Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 13:05 WIB
Surabaya
--°C

Tinjau Harga Pangan Jelang Nataru, Bambang Haryo: Pasar Tradisional Masih Jadi Andalan Warga

Surabaya — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, isu kenaikan harga bahan pokok kembali menjadi perhatian. Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono turun langsung ke Pasar Wonorejo Polak, Surabaya, untuk memastikan stabilitas harga sekaligus menyerap aspirasi pedagang dan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Bambang Haryo meninjau sejumlah lapak yang menjual cabai, bawang merah, sayuran, dan bumbu dapur. Ia berdialog langsung dengan pedagang mengenai kondisi pasokan dan pergerakan harga dalam beberapa pekan terakhir.

“Kenaikan harga ini memang hampir setiap akhir tahun terjadi. Tapi saya lihat di pasar ini masih relatif terkendali dan lebih murah dibandingkan pasar lain,” kata Bambang Haryo kepada wartawan.

Menurutnya, pasar tradisional masih menjadi tumpuan utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, terutama bagi keluarga menengah ke bawah. Oleh karena itu, keberlangsungan pasar tradisional harus dijaga agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.

BACA JUGA  Kedapatan Membawa Narkotika, Polresta Sidoarjo Tangkap Dua WNA Asal Malaysia

Selain menyoroti harga pangan, Bambang Haryo juga mengajak masyarakat untuk tetap setia berbelanja di pasar tradisional. Ia menilai, kebiasaan tersebut bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bagian dari budaya masyarakat Indonesia.

“Kalau tidak belanja di pasar tradisional itu namanya bukan ibu-ibu. Di pasar tradisional ada kebanggaan tersendiri, bisa menawar, bisa cerita ke suami. Itu yang tidak ada di belanja online,” ujarnya.

BHS menjelaskan, pasar tradisional memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi lokal. Uang yang dibelanjakan di pasar tradisional akan berputar langsung di lingkungan sekitar, berbeda dengan belanja daring yang sebagian besar keuntungannya mengalir ke perusahaan besar.

“Kalau kita belanja di pasar tradisional, kita menghidupi tetangga kita sendiri. Ini ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi pengelolaan Pasar Wonorejo Polak yang dinilainya cukup baik meskipun berada di tingkat RW. Pasar tersebut dikelola oleh warga dengan sistem yang sederhana namun tertib.

BACA JUGA  Satu Rumah, Tiga Matra Garuda: Jejak Emas Keluarga Atlet Mukti Wibowo Mengguncang Asia

“Pasar ini contoh bagus. Bersih, pedagangnya tertata, dan pembelinya nyaman. Pasar rakyat seperti ini harus dipertahankan,” kata Bambang Haryo.

Salah seorang pedagang, Musrifah, mengatakan kenaikan harga cabai dan bawang merah disebabkan oleh menurunnya pasokan dari daerah penghasil.

“Cabai sekarang mahal, bawang merah juga naik. Pasokan lagi kurang, jadi harganya ikut naik,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai pembeli masih tetap datang karena harga di pasar tradisional masih lebih terjangkau dibandingkan tempat lain.

Bambang Haryo menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, terutama melalui pengawasan distribusi dan ketersediaan stok. Ia berharap tidak ada lonjakan harga yang memberatkan masyarakat menjelang akhir tahun.

“Pemerintah harus hadir, memastikan distribusi lancar dan pasar tradisional tetap menjadi prioritas. Jangan sampai rakyat kecil jadi korban fluktuasi harga,” pungkasnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.