Minggu, 3 Mei 2026, pukul : 16:42 WIB
Surabaya
--°C

Bupati Sidoarjo Murka: Proyek RSUD Notopuro Prioritaskan Kuantitas, Kualitas Diabaikan

SIDOARJO-KEMPALAN : Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menunjukkan kekecewaannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pembangunan fasilitas RSUD R.T. Notopuro, Jumat (5/12/2025). Sidak tersebut mengungkap adanya dugaan pengerjaan proyek yang minim kualitas, meskipun secara kuantitas atau progres fisik diklaim hampir mencapai target.

Dalam kunjungannya, Bupati Subandi menemukan beberapa bagian bangunan, khususnya pada proyek double deck parking (tempat parkir bertingkat), yang mengalami keropos pada bagian pengecoran beton.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Kita membangun fasilitas publik, khususnya rumah sakit yang vital, bukan sekadar mengejar target progres di atas kertas,” tegas Subandi di lokasi proyek. “Kuantitas mungkin tercapai, tapi kalau kualitasnya seperti ini, sama saja bohong. Ini membahayakan!”.

Bupati menekankan bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan harus mengutamakan keamanan dan ketahanan bangunan untuk jangka panjang. Ia khawatir jika kualitas material diabaikan, fasilitas tersebut tidak akan bertahan lama dan berpotensi menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

“Saya minta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan konsultan pengawas untuk lebih ketat mengawasi. Jangan main-main dengan kualitas. Audit ulang semua pengerjaan yang sudah berjalan,” perintahnya.

Bupati Sidoarjo H Subandi saat sidak RSUD Notopuro

Pihak kontraktor, melalui Direktur RSUD R.T. Notopuro dr. Atok Irawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta kontraktor untuk menambah tenaga kerja guna memperbaiki kerusakan yang ditemukan dan mengejar ketertinggalan. Meskipun progres saat ini dikabarkan mencapai 70,9 persen, dr. Atok mengakui adanya potensi keterlambatan penyelesaian dari jadwal kontrak awal 23 Desember 2025, dan siap menerima sanksi denda.

Subandi mengancam akan memberikan sanksi tegas, termasuk memasukkan kontraktor ke dalam daftar hitam (blacklist), jika perbaikan tidak dilakukan sesuai standar yang berlaku.

“Rakyat berhak mendapatkan fasilitas terbaik. Kami tidak segan memberikan sanksi tegas kepada kontraktor yang tidak profesional,” pungkas Subandi.

Direktur RSUD R.T. Notopuro, dr. Atok Irawan, menjelaskan bahwa pembangunan Double Deck Parking merupakan kebutuhan mendesak untuk mengatasi keterbatasan lahan parkir yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat. Kapasitas dua lantai bangunan tersebut direncanakan mampu menampung 125 unit mobil, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pasien dan pengunjung. Ia menambahkan bahwa pihak kontraktor telah diminta menambah sekitar 60 tenaga kerja untuk mengejar progres.

Subandi berharap pembangunan Double Deck Parking RSUD R.T. Notopuro yang menelan anggaran Rp. 23 milyar dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai standar mutu. Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan kesehatan harus didukung fasilitas yang aman dan layak, sehingga masyarakat mendapatkan layanan terbaik dari Pemkab Sidoarjo. (Ambari Taufiq M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.