Jumat, 1 Mei 2026, pukul : 15:01 WIB
Surabaya
--°C

Akhir Tragis Karier M. Hilmi Gimnastiar, Tendangan Maut di Liga 4 Berujung Larangan Bermain Seumur Hidup

Akhir Tragis Karier M. Hilmi Gimnastiar,

Foto tangkapan layar tragedi liga 4 Jatim putrajaya vs perseta 1970 Tulungagung,
  1. SURABAYA-KEMPALAN : Dunia sepak bola Jawa Timur berduka sekaligus geram. Tragedi “tendangan maut” yang terjadi dalam laga Liga 4 Jawa Timur antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung pada Senin (5/1/2026) resmi mencatatkan sejarah kelam. Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Timur akhirnya menjatuhkan sanksi terberat yang pernah ada: larangan beraktivitas di dunia sepak bola seumur hidup bagi pelaku, M. Hilmi Gimnastiar.
    Insiden tendangan maut tersebut terjadi di menit ke-71 saat Hilmi melakukan “tendangan kungfu” yang menghantam keras dada pemain Perseta 1970, Firman Nugraha. Akibat benturan brutal tersebut, Firman sempat terkapar dan dilarikan ke rumah sakit karena mengalami nyeri hebat di bagian dada.
    1. Kolase tragedi liga 4 regional Jawa Timur 2025-2026

    Sanksi Berat: Seumur Hidup & Denda Jutaan Rupiah
    Berdasarkan surat putusan Nomor 001/KOMDIS/PSSI-JTM/I/2026 yang dirilis pada Selasa (6/1), Komdis PSSI Jatim menyatakan Hilmi bersalah atas pelanggaran disiplin berat. Selain dilarang mengikuti kompetisi sepakbola di bawah naungan PSSI seumur hidup, Hilmi juga dikenakan denda administratif sebesar Rp2,5 juta.
    PSSI Jatim: “Ini Sepak Bola, Bukan Bela Diri”
    Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur, Samiadji Makin Rahmat, menegaskan bahwa tindakan kekerasan brutal tidak memiliki tempat dalam kompetisi resmi.
    “Perbuatan menendang pemain lawan yang mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat. Hukuman ini adalah peringatan keras bagi semua pemain agar menjaga sportivitas,” tegas Makin.
    APPI Kutuk Keras Aksi Brutal
    Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) juga tidak tinggal diam. Melalui CEO Hardika Aji, APPI mengecam keras insiden yang membahayakan nyawa sesama atlet tersebut.
    “APPI mengecam insiden ini. Kesehatan dan keselamatan di lapangan adalah prioritas utama. Kami mengajak seluruh pemain untuk mengedepankan profesionalisme agar kejadian serupa tidak mencederai talenta muda Indonesia,” ujar pihak APPI.
    Manajemen Putra Jaya Pasuruan sendiri telah mengambil langkah tegas dengan memecat Hilmi Gimnastiar secara tidak hormat.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.