Sabtu, 16 Mei 2026, pukul : 19:42 WIB
Surabaya
--°C

“False Flag” Ala Donald Trump?

Seorang influencer media sosial Debra Lea mengklaim bahwa sistem penjagaan dan keamanan pada Acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih ketika itu tidak memiliki standar keamanan yang ketat. Ini di luar kebiasaan.

Oleh: Mochamad Toha

KEMPALAN: Jurnalis Amerika menilai, Presiden Donald Trump tengah memainkan false flag untuk menutupi pamor Trump selepas kekalahan perang dengan Iran.

Publik dan Jurnalis Amerika tidak begitu percaya peristiwa malam itu bisa terjadi mengingat begitu ketatnya penjagaan keamanan Trump.

Perhatikan video yang sudah beredar di berbagai media. Lihat detik-detik sebelum penembakan adalah bukti yang jelas dari pertunjukan palsu malam itu!

Tepat sebelum Trump dilarikan dari panggung… seorang pria mengangkat kartu! Sepertinya dia mungkin telah memberi sinyal sesuatu pada orang lain! Satu detik kemudian, Melania, istri Donald Trump bereaksi dengan ekspresi horor palsu yang berlebihan di wajahnya!

Pemandangan ironis dipertontonkan oleh Pete Hegseth. Menteri Pertahanan AS ini terlihat santai dan tak ada rasa takut di tengah-tengah para tamu yang tiarap ketakutan.  

False flag ala Presiden Trump ini semakin tampak ketika sebelum acara malam grand dinner berlangsung, Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt menyebut, ”Akan ada beberapa Tembakan Yang Ditembak Malam Ini” merujuk pada pidato Trump di makan malam Koresponden Gedung Putih.

Apakah peristiwa ini adalah kebetulan atau isyarat yang mengganggu? Jadi, wajar jika publik dan jurnalis Amerika tak percaya jika penembakan itu ditujukan kepada Donald Trump. Tujuannya jelas, Presiden Trump sedang mencari empati.

Seorang influencer media sosial Debra Lea mengklaim bahwa sistem penjagaan dan keamanan pada Acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih ketika itu tidak memiliki standar keamanan yang ketat. Ini di luar kebiasaan.

Cole Allen

Laporan sementara mepnyebut, sang pelaku penembakan adalah Cole Allen dari California, jebolan University of Calfornia yang berprofesi sebagai seorang Guru paruh waktu.

Sebelumnya, 25 April 2026, nama resmi penembak belum dirilis oleh lembaga penegak hukum federal seperti FBI atau Dinas Rahasia.

Namun, beberapa laporan media telah mengidentifikasi tersangka berdasarkan sumber jurnalistik:

Fox News dan kolumnis New York Post Karol Markowicz telah mengidentifikasi tersangka sebagai Cole Tomas Allen, seorang pria berusia 31 tahun (beberapa laporan mengatakan 30) dari Torrance, California.

Sementara nama tersebut beredar, pihak berwenang sendiri belum secara resmi mengkonfirmasi identitas ini.

FBI hanya mengonfirmasi bahwa satu tersangka laki-laki ditangkap di dekat area penyaringan magnetometer di Washington Hilton.

Masih ada informasi yang bertentangan tentang kondisi penembak. Sementara Presiden Trump dan Dinas Rahasia menyatakan bahwa penembak “ditangkap” atau “dalam tahanan”, sumber-sumber lain di awal malam melaporkan tersangka ditembak dan dibunuh di tempat kejadian.

Belajar dari peristiwa yang mengarah pada false flag ala Presiden Trump tersebut, tampaknya Amerika harus “berguru” lagi kepada Negara yang sering melakukan praktik serupa yang mengorkankan rakyatnya.

*) Mochamad Toha, Wartawan

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.