Martina Ayu Pratiwi Jadi Ratu di Istana, Presiden Prabowo Kagum Saat Serahkan Bonus Rp 3,4 Miliar

JAKARTA-KEMPALAN : Istana Negara menjadi saksi sejarah pada Kamis (8/1/2026) sore saat Presiden RI Prabowo Subianto menyerahkan bonus apresiasi bagi pahlawan olahraga Indonesia di SEA Games XXXIII Thailand 2025. Di antara ratusan atlet, sosok Martina Ayu Pratiwi menjadi bintang utama di istana dengan berkalungkan 7 medali, 5 medali emas dan 2 medali perak. Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini menjadi satu-satunya atlet peraih medali terbanyak sekaligus penerima bonus terbesar dengan nilai fantastis Rp 3,4 miliar.
Gadis asal Gresik ini tampil fenomenal dengan berkalungkan total 7 medali, yang terdiri dari 5 emas dan 2 perak dari disiplin triathlon, duathlon, dan aquathlon. Dominasi Martina di Thailand menjadikannya atlet tersukses dalam kontingen Indonesia yang berhasil membawa pulang total 91 medali emas.
Dalam suasana akrab di Istana, Presiden Prabowo Subianto tampak terpukau melihat Martina Ayu Pratiwi berkalungkan banyak medali saat menyerahkan bonus secara simbolis. Presiden bahkan sempat terlihat menghitung langsung jumlah medali yang diraih Martina satu per satu.
“Ini prestasi yang luar biasa. Saudara Martina membuktikan bahwa daya juang atlet Indonesia tidak terbatas. Bonus ini adalah bentuk apresiasi negara, gunakanlah untuk tabungan masa depan,” pesan Presiden Prabowo di hadapan para atlet.

Keberhasilan Martina juga membawa kebanggaan bagi dunia akademik. Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., atau yang akrab disapa Cak Hasan, memberikan pujian setinggi langit bagi mahasiswinya tersebut.
“Martina adalah bukti nyata bahwa program pembinaan atlet di UNESA berjalan di jalur yang benar. Ia tidak hanya tangguh di lintasan, tapi juga memiliki disiplin tinggi sebagai mahasiswi. Kami akan terus mendukung penuh karier dan pendidikannya agar menjadi teladan bagi atlet muda lainnya,” ujar Cak Hasan.

Ketua Umum Federasi Triathlon Indonesia (FTI), Armand Van Kempen, menyebut pencapaian Martina sebagai tonggak sejarah baru bagi olahraga endurance di tanah air.
“Lima emas dan dua perak dari satu orang adalah fenomena. Martina bukan sekadar bintang, ia adalah ‘ratu’ triathlon baru di Asia Tenggara. Kami di federasi sangat bangga, dan ini menjadi motivasi besar bagi seluruh insan olahraga triathlon untuk terus berprestasi di kancah internasional,” tegas Armand.
Segenap insan olahraga nasional pun turut membanjiri Martina dengan pujian, menyebutnya sebagai aset berharga Indonesia menuju Asian Games 2026 dan Olimpiade mendatang. Dengan bonus senilai Rp3,4 miliar di tangan, Martina kini memegang rekor sebagai atlet dengan perolehan bonus individu tertinggi sepanjang sejarah partisipasi Indonesia di SEA Games.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)






