Jumat, 15 Mei 2026, pukul : 22:42 WIB
Surabaya
--°C

Jagal Sapi Pegirian Dideadline 25 Februari untuk Pindah ke Osowilangun

RPH Pegirian yang akan direlokasi ke Tambak Osowilangun. (Foto: dok/ kempalan.com).

 

SURABAYA-KEMPALAN: Isu relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke Tambak Osowilangun, Surabaya, kini jadi sorotan. Pasalnya, para jagal sapi yang ada di RPH Pegirian menolak rencana relokasi tersebut.

Alasannya, mereka khawatir terjadi peningkatan biaya operasional serta dampak ekonomi yang ditimbulkan jika pemotongan dipusatkan di lokasi baru. Selain itu, nilai historis RPH Pegirian sebagai bangunan cagar budaya juga turut dijadikan alasan.

Sebaliknya, kendati ada penolakan dari para jagal sapi, Pemkot Surabaya tetap bersikukuh tetap akan melakukan relokasi RPH Pegirian ke Tambak Osowilangun.

Alasannya, kawasan RPH Legirian rencanaya akan dikembangkan untuk mendukung kawasan Wisata Religi Ampel. Bahkan, relokasi RPH Pegirian ini sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah Pemkot Surabaya pada tahun 2016 silam.

Saat ini, relokasi tersebut dijadwalkan akan dilakulan setelah Hari Raya Idul Fitri. Karena itu, jagal sapi di RPH Pegirian yang mau direlokasi diminta segera melakukan pendaftaran.

“Kami memberi deadline sampai 25 Februari kepada jagal sapi untuk mendaftar,” kata Direktur Utama (Dirut) RPH Kota Surabaya Fajar Arifianto Isnugroho, Senin (26/1).

Menurut Fajar, saat ini jumlah mitra jagal sapi yang ada di RPH Pegirian berjumlah 40 orang. Umumnya mereka masih menolak untuk direlokasi ke Tambak Osowilangun.

Kendati demikian, pihaknya terus berupaya melakukan persiapan. Salah satunya melalui dialog dengan perwakilan mitra jagal sapi.

“Alhamdulillah, saat ini sudah ada jagal sapi yang mendaftar untuk direlokasi ke Tambak Osowilangun,” aku Fajar.

Sayangnya, ia belum bersedia menyebut sudah ada berapa orang yang mendaftar. “Maaf, saya belum bisa menyebutkan, tunggu sampai deadline 25 Februari,” kilahnya.

Seperti diketahui, untuk relokasi RPH Pegirian ini, Pemkot Surabaya telah menyediakan lahan seluas 7.500 meter persegi di Tambak Osowilangun. “Lokasinya persis berhadapan dengan Terminal Osowilangun,” tutur Fajar.

Dia menjelaskan, kondisi bangunan RPH Pegirian yang telah berusia hampir satu abad menjadi alasan utama rencana pemindahan. Sedang lokasi baru di Tambak Osowilangun dinilai lebih aman dan fasilitasnya telah disesuaikan dengan standar rumah potong hewan.(Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.