Minggu, 19 April 2026, pukul : 18:37 WIB
Surabaya
--°C

Seminar di Kapal Perang, Ikhtiar Memperkuat Ketahanan Kesehatan Nasional

SURABAYA-KEMPALAN: Suasana berbeda tampak di kawasan Markas Komando Armada II (Koarmada II), Ujung Surabaya, Minggu (12/4/2026). Sebuah tenda besar berdiri di atas geladak kapal perang, dikelilingi barisan bendera negara, menjadi lokasi berlangsungnya Seminar Nasional Global Health Security yang mempertemukan unsur militer, pemerintah, akademisi, hingga masyarakat sipil.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh RSPAL dr. Ramelan bekerja sama dengan Perkumpulan Kedokteran Militer (Perdokmil), dengan tema “Kesiapsiagaan dan Kolaborasi Lintas Sektor dalam Menghadapi Ancaman Biologis dan Pandemi untuk Ketahanan Nasional.”

Berdasarkan undangan resmi panitia, seminar ini dilaksanakan di atas KRI dr. Soeharso 990, kapal rumah sakit milik TNI AL, dan dihadiri sekitar 200 peserta lintas sektor .

Simbol Kolaborasi Sipil-Militer

Pelaksanaan seminar di atas kapal perang bukan sekadar pilihan lokasi, melainkan simbol kuat kolaborasi sipil-militer dalam menghadapi ancaman kesehatan global.

Sejak pagi, peserta mulai berdatangan. Sebagian mengenakan batik, sebagian lain berseragam dinas militer dan tenaga kesehatan. Di dalam tenda, suasana tampak dinamis. Sejumlah tamu berdiri, mengabadikan momen pembukaan dengan telepon genggam, sementara di sisi panggung tampak tarian penyambutan khas daerah.

Kapal KRI dr. Soeharso 990, yang dikenal sebagai kapal rumah sakit dengan fungsi kemanusiaan, menjadi representasi nyata peran militer dalam respon bencana dan krisis kesehatan.

Dalam rundown acara disebutkan, kegiatan diawali dengan pemutaran video tentang peran kapal tersebut dalam misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana .

IBK Hadir dalam Forum Strategis Nasional

Dalam forum strategis ini, IBK – Indonesia Berbagi Kebaikan turut mendapat kehormatan sebagai undangan resmi.

Undangan tersebut ditujukan kepada Direktur 2 IBK, Drs. Slamet Sugianto, yang kemudian diwakili kehadirannya oleh Direktur 1 IBK Pusat, Ir. Fatkhul Hidayat.

Kehadiran IBK dalam forum ini merupakan bagian dari upaya memperluas sinergi antara organisasi sosial kemanusiaan dengan ekosistem kesehatan nasional, khususnya dalam menghadapi potensi krisis kesehatan berbasis bencana dan ancaman biologis. Di tengah IBK yang keberadaannya menjadi satu Holding Company dengan BWA lagi menjalankan kegiatan kemanusiaan dengan RS Kapal Kesehatan Joserijalnya.

Undangan kepada IBK sendiri disampaikan langsung oleh Ketua Panitia sekaligus Ketua Perdokmil Jawa Timur, Laksamana Pertama (Purn) TNI AL, Dr. drg. Nora Lelyana, M.HKes., FICD, sebagaimana tercantum dalam dokumen resmi kegiatan .

Menghadapi Ancaman “Disease X”

Seminar ini mengangkat isu strategis global health security yang semakin relevan pascapandemi COVID-19. Dalam sesi panel, sejumlah pembicara menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman biologis, termasuk potensi munculnya “Disease X”—istilah untuk penyakit baru yang belum teridentifikasi.

Salah satu sesi kunci membahas:

  • Peran pertahanan dalam global health security
  • Relevansi riset harm reduction dalam kesehatan militer
  • Antisipasi ancaman biologi dan pandemi masa depan

Topik tersebut dipaparkan oleh para akademisi dan praktisi kesehatan, termasuk keynote speech yang menekankan bahwa ketahanan kesehatan merupakan bagian integral dari ketahanan nasional .

Momentum Penguatan Perdokmil Jawa Timur

Selain seminar, kegiatan ini juga menjadi momentum pengukuhan pengurus Perdokmil Jawa Timur. Organisasi yang baru diresmikan pada Oktober 2024 ini tidak hanya menaungi dokter militer, tetapi juga berbagai profesi yang berkomitmen pada pengembangan kedokteran militer di Indonesia .

Hadir dalam kegiatan ini berbagai unsur strategis, mulai dari pejabat TNI/Polri, pimpinan rumah sakit, akademisi, hingga instansi pemerintah, termasuk perwakilan organisasi sosial seperti IBK.

Kehadiran lintas sektor ini memperkuat pesan utama kegiatan: bahwa tantangan kesehatan global tidak bisa dihadapi secara sektoral, melainkan membutuhkan sinergi nasional.

Dari Geladak Kapal ke Ketahanan Nasional

Di sela kegiatan, peserta juga mengikuti tur kapal, melihat langsung fasilitas medis dan operasional di dalam KRI dr. Soeharso. Aktivitas ini memberi perspektif nyata tentang bagaimana kekuatan militer dapat berperan dalam operasi kemanusiaan.

Dari geladak kapal, terlihat jelas bahwa pendekatan keamanan kini tidak lagi semata berbasis militer, tetapi juga mencakup dimensi kesehatan.

Seminar ini menegaskan satu hal penting : di era ancaman biologis dan pandemi global, ketahanan kesehatan adalah bagian tak terpisahkan dari pertahanan negara.[]

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.