mengombinasikan potensi pemain lokal dan nama-nama pemain diaspora yang membela Indonesia.

BACA JUGA: Ditanya Tentang Pengganti Kluivert, Erick Thohir Minta Waktu Dua Hari

’’Aku tidak akan melihat paspor mereka. Aku melihat peluang dan terpenting saat ini adalah menerima keberagaman ini sebagai kekuatan besar bagi tim Garuda,’’ ucap Herdman.

Menurut mantan pelatih timnas putri Kanada tersebut, potensi Indonesia ketika menjalani Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona AFC lalu sebenarnya cukup bagus. Di eranya. Herdman akan mencoba merintis jalan itu kembali.

Dia pun sudah membayangkan ekspektasi yang akan dibebankan kepadanya saat publik Indonesia berharap negaranya bisa lolos ke Piala Dunia 2030 mendatang. Seperti ekspektasi yang kandang ke Piala Dunia 2026.

BACA JUGA: Resmi ! PSSI Tunjuk John Herdman, Berharap Tuah Arsitek Level Piala Dunia

’’Tentu ada tekanan, jelas itu akan terjadi. Apalagi mengingat sebelumnya negara ini sudah dekat (lolos ke Piala Dunia). Tetapi sayangnya belum berhasil. Apakah aku sudah siap menghadapinya?’’ cetus Herdman.

Menurutnya, menangani tim dengan ekspektasi besar dalam ajang internasional seperti di timnas Garuda ini jadi dua aspek. Pertama, bisa jadi kutukan. Kedua, ini juga bisa jadi berkah baginya.

Seperti ketika dia mengantarkan Kanada lolos ke Piala Dunia untuk kali pertama sejak terakhir merasakannya pada edisi 1986 itu. ’’Aku akan mengolah itu supaya bisa menjadi berkah. Ini akan jadi peluang besar yang akan aku bagikan ke para pemainku,’’ sambung Herdman.

Pelatih berusia 50 tahun tersebut jadi pelatih asing ketiga yang diboyong PSSI ke Indonesia sejak 2020 lalu. Sebelumnya Indonesia dibesut oleh Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Sayangnya, kedua pelatih tersebut sama-sama gagal membawa Indonesia ke Piala Dunia. (YMP)

Jawa Timur Provinsi Terbanyak Miliki Sekolah Rakyat se-Indonesia

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama siswa Sekolah Rakyat.

BANJARBARU-KEMPALAN: Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat (SR) se-Indonesia. Dari 166 titik SR yang diresmikan, 26 di antaranya berada di Jawa Timur.

Hal ini terungkap saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Peresmian 166 Titik Sekolah Rakyat (SR) dan Groundbreaking 104 SR Permanen Se-Indonesia oleh Presiden RI Prabowo Subianto di SRT 9 Banjarbaru Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan (BBPPK) Banjarmasin, Jalan Trikora, Landasan Ulin, Kalimantan Selatan, Senin (12/1).

Di bawah Jawa Timur, terbanyak kedua ada Jawa Barat dengan 20 titik SR, disusul provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 16 titik SR, kemudian Jawa Tengah sebanyak 14 titik SR, serta di posisi kelima ada provinsi Aceh ada sebanyak 8 titik SR.

“Alhamdulillah dari total 166 SR seluruh Indonesia, Jawa Timur menduduki posisi pertama dengan 26 SR. Ini jadi bukti komitmen kesungguhan Jawa Timur mendukung program prioritas Presiden,” kata Khofifah.

Ia menyebut, total sebanyak 26 SR di Jatim seluruhnya sudah beroperasi. Hal ini menunjukkan bukti nyata komitmen dan kesungguhan Jawa Timur mendukung program prioritas Presiden. Pendidikan merupakan cara efektif memutus mata rantai kemiskinan.

“Dari 26 SR di Jawa Timur tersebut terdapat 2.450 siswa yang sudah menuntut ilmu di Sekolah Rakyat. Terima kasih kepada Menteri Sosial RI dan semua pihak maupun elemen yang sudah ikut berkontribusi dalam program SR di Jatim,” jelasnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan Jawa Timur sangat gencar memasifkan program Sekolah Rakyat. Karena inilah cara efektif memutus mata rantai kemiskinan.

“Alhamdulillah sejak program ini dirintis Tahun 2025 telah beroperasi 26 SR di Jatim. Saya meninjau langsung Sekolah Rakyat mulai di Surabaya hingga Pacitan,” tegasnya.

“Tentu tujuannya satu, kami ingin menyukseskan program Presiden Prabowo yang akan mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus efektif memutus mata rantai kemiskinan. Ke depan kami terus ikhtiarkan lagi supaya bisa lebih banyak anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, adil dan berpihak pada masyarakat rentan,” sambungnya.

