Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 10:41 WIB
Surabaya
--°C

Rencana Menjatuhkan Prabowo?

Pemilihan melalui proses musyawarah bil hikmah oleh 1.000 wakil-wakil rakyat di MPR bukan perjudian, tapi sangat elaboratif yang bagi bandit dan bandar politik justru tidak dikehendaki.

Oleh: Daniel Mohammad Rosyid

KEMPALAN: Dulu Joko Widodo, sekarang Prabowo Subianto yang oleh sebagian mahasiswa, dan segelintir elit penunggang demokrasi dituding sebagai sumber masalah bangsa ini; bukan partai politik.

Padahal Noam Chomsky mengatakan bahwa partai politik adalah organisasi yang paling berbahaya di planet ini. Teriakan “Hidup Jokowi!” oleh Prabowo dijadikan bukti bahwa Prabowo podho wae, sehingga harus dijatuhkan dengan mengulang reformasi mbelgedhes 1998.

Berbagai program andalan Prabowo seperti MBG, dan BoP dijadikan gorengan yang laris manis di jagad medsos.

Prabowo telah terpilih pada Pilpres langsung 2024. Baik Anies Baswedan maupun Ganjar Pranowo serta pendukungnya seharusnya tetap menghormati president elect Prabowo. Tidak membiarkan tradisi ngampret dan nyebong berlangsung terus.

Sebaiknya kedua mantan capres ini segera memberi nasehat pada Syaiful Mujani, Islah Bahrawi, Fery Amsari, dan Ray Rangkuti agar tidak sok paten menganjurkan penggulingan Prabowo di luar prosedur pemakzulan.

Kita tahu Pilpres langsung ala UUD 10/8/2002 banyak cacatnya. Presiden terpilih adalah hasil kompromi elit parpol. Transaksional. Jokowi adalah contoh nyaris sempurna hasil Pilpres langsung itu.

Oleh kaum sekuler liberal dan kiri radikal penggusur UUD 18/8/1945 Jokowisme telah disederhanakan menjadi hanya sekedar persoalan personal, bukan sistemik konstitusional.

Kaum sekuler radikal ini menolak mengakui bahwa UUD hasil amandemen ini acakadut dan reformasi telah gagal total.

Prabowo bukanlah Presiden yang sempurna. Siapa yang sempurna? Dia juga mewarisi pliket Jokowi. What do you expect? Bagi umat Islam, paling tidak Prabowo tidak lagi menjadikan Islam sebagai musuh.

Tidak ada lagi narasi islamophobik. Tetapi Prabowo sudah tua, dan waktu tidak berpihak padanya.

Oleh karena itu, lebih baik Prabowo didukung agar berani dan mampu lepas secara bertahap dari pliket Jokowi yang sudah berjalan 10 tahun lebih, dan 20 tahun lebih jagad politik liberal yang menyuburkan duitokrasi dan korporatokrasi. 

Justru karena duitokrasi itulah prosedur menjatuhkan presiden hasil Pilpres langsung dibuat njlimet oleh perancang UUD 10/8/2002. Mujani dkk ternyata kaget melihat kenyataan ini.

Ongkos nyapres langsung mahal sekali sebagian, karena nyapres langsung adalah judi besar dari proses asal coblos massal oleh 160 juta pemiliah yang rationally ignorant.

Pemilihan melalui proses musyawarah bil hikmah oleh 1.000 wakil-wakil rakyat di MPR bukan perjudian, tapi sangat elaboratif yang bagi bandit dan bandar politik justru tidak dikehendaki.

Umat Islam Indonesia sudah lama kehilangan selera politik. Beda dengan kaum Syiah Iran dan Thaliban di Afghanistan.

Sikap umat Islam sebaiknya jelas: mendorong agar sebagai bangsa kita memilih konservasi nilai-nilai bersama kesepakatan ulama dan cendekia pendiri bangsa dalam UUD 18/8/1945.

Kemudian inovasi melalui amandemen bisa dilakukan hanya dengan addendum, dan melalui GBHN, serta UU yang sejiwa dengan Konstitusi.

Alih-alih menganjurkan penjatuhan presiden Prabowo, lebih gentleman jika Mujani, Bahrawi, dan Amsari mendirikan partai politik dan atau cukup bernyali maju nyapres pada Pilpres 2029 melalui MPR.

*) Daniel Mohammad Rosyid, Guru Besar ITS, MPUII-PTDI Jawa Timur

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.