Toba — Pengembangan kawasan wisata Danau Toba kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, menilai pemerintah selama ini salah dalam menentukan orientasi pembangunan bandara pendukung pariwisata super prioritas di Sumatera Utara.
Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Toba, Bambang Haryo meninjau langsung Bandara Sibisa yang berada di wilayah Pardamean Sibisa, Ajibata. Menurut dia, bandara inilah yang paling dekat dan paling logis dijadikan pintu masuk wisatawan domestik maupun mancanegara menuju Danau Toba.
“Bayangkan, dari Bandara Sibisa ke Kota Prapat hanya sekitar lima kilometer. Lima menit pun bisa sampai. Wisatawan langsung bisa melihat keindahan Danau Toba tanpa harus menempuh perjalanan darat yang jauh,” jelas Bambang Haryo, Senin (8/12).
Ia menjelaskan bahwa sejak masa pemerintahan Presiden Soeharto hingga Presiden SBY, Bandara Sibisa memang dirancang sebagai bandara strategis kawasan Danau Toba. Namun dalam perkembangan terbaru, fokus pemerintah justru mengarah pada Bandara Silangit.
“Silangit itu secara jarak sangat tidak efektif. Dari pusat wisata seperti Prapat, jaraknya hampir seratus kilometer. Secara waktu bisa dua jam perjalanan darat,” ujarnya.
Menurut Bambang Haryo, strategi pembangunan seperti ini justru membuat banyak wisatawan kecewa.
“Mereka datang untuk menikmati danau. Tetapi begitu mendarat, harus berjam-jam dulu di jalan,” tegasnya.
Bandara Sibisa, lanjutnya, juga memiliki potensi pengembangan runway yang signifikan. Landasan yang kini 1.600 meter dapat diperpanjang menjadi sekitar 2.500 meter. Perpanjangan ini membuka peluang untuk pesawat berbadan sedang, termasuk Airbus dan Boeing tipe narrow body.
Selain itu, letak Bandara Sibisa juga dekat dengan Proyek Strategis Nasional Kaldera Toba, yang menjadi ikon pengembangan wisata baru di wilayah tersebut.
“Ini harus jadi pertimbangan serius. Dengan dukungan bandara yang tepat, maka efek domino bagi ekonomi rakyat akan terasa,” kata anggota DPR yang dikenal banyak memperjuangkan sektor transportasi, maritim, dan pariwisata itu.
Bambang Haryo berharap pemerintah melakukan evaluasi agar kebijakan infrastruktur pariwisata benar-benar tepat sasaran.
“Kita butuh bandara yang membantu wisata, bukan menyulitkan wisatawan,” tandasnya.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi