Sergapan di Indonesia tersebut adalah bagian dari Strategi Dunia Mossad yang menyesatkan untuk mewujudkan Israel Raya yang saat ini sedang mendapatkan perlawanan terkait sedang berlangsungnya perang Iran melawan AS dan Israel.
Oleh: Sutoyo Abadi
KEMPALAN: Dalam dunia intelijen dikenal istilah False flag Operation atau operasi bendera palsu, yaitu operasi rahasia yang telah dilakukan oleh pihak sendiri untuk membuat seolah-olah pihak lain yang melakukannya.
Biasanya operasi untuk membenarkan tindakan tertentu dari pihak sendiri atau mengalihkan fokus perhatian, pengalihan issue, atau menyalahkan pihak tertentu atas perbuatan jahat yang dilakukan tersebut, atau menjebak pihak tertentu atas apa yang dilakukan oleh pihak sendiri.
Sangat terasa operasi bendera palsu ini sedang digunakan untuk membangkitkan simpati terhadap perjuangan Amerika Serikat dan Israel.
Operasi bendera palsu atau False Flag Operation ini lazim digunakan dalam dunia intelijen, baik pada masa peperangan militer maupun pada masa damai dalam dunia politik yang kotor dan kejam.
Di Indonesia peran Mossad yang agent merusak mental Umat Islam sudah lama masuk ke Indonesia, sekarang ini sepertinya sedang melakukan operasi khusus menyebarkan informasi palsu dan adu domba khususnya untuk Umat Islam.
Mossad Israel – Amerika Serikat telah berhasil melumpuhkan Presiden Prabowo Subianto yang terpaksa harus berantakan dengan konstitusi bebas aktif (sebagai negara Non Blok).
Strategi lanjutkan menebar issue palsu setelah berhasil memperdayai Presiden Prabowo dipaksa masuk Board of Peace (BoP), organisasi yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump, sebuah jebakan anomali berdalih menangani isu perdamaian di Timur Tengah.
Mossad menjebak Indonesia masuk Agreement Reciprocal Trading (Agreement on Reciprocal Trade), sebuah kejadian tragis tanpa perang Indonesia ditaklukkan oleh AS.
Mossad cukup ahli menguasai media massa dengan dukungan finansial yang sangat besar sedang menanam ranjau false flag operation issue Syiah kontra Sunni kembali dikobarkan (Syiah bukan Islam, mengancam negara Islam, bahkan tega mengatakan Iran pembunuh rakyat sipil dll).
Sergapan di Indonesia tersebut adalah bagian dari Strategi Dunia Mossad yang menyesatkan untuk mewujudkan Israel Raya yang saat ini sedang mendapatkan perlawanan terkait sedang berlangsungnya perang Iran melawan AS dan Israel.
Dalam skala global, kita sedang menyaksikan ulang siapa yang akan berperan sebagai Glyndwr Michel, siapa yang akan berperan sebagai Charles dan Ewen (petugas intelijen yang mahir mendandani mayat).
Siapa yang akan berperan sebagai Adolf Clauss, siapa yang akan jadi Hitler yang memakan umpan dan siapa yang akan jadi Churcill yang menikmati kemenangan.
Semua di atas adalah sejarah pertarungan agent Mossad yang di-back up CIA (Central Intelligence Agency), Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) terus-menerus bertarung di muka bumi (dunia) untuk menebar bendera palsu yang menyesatkan, demi cita-cita terciptanya Israel Raya.
*) Sutoyo Abadi, Koordinator Kajian Politik Merah Putih

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi