PAMEKASAN – KEMPALAN: Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) menjadi saksi bisu pecahnya histeria ribuan suporter saat peluit panjang dibunyikan pada Minggu malam, 15 Februari 2026. Dalam laga yang disebut-sebut sebagai final paling dramatis sepanjang sejarah Liga 4 PSSI Jatim, tuan rumah Persepam Pamekasan berhasil mengandaskan perlawanan sengit Pasuruan United dengan skor dramatis lewat adu tendangan penalti 5-3.
Pertandingan berjalan dengan tensi tinggi. Jual beli serangan sejak menit awal memaksa kedua kiper bekerja ekstra keras. Namun, tuah stadion keramat Ratu Pamelingan Madura ini benar-benar berpihak pada Laskar Ronggosukowati. Kemenangan ini sekaligus menasbihkan dominasi sepak bola Madura di kancah regional tahun ini.
Meskipun harus puas di posisi runner-up, Pasuruan United tetap memberikan perlawanan yang membuat jantung penonton nyaris copot. Sementara itu, Persid Jember berhasil mengamankan posisi ketiga setelah melalui perjuangan yang tak kalah heroik.
Raka Sudiro Wijaya: Predator Haus Gol dari Kota Pasuruan
Di balik euforia juara Persepam, sejarah mencatat nama Raka Sudiro Wijaya dengan tinta emas. Penyerang tajam milik Persekap Kota Pasuruan ini resmi dinobatkan sebagai “Raja Gol” Liga 4 Jatim 2026. Meski timnya tidak mengangkat trofi juara, koleksi 16 gol miliknya menjadi bukti keganasan insting predator yang tak tertandingi sepanjang kompetisi.
DAFTAR LENGKAP PEMENANG LIGA 4 PSSI JATIM 2026
Posisi / Penghargaan Nama Tim / Pemain Asal Daerah
Juara 1: Persepam Pamekasan Pamekasan, Madura
Peringkat 2: Pasuruan United Kabupaten Pasuruan
Peringkat 3 : Persid JemberJember
Top Skor Raka Sudiro Wijaya (16 Gol) Persekap Kota Pasuruan.

REKAPITULASI PENGHARGAAN INDIVIDU & PENGEMBANGAN
Kejuaraan tahun ini tidak hanya soal piala, tetapi juga tentang pembuktian talenta lokal yang siap menembus kasta liga yang lebih tinggi:
Dominasi Tuan Rumah: Persepam Pamekasan menunjukkan mentalitas juara dengan produktivitas gol yang merata di partai final.
Ketajaman Fenomenal: Raka Sudiro Wijaya (Persekap) diprediksi akan menjadi incaran klub-klub Liga 2 dan Liga 1 setelah mencatatkan rekor 16 gol dalam satu musim kompetisi regional.
Stabilitas Pasuruan: Keberhasilan Pasuruan United mencapai final dan Persekap melahirkan top skor membuktikan bahwa Pasuruan tetap menjadi kiblat pembinaan pemain muda di Jawa Timur.
Kemenangan ini membawa Persepam Pamekasan melangkah ke putaran nasional dengan kepercayaan diri penuh. Bagi masyarakat Pamekasan, malam 15 Februari bukan sekadar tentang sepak bola, melainkan tentang harga diri dan kejayaan yang kembali pulang ke Bumi Gerbang Salam.(Ambari Taufiq M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi