Sabtu, 25 April 2026, pukul : 16:37 WIB
Surabaya
--°C

Bambang Haryo Tekankan Pentingnya Transportasi Publik Terintegrasi untuk Dongkrak Sektor Pariwisata

Pasuruan – Upaya meningkatkan jumlah wisatawan di Indonesia harus dibarengi dengan pembangunan sistem transportasi publik yang efisien dan terhubung langsung dengan destinasi wisata. Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono, M.I.Pol (BHS), dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Diseminasi Pemasaran Pariwisata Digital yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Komisi VII DPR RI di Hotel Inna Tretes, Pasuruan, Selasa (14/10/2025).

Bambang Haryo menjelaskan, pariwisata memiliki potensi besar dalam memperkuat ekonomi nasional, namun aksesibilitas masih menjadi tantangan utama.
“Destinasi wisata kita membutuhkan transportasi publik yang terintegrasi langsung dengan lokasi wisata. Tanpa itu, wisatawan akan kesulitan menjangkau destinasi potensial,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu mencontohkan kondisi Bali yang saat ini menghadapi kepadatan akibat ketergantungan pada kendaraan pribadi.
“Bali sekarang overload. Semua wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, harus menggunakan kendaraan pribadi. Ini tidak efisien dan harus segera dibenahi,” tegasnya.

BHS optimistis Indonesia mampu bersaing dengan negara lain dalam sektor pariwisata apabila pemerintah memperkuat infrastruktur transportasi publik.
“Potensi kita luar biasa. Ribuan destinasi alam dan budaya bisa dikembangkan. Negara lain bisa menargetkan puluhan juta wisatawan, kita juga bisa asalkan fasilitasnya siap,” katanya.

Sebagai pendiri BHS Peduli, ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperluas promosi wisata nasional.
“Kita memiliki 300 ribu restoran dan ratusan ribu hotel yang bisa menjadi corong promosi. Bahkan tenaga kerja Indonesia di luar negeri bisa berperan, cukup dua wisatawan per TKI saja, sudah jutaan turis bisa datang,” tambahnya.

Sementara itu, Emi Irmawati, Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenparekraf, menyampaikan bahwa kegiatan bimtek ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan DPR RI dalam meningkatkan literasi digital pelaku pariwisata.
“Pelaku wisata perlu memahami strategi pemasaran digital agar bisa mempromosikan destinasi wisata di media sosial secara efektif,” ujarnya.

Sebanyak 75 peserta mengikuti pelatihan tersebut, mencakup pelaku pariwisata, UMKM, dan kreator konten. Mereka mendapatkan materi tentang strategi pemasaran digital, storytelling visual, hingga teknik pembuatan konten kreatif untuk promosi destinasi wisata.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Yudhi Irianto, menyambut positif kegiatan ini.
“Kami berterima kasih kepada DPR RI dan Kemenparekraf atas dukungan nyata terhadap promosi pariwisata daerah. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan ekonomi kreatif baru dan memperkenalkan wisata Sidoarjo lebih luas,” ujarnya.

Yudhi menambahkan, Sidoarjo memiliki 15 hotel berbintang tiga yang berpotensi menjadi media promosi wisata daerah.
“Jika dikolaborasikan dengan kreator konten digital, promosi wisata Sidoarjo bisa jauh lebih kuat dan menarik minat wisatawan,” pungkasnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.