Jumat, 22 Mei 2026, pukul : 13:22 WIB
Surabaya
--°C

Hasil Final Four Proliga 2026 Terkini: Bhayangkara Presisi Kian Bertaji, Satu Kaki di Takhta Juara Putaran Pertama, Garuda Jaya Kian Terbenam

SURABAYA-KEMPALAN:  Raksasa voli putra tanah air, Jakarta Bhayangkara Presisi, menegaskan statusnya sebagai kandidat terkuat penguasa Proliga 2026. Sang juara bertahan tampil tanpa celah saat melumat Jakarta Garuda Jaya dalam kemenangan telak 3-0 (25-18, 25-14, 25-17) pada laga kedua Final Four di Jawapos Arena, Surabaya, Sabtu (4/4).

Hasil ini membuat skuad asuhan Reidel Toiran berada di ambang juara putaran pertama Final Four. Sebelumnya, tim milik Korps Bhayangkara ini juga sukses menghancurkan perlawanan Surabaya Samator dengan skor serupa. Dominasi absolut ini menjadi “sinyal merah” bagi kontestan lain bahwa takhta juara musim ini masih dijaga ketat oleh sang petahana.

Dominasi Tanpa Ampun
Sejak peluit pertama dibunyikan, Bhayangkara langsung mengaktifkan mode penghancur. Maestro lapangan Nizar Zulfikar memimpin orkestra serangan yang dieksekusi dengan dingin oleh Agil Angga, Martin Atanasov, dan Bardia Saadat. Meski Garuda Jaya yang dimotori talenta muda seperti Dawuda dan Movsar Bataev sempat memberikan perlawanan di awal set, mereka seolah menabrak tembok beton. Kematangan Nizar dalam mengatur ritme memastikan set pertama dikunci 25-18.

BACA JUGA  Surabaya Juara Umum Kejurprov IPSI Jatim 2026, Pasuruan Tempel Ketat hingga Akhir

Memasuki set kedua, laga berubah menjadi “pelajaran voli” bagi Garuda Jaya. Bhayangkara mencatatkan keunggulan brutal 8-0 di awal laga. Meski pelatih Nur Widayanto mencoba melakukan intervensi melalui time out, momentum Bhayangkara sudah tak terbendung. Agil Angga dkk tampil nyaris tanpa cela, menutup set kedua dengan margin mencolok 25-14.

Eksperimen di Tengah Dominasi
Keunggulan dua set tidak membuat intensitas menurun. Reidel Toiran bahkan mulai melakukan rotasi dengan memasukkan Hernanda Zulfi. Menariknya, kualitas serangan Bhayangkara tetap berada di level tertinggi. Sempat terjadi kejar-mengejar angka hingga 10-10, namun pengalaman berbicara saat poin-poin krusial. Kombinasi serangan blok dan smes keras dari Gumilar serta Atanasov akhirnya menyudahi perlawanan Garuda Jaya dengan skor 25-17 di set pamungkas.

BACA JUGA  RPH Surabaya Catat 143 Pendaftar Kurban 2026, Targetkan Tembus 200 Ekor

Evaluasi dan Ambisi
Usai laga, pelatih Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengakui rapuhnya fondasi timnya menghadapi tekanan servis lawan. “Receive kami hancur. Servis lawan benar-benar merusak permainan. Ada masalah komunikasi antara tosser dan pemain lain yang belum sinkron,” keluhnya dengan nada kecewa.

Di kubu pemenang, Reidel Toiran mengungkapkan bahwa kemenangan ini bukan sekadar mengejar poin, melainkan bagian dari eksperimen taktis. “Hari ini kami mencoba berbagai komposisi pemain sebagai persiapan menghadapi laga krusial selanjutnya di Final Four,” tegasnya dingin.

Nizar Zulfikar, sang kapten, menambahkan bahwa instruksi untuk bermain lepas menjadi kunci keberingasan timnya di lapangan. Dengan performa seganas ini, sulit membayangkan ada tim yang mampu membendung laju Bhayangkara Presisi menuju podium tertinggi.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)


forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.