Minggu, 8 Maret 2026, pukul : 14:08 WIB
Surabaya
--°C

MBG dan BOP Hancurkan Prabowo – Gibran

Argumen apapun yang dibuat untuk melegitimasi MBG dan BoP akan terbentur realita perilaku pemimpin yang rakus, korup, dan seenaknya, menafikan suara rakyat, egois, narsistis, dan pseudo-nasionalis.

Oleh: M Rizal Fadillah

KEMPALAN: Begini nasib Indonesia yang punya pemimpin butut. Yang tua cuma bisa teriak-teriak habiskan umur untuk menikmati panggung. Tawa penonton menertawakan dirinya, tepuk tangan hanya rasa kasihan jika tidak merespon.

Ia berjoget sendiri narsistis penuh harap puja-puja. Sementara yang muda hanya mampu otak-atik mainan dan mempermainkan nilai moral bangsa. Petantang- petenteng bagai anak raja yang bercelana kedodoran.

Tak ada wibawa apalagi guna. Semua kerja berdua (Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka) membuat gagal bernegara.

Keduanya bertanggungjawab atas program unggulan saat kampanye yaitu MSG (Mono Sodium Glutamat) yang kemudian berubah menjadi MBG (Makan Bergizi Gratis).  

MSG adalah penyedap rasa (aditif makanan) berbentuk kristal putih yang terbuat dari asam amino glutamat, sering disebut sebagai “micin”, berfungsi memberikan rasa gurih atau umami pada masakan.

Pengerahan segala sumber daya untuk bisa sukses MBG menjadi sorotan. Sampai Polisi dan TNI pun ikut dilibatkan.

Maklum dalam urusan bisnis dan korupsi harus berjamaah. Kurang afdhol kalau keuntungan dan kecurangan tidak berbagi.

MBG mendapat sorotan asing terutama ribuan kasus keracunan yang dianggap sepele oleh Prabowo.

Belum jelas efektivitas program ini selain ribut-ribut dukungan dan kritik-kritiknya. Terakhir kasus teror Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto atas sikap kritis melesetkan MBG menjadi Maling Berkedok Gratis.

MBG memang rentan penyelewengan. Aktivis kritis pun otomatis melempem juga setelah diberi asupan proyek MBG.

Rezim over tua dan over muda Prabowo – Gibran tampaknya rapuh. Dukungan rakyat tidak terlihat nyata. Kasus BoP (The Board of Peace), telah lebih meluluh-lantakan kepercayaan.

Umat Islam yang sangat berpihak kepada Palestina marah atas rezim yang justru berpihak kepada zionis Israel. Pelanggaran konstitusi, hak asasi, demokrasi, dan religi. Tanpa evaluasi keterlibatan dalam BoP, maka gumpalan perlawanan akan semakin kuat.

Rezim manapun termasuk Prabowo dipastikan tidak akan mampu menahan gelombang kemarahan umat Islam atau rakyat Indonesia.

Mereka memandang bahwa rezim Prabowo – Gibran sudah terlalu banyak melanggar nilai luhur bangsa yang merdeka dan beradab. Tidak ada harapan untuk memperpajang kekuasaan. Stop here and now!

MBG dan BoP adalah bom waktu yang sulit untuk dijinakkan. Sumbu yang pada awalnya panjang ternyata terus memendek.

Argumen apapun yang dibuat untuk melegitimasi MBG dan BoP akan terbentur realita perilaku pemimpin yang rakus, korup, dan seenaknya, menafikan suara rakyat, egois, narsistis, dan pseudo-nasionalis.

Berjoget dan bersilat lidah bukan solusi untuk menyelamatkan. Penyesalan selalu datang di belakang.

Jika takbir seruan jihad sudah berkumandang, maka penguasa manapun pasti tumbang.

Prabowo and Gibran Endgame.

*) Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.