Menurutnya, seiring dengan meningkatnya jumlah Sekolah Rakyat di Jawa Timur dan Indonesia, maka akan lebih banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang bisa mengakses pendidikan berkualitas.

Tak berhenti di sana. Di tahun 2026 ini sudah ada proses pengajuan 8 SR di Jatim. Saat ini semua sedang berproses dan akan menambah titik SR di Jatim.

“Ini menjadi tonggak penting penguatan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Indonesia yang rekrutmennya dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujarnya.

“Sejatinya ini adalah bagian dari cara memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Anak-anak bisa menuntut ilmu di sekolah berasrama yang seluruh kebutuhan siswa semuanya di tanggung negara,” terangnya.

BnnKhofifah juga menuturkan, hari ini, ratusan siswa dan tenaga pendidik Sekolah Rakyat dari berbagai wilayah di Indonesia turut hadir dan menampilkan pertunjukan menarik.

Dari Jawa Timur mengirimkan total 14 perwakilan murid terbaik SR ke Banjarbaru serta perwakilan Kepala Sekolah SR Jatim.

“Sebanyak 14 siswa itu merupakan mereka yang terpilih dari total ribuan siswa SR di Jatim. Mereka menyiapkan performance bersama siswa dari provinsi lainnya. Bahkan ada 1 siswi SRT 47 Malang unjuk kebolehan pidato bahasa Arab dan 1 siswi SRT 7 Probolinggo yang berpidato Bahasa Arab, mereka unjuk bakat langsung didepan Presiden Prabowo,” jelasnya.

“Ada juga tadi atraksi baris berbaris kolaborasi dari SR Kota Pasuruan bersama SD NU, Muhammadiyah, Kristen Protestan dan Hindu binaan Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur. Bahkan Komandan Peleton tadi dipuji oleh Presiden bahkan menurut Presiden _skill_nya tidak kalah dengan SMA Taruna Nusantara,” lanjutnya.

Khofifah kemudian merinci ke empat belas murid yang di kantaranya berasal dari SRT 47 Malang 1 anak, SRMP 28 Pasuruan 11 anak, SRT 8 Jombang 1 anak dan SRT 7 Probolinggo 1 anak.

“Semoga ke depan siswa-siswi SR Jatim bisa mencapai banyak prestasi. Sekolah Rakyat menjadi bukti negara hadir mengutamakan sektor pendidikan yang mampu menyiapkan pemimpin Generasi Emas 2045 khususnya dari Bumi Majapahit,” harapnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rasa terima kasih kepada semua K/L, lembaga maupun elemen yang telah menyukseskan program prioritas Presiden salah satunya Sekolah Rakyat.

“Saya hari ini sangat bahagia. Terima kasih semua K/L, lembaga, elemen, dukungan Bupati/ Walikota dan Gubernur yang telah bekerja keras mewujudkan langkah terobosan yang berani,” kata Presiden Prabowo.

“Saya terkesima dan terharu, sulit menahan air mata melihat anak-anak yang tadinya sulit sekolah sekarang mereka punya harapan. Tadi juga ada anak-anak yang pidatonya dalam beberapa bahasa, luar biasa,” imbuhnya.

Di akhir, Prabowo memastikan pemerintah akan berjuang bekerja keras supaya semua kekayaan negara bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, salah satunya lewat Sekolah Rakyat ini.

Di sisi lain, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyampaikan Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo dalam memutus rantai kemiskinan lewat sektor pendidikan.

Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan, Sekolah Rakyat sudah mulai beroperasi sejak tahun 2025. Hingga kini, total 166 lokasi Sekolah Rakyat rintisan dibuka secara bertahap mulai Juli, Agustus, dan September 2025.

“SR pada dasarnya adalah gagasan langsung dari Presiden Prabowo. 60 SR telah beroperasi Juli 2025, 37 titik pada Agustus, dan 66 titik di akhir September dan awal Oktober,” kata Gus Ipul.

“Total 166 titik yang tersebar di 34 Provinsi dan 131 Kabupaten Kota seluruh Indonesia. Keseluruhannya menampung 14.822 siswa, 2.218 guru dan 4.889 tendik. Ini wujud nyata gagasan Presiden, negara hadir membela yang lemah. Kami optimis SR jadi jembatan dimasa depan, merubah nasib, tidak hanya anaknya yang berdaya, tapi keluarganya juga naik kelas,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Gus Ipul juga menyanjung Gubernur Khofifah yang berkontribusi mengawal langsung Sekolah Rakyat bahkan hingga saat ini Jatim menjadi salah satu provinsi yang titik penyelenggaraan Sekolah Rakyatnya tertinggi dibanding provinsi lainnya.

“Terima kasih Ibu Khofifah, beliau yang mengawal langsung SR. Jawa Timur memang salah satu provinsi yang titik penyelenggaraan Sekolah Rakyatnya tertinggi dan pembangunannya ditahun ini juga cukup tinggi,” katanya. (Dwi Arifin)

MPP Siola dan SPP Surabaya Tahun 2025 Layani 267.879 Orang  

Pengunjung MPP Siola Surabaya.

SURABAYA-KEMPALAN: Pemkot Surabaya mencatat jumlah pengunjung Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola dan Sentra Pelayanan Publik (SPP) sepanjang tahun 2025 mencapai 267.879 orang. Angka tersebut menunjukkan masih tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan publik terpadu yang disediakan Pemkot Surabaya, meski sudah banyak yang beralih ke online.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Surabaya, jumlah pengunjung MPP Siola tercatat sebanyak 70.744 orang. Sementara itu, kunjungan ke SPP Menur mencapai 51.886 orang, SPP Joyoboyo 3.985 orang, SPP Pakal 3.211 orang, dan SPP Nambangan 4.367 orang.

Selain itu, layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat mencatat kunjungan sebanyak 121.732 orang. Adapun Klinik Investasi melayani 11.437 pengunjung, serta layanan drive-thru di SPP Menur dimanfaatkan oleh 517 warga.

Kepala DPM-PTSP Kota Surabaya Lasidi mengatakan, pihaknya bertugas mengkoordinasikan pelayanan perizinan dan peningkatan investasi, baik melalui MPP Siola maupun SPP yang tersebar di sejumlah wilayah.

“MPP Siola merupakan pusat pelayanan terpadu yang menghadirkan layanan dari 26 instansi, baik dari Pemkot Surabaya, instansi vertikal, maupun BUMN dan BUMD,” kata Lasidi, Senin (12/1).

Dari lingkup Pemkot Surabaya, layanan yang tersedia di MPP Siola antara lain DPM-PTSP, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan (DPRKPP) hingga Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker).

Sementara itu, instansi vertikal yang bergabung di MPP Siola meliputi Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktorat Jenderal Pajak, Polrestabes Surabaya, pengadilan, dan kejaksaan. “Adapun layanan BUMN dan BUMD antara lain Pos Indonesia, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Jatim, serta PDAM,” papar Lasidi.

Untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, Pemkot Surabaya juga menyediakan SPP di Menur, Joyoboyo, Nambangan, dan Pakal. Khusus di SPP Menur, DPM-PTSP menyediakan layanan drive-thru yang memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran retribusi Izin Pemakaian Tanah (IPT) maupun pengambilan Surat Keputusan IPT tanpa harus masuk ke gedung pelayanan.

“Layanan drive-thru ini kami siapkan untuk meningkatkan kemudahan dan efisiensi pelayanan. Ini nanti kita akan tambah lagi layanan-layanan yang lain yang bisa masuk di drive-thru,” ujar Lasidi.

Lasidi menyebut, di MPP Siola, Pemkot Surabaya melayani sekitar 1.428 jenis perizinan. Sebagian besar layanan telah terintegrasi secara daring melalui sistem Surabaya Single Window (SSW) Alpha dan Online Single Submission (OSS). “Jadi kita melayani sekitar 1.428 jenis perizinan dari Pemkot Surabaya, itu belum termasuk dari instansi-instansi vertikal,” bebernya.

Selain layanan tatap muka, DPM-PTSP juga menyediakan layanan konsultasi digital melalui WhatsApp “Takon Sobat” serta inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama “Si Pintar”. Aplikasi Si Pintar ini beroperasi selama 24 jam untuk memberikan informasi perizinan usaha dan non-usaha.

“Jadi misal ingin tanya berkas sampai mana, itu bisa tanya ke Takon Sobat, nanti petugasnya yang jawab. Kalau Takon Sobat ini beroperasi saat jam kerja, sedangkan Si Pintar beroperasi 24 jam,” jelas Lasidi.

Lasidi menambahkan, di MPP Siola juga tersedia layanan Klinik Investasi yang memberikan pendampingan bagi pelaku usaha. Mulai dari perencanaan usaha, perhitungan modal, hingga pengurusan perizinan. “MPP Siola saat ini menjadi MPP dengan pelayanan paling prima dan dinobatkan sebagai nomor satu se-Indonesia,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

RSUD Dr Soetomo Siap Jadi World Class Academic Medical Center

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat bertemu Menko PMK Pratikno dan Menkes RI Bidi Gunadi Sadikin di Jakarta, Minggu (11/1).

JAKARTA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno serta Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Minggu (11/1).

