Selasa, 5 Mei 2026, pukul : 19:53 WIB
Surabaya
--°C

Media “Fox News” Melakukan Kebohongan Publik

TEHERAN-KEMPALAN: Berdasarkan informasi dari Fox News, Amerika Serikat mengklaim telah berhasil mengevakuasi pilot F-15 yang tersisa, mereka mengklaim telah membawa pilot tersebut keluar dari wilayah Iran.

Pilot dikabarkan dalam keadaan tidak stabil dan mengalami cidera, beberapa regu penyelamat juga mengalami cidera akibat bentrokan dengan milisi Iran.

Menurut laporan FoxTV tersebut dapat kita simpulkan beberapa hal terkait jalannya operasi penyelamatan, antara lain:

Bahwa operasi militer dilakukan saat malam hari, di mana Amerika memiliki keunggulan secara teknis. Mereka memiliki peranti penglihatan malam (night vision) dan pemindai panas sehingga efektif dipergunakan untuk mendeteksi pergerakan lawan di tengah cuaca dingin dan gelapnya malam.

Amerika mengklaim, tim penyelamat diterjunkan seiring dengan bantuan tembakan dari udara untuk mecegah milisi Basij mendekati posisi pilot.

Sistem pertahanan udara Iran tidak berhasil menyapu pesawat yang berhasil melindungi tim penyelamat, sehingga tidak berhasil meraih keunggulan di darat. Meskipun sempat menembak jatuh helikopter dan pesawat angkut C-130, jika benar awak F-15 berhasil diselamatkan maka kegagalan ada di pihak Iran.

Kendati demikian meski belum ada rilis resmi dari IRGC yang mengkonfirmasi klaim pihak AS. Namun, IRGC telah merilis video testimoni pilot pesawat F-15 yang jatuh tersebut.

Amerika mengklaim, beberapa informasi mengatakan bahwa tim penyelamat sudah berhasil membawa pulang pilot F-15, saat dia terjebak di tengah-tengah kepungan milisi Iran.

Publik mempertanyakan ketidakhadiran IRGC di TKP.

Secara taktis, bila laporan FoxTV benar telah mengevakuasi pilot adalah misi utama yang harus dilaksanakan dengan sukses, namun bukan berarti semua pasukan penyelamat musti ditarik keluar juga.

Akan lebih baik jika pasukan itu dipertahankan untuk meraih keunggulan darat sambil menunggu kedatangan pasukan bantuan yang lebih besar lagi. Sementara itu, pasukan udara terus memberikan bantuan tembakan demi menjaga perimeter pertahanan pasukan di darat.

Dengan begitu invasi darat bisa segera mulai dilancarkan dengan menguasai pegunungan di Barat Laut Iran.

Jika Amerika menarik pasukannya yang sempat meraih keunggulan di darat, itu artinya mereka masih belum optimis untuk bisa melancarkan invasi darat.

Eskalasi darat terjadi dalam rangka perebutan pilot Amerika antara warga lokal yang didukung oleh milisi Basij melawan pasukan khusus Amerika itu.

Sebelumnya, warga lokal melihat sebuah objek terbang berhasil dihantam oleh pihak Iran, warga lokal bersama militer Iran terus menghujani posisi pasukan elit Amerika.

Iran memang menargetkan untuk menangkap lebih banyak tentara Amerika untuk dijadikan alat pertukaran dengan 11.000 tawanan Palestina yang akan dieksekusi oleh otoritas zionis Israel. Sebuah langkah cerdik Iran. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.