Gubernur Aceh  Mualem Sambut Hangat Tim Ahli Vital Unesa, Kolaborasi Strategis Pulihkan Trauma Pascabencana

waktu baca 3 menit
Gubernur Aceh Muzakir Manaf saat menerima Tenaga Ahli Unesa (Foto -foto: istimewa)

BANDA ACEH – KEMPALAN: Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab di sapa Mualem menyambut kedatangan tim tenaga ahli dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Banda Aceh, dalam sebuah pertemuan eksklusif yang menekankan pentingnya sinergi pentahelix dalam penanganan dampak bencana. Kunjungan ini berfokus pada kolaborasi strategis untuk pemulihan wilayah yang terdampak banjir, khususnya dalam aspek pendampingan psikologis dan pendidikan.

Rombongan ahli Unesa, yang terdiri dari pakar psikologi, kesehatan, dan pendidikan, diterima langsung oleh Gubernur Aceh di Meuligoe Aceh. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengapresiasi langkah cepat dan konkret Unesa yang tidak hanya mengirimkan bantuan logistik, tetapi juga keahlian vital yang dibutuhkan masyarakat Aceh saat ini.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Unesa. Kehadiran para ahli ini sangat berarti, terutama dalam membantu pemulihan mental dan pendidikan anak-anak kita pascabencana,” ujar Gubernur Aceh.
Tim relawan Unesa ini memiliki keahlian multidisiplin, mencakup tenaga medis, psikolog, konselor, ahli fisik, hingga tim kebugaran, yang diharapkan dapat memberikan bantuan komprehensif bagi para korban bencana. Selain pengiriman relawan, Unesa juga menggalang donasi melalui Lelang Amal barang barang memorabilia untuk meringankan beban masyarakat Aceh.
  1. Tim relawan Unesa secara simbolis menyerahkan bantuan kepada masyarakat terdampak musibah banjir bandang di Aceh dan Sumatera (foto -foto: Istimewa)
Tim  relawan Unesa yang dipimpin Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategi (PPIS), Mutimmatul Faidah memberikan sejumlah bantuan layanan kesehatan dan psikososial sejak tibanya di lokasi bencana pada Rabu, 10 Desember 2025. Mutimmatul Faidah menjelaskan bahwa, kehadiran tim Unesa disambut langsung Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem dan jajaran Forkopimda serta BPBD Aceh, guna berkoordinasi terkait bantuan dan layanan yang disiapkan tim Unesa agar menjangkau warga yang membutuhkan.
“Dalam pertemuan dengan Gubernur Aceh dan jajarannya, kami menyampaikan bantuan yang disiapkan Unesa untuk para korban berupa logistik dan layanan kesehatan, termasuk beasiswa bagi mahasiswa asal daerah yang terdampak bencana,” ucapnya melalui sambungan daring pada Jumat, 12 Desember 2025.
Setelah berkoordinasi, tim Unesa bergerak selama empat jam menuju Posko Pengungsian Pidie Jaya untuk memberikan layanan psikososial, pemeriksaan kesehatan, serta menyalurkan satu unit pick-up berisi logistik berupa sembako, dan makanan siap saji.
Selain itu juga terdapat paket kesehatan keluarga, obat-obatan, kebutuhan medis, perlengkapan psikososial, dan pakaian ganti untuk warga. Bantuan diterima langsung Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie Jaya.
Dari Pidie Jaya, tim Unesa melanjutkan perjalanan dua jam menuju Bireuen, tepatnya di Posko Pengungsian Kecamatan Peusangan, dengan membawa dua unit pick-up logistik.
Tim Unesa diterjunkan di tiga titik: tim medis melakukan pemeriksaan kesehatan warga, tim psikososial bermain dan bercerita bersama anak-anak, sementara tim penguatan spiritual mengadakan sesi berbagi bersama para ibu atau orang tua.
“Tim Unesa kemudian bermalam di Bireuen. Denyut kehidupan kota relatif normal karena  listrik mati. Aktivitas penguatan warga di pengungsian terus kami lakukan. Sementara itu, proses penanganan di desa-desa terdampak masih terus diupayakan,” beber guru besar Unesa itu.
Ia menceritakan kondisi para korban di sana yang sudah belasan hari di lokasi pengungsian. Warga menunjukkan resiliensi yang sangat kuat terhadap bencana. Mereka bersedih, tetapi tidak rapuh. Rumah mereka terendam, sebagian hancur, dan harta benda banyak yang hilang, tetapi semangat untuk terus bertahan tidak pernah padam.
“Ada harapan dan doa yang terus digenggam untuk memulai kembali dari awal. Mereka yakin bahwa mereka tidak sendiri. Dengan semangat gotong royong dan kekuatan kita semua, kita bisa bangkit dari bencana ini,” tuturnya. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *