Minggu, 8 Maret 2026, pukul : 14:19 WIB
Surabaya
--°C

Negara Ini Berpotensi Menjadi Besi Tua, Bukan Emas

Semua kebijakan tetap sama dengan rezim sebelumnya, ia penjual kedaulatan negara. Bahkan bertekuk lutut di depan negara adidaya, bahkan tega bersekutu dengan zionisme Israel yang terus membunuh rakyat Gaza.

Oleh: Sutoyo Abadi 

KEMPALAN: BahwaIntegrity dan intellectual honesty – jadi – intellectual frauds (kecurangan intelektual) merujuk pada tindakan tidak jujur, penipuan, atau manipulasi yang berkaitan negara hanya dikendalikan oleh Visi dan Misi tanpa esensi dan makna.

Masih belum percaya akibat di hulu Pancasila dan UUD 1945 asli telah dikudeta – di hilir seperti air bah menjelma tsunami dengan kekuatan sangat besar akan menghempaskan Indonesia.

Berulang-ulang terus terjadi, saat ini terjadi lagi era Presiden Prabowo Subianto. Sebelum berkuasa ia lantang mengumbar janji-janji surga di setiap celah bicara dan pidato, penuh heroik dan percaya diri.

Rakyat terbiasa terbawa arus penuh harapan akan datang secercah sinar terang membawa keluar dari kegelapan, ketika seorang calon presiden di atas mimbar mengutuk yang culas mengecam yang tamak dan sumpah setia bersama rakyat yang lemah.

Rakyat terbawa rasa haru seraya berdoa untuk calon presidennya, ketika awal berkuasa menebar sumpah siap mati demi rakyat, bangsa dan negara.

Waktu terus berjalan ketika mulai menyeruak kabut hitam bergelayut pekat dari istana. Rakyat kembali terbelalak seraya bergumam kecil dari bathin dan keluar dari lisannya, “kok jadi begini”?

Baru akan masuk satu tahun lebih kekuasaannya, semua tak terduga presiden mulai limbung, tidak jelas tutur katanya, tanpa beban ketika bicara, menutup mata atas penderitaan rakyatnya, ekspresi tanpa beban dan dosa.

Setelah menjadi raja dalam istana, mulai marah kalau dikritik, bergerak tanpa arah, pembelaan diri, merebak rekayasa pembenaran.

Kebijakan ditulis dan disampaikan dengan emosi, dihapus setiap pagi berganti-ganti melecehkan semua saran terbaik dari kaum bijak yang masih mengingatkan seorang presiden yang tidak pernah sejak kecilnya merasakan hidup susah dengan berselimut penderitaan.

Akhir-akhir ini terang-benderang Presiden ternyata masih dibalut beban modal sebagai presiden karena jasa dari para saudagar hitam oligarki.

Semua kebijakan tetap sama dengan rezim sebelumnya, ia penjual kedaulatan negara. Bahkan bertekuk lutut di depan negara adidaya, bahkan tega bersekutu dengan zionisme Israel yang terus membunuh rakyat Gaza.

Kiblat negara sesuai amanat para pendiri bangsa/negara hilang dari akal sehat dan warasnya. Jangankan jeritan rakyat, Tuhan pun seperti sudah tidak ditakuti lagi. Hilang akal sehatnya tersisa hanya gengsi, citra diri, pengakuan, penampilan dan gila pujian yang semua semu

Kekuasaan ini bukan untuk mainan, bahwa intellectual frauds benar terjadi ketika segalanya runtuh perlahan ia tetap cuap-cuap, “percayalah akan datang Indonesia emas”.

Jangankan Indonesia emas, negara ini akan jadi rongsokan besi tua yang ia sendiri sudah meramalkan tahun 2030 akan bubar sesuai paradoksnya.

*) Sutoyo Abadi, Koordinator Kajian Politik Merah Putih

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.