Presiden Amerika Serikat Donald Trump ketila berpidato di Gedung Putih, Sabtu (28/2) malam. (Foto: X.com)
WASHINGTON-KEMPALAN: Dunia internasional tersentak. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengumumkan upaya perubahan rezim (regime change) di Iran melalui pidato langsung dari Gedung Putih, malam tadi.
Dalam pernyataan yang sangat agresif tersebut, seperti pidatonya yang dikutip dari X.com, Trump memberikan ultimatum terakhir kepada militer Iran dan pesan khusus bagi rakyat sipil di Teheran.
Ultimatum untuk Tentara Iran dan IRGC.
Trump mengawali pidatonya dengan tekanan langsung kepada personel militer Iran dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Ia menawarkan imunitas sebagai imbalan atas penghentian perlawanan.
”Letakkan senjata kalian malam ini dan kalian akan mendapatkan imunitas penuh. Atau, hadapi kematian yang pasti. Silakan pilih,” tegas Trump dengan nada yang sangat serius.
Langkah ini dinilai sebagai upaya psikologis untuk memecah loyalitas militer Iran sebelum operasi militer skala penuh dimulai. Pesan kepada Rakyat: “Ambil Alih Pemerintahan Kalian”.
Selain ancaman militer, bagian yang paling mengejutkan adalah instruksi langsung Trump kepada warga sipil Iran. Ia meminta masyarakat untuk tetap berlindung demi menghindari jatuhnya korban jiwa dalam operasi udara yang direncanakan.
”Tetaplah di dalam rumah. Jangan keluar. Sangat berbahaya di luar sana. Bom akan jatuh di mana-mana,” peringatnya.
Lebih lanjut, Trump menegaskan bahwa intervensi ini adalah kesempatan bagi rakyat Iran untuk menentukan nasib sendiri. “Begitu tugas kami selesai, ambil alih pemerintahan kalian. Itu adalah milik kalian untuk diambil. Ini mungkin satu-satunya kesempatan kalian dalam beberapa generasi.”
Klaim Keberanian Politik
Trump juga menyindir kegagalan presiden-presiden AS terdahulu yang dianggapnya hanya memberikan janji kosong kepada oposisi Iran. Menurutnya, tindakan malam ini adalah jawaban atas permintaan bantuan yang selama ini diabaikan.
”Selama bertahun-tahun kalian telah meminta bantuan Amerika, tetapi tidak pernah mendapatkannya. Tidak ada presiden yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan malam ini,” tutupnya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Teheran terkait pidato provokatif ini. Ketegangan di kawasan Teluk dilaporkan meningkat tajam seiring dengan pergerakan armada tempur Amerika Serikat.(Andra Jatmiko)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi