Selasa, 21 April 2026, pukul : 23:03 WIB
Surabaya
--°C

62 “Kartini Masa Kini” Terima Tali Asih dari DPRD Jatim

Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni menyerahkan tali asih kepada 62 perempuan pada peringatan Hari Kartini 2026, Selasa (21/4).

SURABAYA-KEMPALAN:  Tepuk tangan itu terdengar lebih lama dari biasanya. Bukan sekadar seremoni, melainkan penghormatan tulus untuk 62 perempuan yang selama ini mungkin jarang tersorot, namun diam-diam memberi arti besar bagi sekitarnya.

Di peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar DPRD Provinsi Jawa Timur, Selasa (21/4), suasana hangat terasa sejak awal acara. Satu per satu perempuan dari berbagai latar belakang maju ke depan, menerima tali asih sebagai simbol apresiasi. Mereka disebut “Kartini Masa Kini”—bukan karena kesempurnaan, melainkan karena keteguhan dalam menjalani peran hidup.

Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Di hadapan para perempuan itu, ia melihat refleksi semangat R.A. Kartini yang tak pernah benar-benar padam.

“Kalau melihat semangat Kartini masa kini hari ini, saya jadi campur haru dan bangga,” ujarnya lirih.

Bagi Sri Wahyuni, perjuangan Kartini bukan lagi sekadar cerita dalam buku sejarah. Ia hidup dalam sosok ibu rumah tangga yang tetap berdaya, pekerja yang tak kenal lelah, hingga perempuan-perempuan yang terus bertahan di tengah keterbatasan.

“Ini bukan sekadar simbol, tetapi wujud nyata penghormatan atas kerja keras, perjuangan, dan pengabdian panjenengan semua,” tambahnya.

Di antara para penerima, ada yang datang dengan cerita panjang tentang perjuangan hidup—tentang menghidupi keluarga, tentang bertahan dalam kesulitan, hingga tentang memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Tak sedikit yang tampak menahan haru saat menerima bingkisan sederhana yang terasa begitu berarti.

Sekretaris DPRD Jatim Ali Kuncoro menyebut bahwa rangkaian peringatan Kartini tahun ini memang dirancang lebih membumi. Sehari sebelumnya, Dharma Wanita Persatuan (DWP) menggelar lomba battle pantun dan peragaan busana, menghadirkan keceriaan sebelum puncak acara yang penuh makna.

“Hari ini kita mengundang 62 Kartini masa kini untuk diberikan bingkisan dan tali asih yang diserahkan langsung oleh pimpinan dan anggota perempuan DPRD Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Namun lebih dari sekadar seremoni, Ali menegaskan bahwa semangat yang ingin dihidupkan adalah gagasan besar Kartini tentang kemandirian dan kesetaraan perempuan.

“Kita ingin mengenang bahwa Kartini selalu bermimpi bagaimana wanita Indonesia itu bisa berdikari, memperoleh kesetaraan, dan tentu punya kemampuan yang berdaulat,” tandasnya.

Di akhir acara, senyum dan pelukan menjadi penutup yang sederhana, tapi hangat. Hari itu, di ruang DPRD Jatim, Kartini tidak lagi hanya dikenang. Ia hadir, hidup, dan menjelma dalam diri perempuan-perempuan yang terus berjuang tanpa banyak sorotan. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.