Dalam pertemuan tersebut Gubernur Khofifah didampingi Direktur RSUD Dr. Soetomo Prof. Cita RS. Prakoeswa, Ketua Prodi/ Program Director Bedah Saraf RSPPU Prof. Joni Wahyuhadi, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr. Soetomo Prof. Dr. Ahmad Suryawan, Wakil Direktur pendidikan profesi penelitian dan SDM RSUD Dr. Soetomo Damayanti Tinduh, serta Kepala Bidang Diklat Astindari.

Pertemuan ini menegaskan kesiapan RSUD Dr. Soetomo Surabaya (RSDS) dalam mengukuhkan perannya sebagai World Class Academic Medical Center sekaligus mengimplementasikan Program Pendidikan Dokter Spesialis berbasis rumah sakit (Hospital Based), yang merupakan program nasional Kementerian Kesehatan RI.

Khofifah menjelaskan, status World Class Academic Medical Center menempatkan RSUD Dr. Soetomo sebagai rumah sakit kelas dunia yang menjalankan fungsi pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjut secara terintegrasi dengan pendidikan kedokteran dan penelitian medis.

“Terlebih, penguatan layanan kesehatan, sumber daya manusia, serta kualitas tenaga medis yang dimiliki RSDS menjadi modal utama untuk mewujudkan standar tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov Jatim mendorong pelaksanaan Hospital Based sebagai bagian dari strategi pemerataan tenaga medis, khususnya dokter spesialis. Melalui skema ini, dokter akan mengabdi secara lebih terfokus di rumah sakit tempat mereka ditugaskan terutama di daerah 3 T (tertinggal, terluar, terpencil), sehingga terjadi pemerataan pelayanan kesehatan spesialistik di Indonesia.

“Kami berharap proses pendidikan profesi dokter spesialis berbasis Hospital Based dapat berjalan berdampingan dengan University Based di RSUD Dr. Soetomo,” kata Khofifah.

Menanggapi hal tersebut, Menko PMK Pratikno meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyusun masukan teknis agar pelaksanaan _Hospital Based_ dan _University Based_ dapat berjalan beriringan. Ia menegaskan akan mengoordinasikan hal ini dengan Kementerian Kesehatan guna memastikan kedua sistem pendidikan tersebut saling melengkapi.

“Kita akan melakukan telaah dan mendorong agar pelaksanaan Hospital Based dan University Based dapat berjalan bersama, sehingga RSUD Dr. Soetomo memperoleh perguruan tinggi mitra yang sesuai,” tegas Pratikno.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemprov Jawa Timur dalam mengoptimalkan program Hospital Based di RSUD Dr. Soetomo. Menurutnya, kebijakan ini memiliki tujuan strategis, salah satunya untuk mendorong pemerataan dokter spesialis di seluruh Indonesia.

“Kami siap mendukung terwujudnya Hospital Based di RSUD Dr. Soetomo,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya Prof. Cita R.S. Prakoeswa, menyampaikan bahwa saat ini RSDS telah bertransformasi menjadi World Class Academic Medical Center Hospital, dengan fungsi pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, dan penelitian medis yang berjalan secara terpadu.

RSDS juga mendukung penuh pelaksanaan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU), sejalan dengan Permenkes Nomor 31 Tahun 2022 tentang pelaksanaan PP Nomor 93 Tahun 2015 mengenai Rumah Sakit Pendidikan.

Sebagai RSPPU, RSUD Dr. Soetomo menjalankan fungsi pelayanan, pendidikan, dan penelitian secara terintegrasi, tidak hanya dalam pendidikan kedokteran dan kedokteran gigi, tetapi juga pendidikan berkelanjutan dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi.

Ke depan, RSDS akan mengoptimalkan pendidikan profesi dokter spesialis berbasis Hospital Based, khususnya pada program studi bedah saraf. Hingga saat ini, RSUD Dr. Soetomo telah meluluskan lebih dari 170 dokter spesialis bedah saraf yang kini tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Prof. Cita menjelaskan, Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis Hospital Based merupakan kebijakan Kementerian Kesehatan yang sangat relevan untuk menjawab tantangan pemerataan tenaga kesehatan. Salah satu kendala utama selama ini adalah tingginya biaya pendidikan yang harus ditanggung calon dokter spesialis.

“Melalui sistem pendidikan profesi Hospital Based, para calon dokter spesialis dapat menempuh pendidikan tanpa dibebani biaya pendidikan,” jelasnya.

Dalam program ini, peserta berstatus sebagai tenaga kontrak di rumah sakit tempat mereka menjalani pendidikan. Selain memperoleh pengalaman klinis secara langsung, mereka juga menerima manfaat berupa gaji bulanan serta beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Kami akan mendukung penuh pelaksanaan program Hospital Based yang diimplementasikan di RSUD Dr. Soetomo sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan pemerataan layanan kesehatan nasional,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.