SURABAYA – KEMPALAN : Di balik kerasnya latihan fisik dan teknik di lapangan voli, Gribin Volleyball Club (Gribin Club) Surabaya menyimpan sisi religius yang mendalam. Memasuki bulan suci Ramadhan 1447H, klub yang bermarkas di wilayah Barat Surabaya ini tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter pemain melalui aksi nyata berbagi empati.
Lebih dari sekadar menyediakan dan membagikan takjil. Tahun ini Gribin Volleyball Club melakukan aksi yang menyentuh hati dengan terjun langsung membawa paket sembako gratis dari rumah ke rumah warga di sekitar lokasi lapangan.

Pendidikan Karakter Berbasis Empati
Saat ini, PBV Gribin volleyball club Surabaya membina sekitar 180 pemain, mulai dari usia dini hingga kategori prestasi 17-20 tahun. Bagi manajemen, Ramadhan adalah momentum “pesantren lapangan” untuk menanamkan jiwa sosial kepada para atlet muda.
Head Coach Gribin, Johanes Puguh Dwi Ananta, menegaskan bahwa menjadi atlet hebat tidak cukup hanya dengan otot dan otak, tapi juga harus memiliki hati.
“Kami ingin anak-anak didik kami tidak hanya jago smash atau blocking, tapi juga jago merasakan penderitaan sesama. Melihat langsung kondisi warga saat mengantar sembako door-to-door adalah pelajaran hidup yang tidak didapatkan di lapangan voli,” ujar Coach Johanes.
Sentuhan Tokoh Masyarakat
Aksi nyata ini mendapat apresiasi luar biasa dari lingkungan sekitar. Bapak Avon, salah satu tokoh kunci di balik eksistensi Gribin Volleyball Club, menyebutkan bahwa klub ini didirikan dengan semangat kekeluargaan.
“Gribin adalah wadah pembinaan yang inklusif. Kami mendidik mereka sejak dini untuk mengerti arti berbagi. Di bulan Ramadhan 1447H ini, kami ingin keberadaan klub dirasakan langsung manfaatnya oleh warga sekitar, terutama yang sangat membutuhkan,” ungkap Pak Avon.

Senada dengan hal tersebut, Bapak Suryanto, tokoh masyarakat Babat Jerawat, memberikan kesaksiannya mengenai dampak positif klub ini terhadap lingkungan.
“Gribin bukan sekadar klub olahraga, mereka adalah bagian dari keluarga besar Babat Jerawat. Melihat anak-anak muda pemain voli ini rela blusukan mengantar sembako ke rumah warga yang tidak mampu benar-benar memberikan harapan baru bagi pembinaan generasi muda kita,” kata Pak Suryanto.
Mengetuk Pintu, Mengetuk Hati

Pemandangan para atlet muda yang masih mengenakan atribut olahraga saat memanggul beras dan paket sembako menyusuri gang-gang sempit menjadi pemandangan yang mengharukan. Mereka tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga sapaan ramah dan doa bagi warga lansia dan keluarga prasejahtera.
Dengan metode pendidikan berbasis empati ini, Gribin Volleyball Club membuktikan bahwa jalur prestasi olahraga bisa berjalan beriringan dengan nilai-nilai religius dan kepedulian sosial yang tinggi.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi