Minggu, 19 April 2026, pukul : 00:32 WIB
Surabaya
--°C

Qatar Perintahkan Amerika Tarik Pasukannya

DOHA-KEMPALAN: Keputusan Qatar untuk menarik pasukan AS menjadikannya negara Teluk pertama yang melakukannya.

Pemerintah Qatar dilaporkan resmi mengusir pasukan militer Amerika Serikat (AS) dan menghentikan penggunaan pangkalan udara Al-Udeid, menyusul ketegangan regional di mana AS dianggap menggunakan wilayah Qatar untuk menyerang Iran.

Keputusan ini diambil untuk melindungi kedaulatan Qatar dan juga menegaskan penolakan wilayahnya dijadikan basis untuk menyerang negara tetangga.

Pengusiran Pasukan: Qatar secara resmi meminta pasukan AS untuk keluar dari pangkalan militer, yang menandai berakhirnya penggunaan Pangkalan Udara Al-Udeid oleh AS sebagai pangkalan militer terbesar di Timur Tengah.

Alasan Keamanan: Langkah ini diambil setelah pangkalan tersebut digunakan AS untuk menargetkan Iran, yang memicu serangan balasan dari Iran ke wilayah Qatar.

Pergeseran Geopolitik: Qatar menuduh AS memprioritaskan kepentingan Israel dan melanggar komitmen keamanan di kawasan tersebut.

Tindakan Terhadap Iran: Secara terpisah, Qatar sempat mengusir diplomat militer Iran karena tindakan agresif, namun secara keseluruhan, situasi ini meredefinisi hubungan Qatar dengan negara tetangganya.

Keputusan ini dinilai sebagai perubahan signifikan dalam peta kekuatan militer di Teluk Persia.

Bahwa Qatar telah secara resmi mengumumkan penarikan pasukan militer AS dari wilayah Teluk, sehingga menjadi negara Teluk pertama yang melakukannya.

Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyatakan bahwa negaranya telah membayar harga yang mahal untuk menjadi tuan rumah pasukan asing.

Menteri Luar Negeri Qatar yang juga Perdana Menteri itu menegaskan kembali tekad tersebut sambil menggambarkan hubungan Qatar dengan Iran sebagai “persaudaraan”, dan menegaskan kembali tekadnya bahwa wilayah Qatar tidak akan pernah lagi digunakan untuk merusak hubungan tersebut.

Menurut Menteri Luar Negeri Qatar, Amerika Serikat telah melanggar janji-janji yang dibuat dengan Qatar dan terus-menerus memprioritaskan kepentingan Israel.

Akibatnya, Qatar harus menanggung kerugian yang sangat besar. Menurut Qatar, “Jika Amerika Serikat benar-benar memperhatikan kepentingan Qatar, mereka akan menghormati keputusan kami untuk tidak menyerang negara lain, tetapi pada kenyataannya adalah mereka hanya menggunakan wilayah Qatar untuk kepentingan Israel.”

Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menambahkan, ia berharap negara-negara Teluk lainnya (GCC) juga akan mengikuti jejak ini.

Mereka akan mengakhiri pembicaraan dengan menekankan bahwa ketika dunia memahami taktik-taktik Zionis, barulah jalan menuju perdamaian akan terbuka.

Dalam gambaran keseluruhan ini, Iran muncul sebagai pemenang. Qatar tidak hanya memutuskan hubungan “persaudaraan” dengan Iran , tetapi juga tela menegaskan bahwa wilayah Qatar tidak akan digunakan untuk melawan Iran.

Keputusan ini bukan sekadar penarikan militer, melainkan awal dari era baru. Jika negara-negara Teluk lainnya juga mengikuti jejak Qatar, hal ini akan menandai akhir dari garis pertahanan Israel dan dominasi Amerika. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.