KEMPALAN : Sasetya Wilutama jurnalis dan sastrawan yang belakangan makin getol menulis esai di sejumlah portal berita, Jumat 3 Oktober mendatang akan meluncurkan buku perdananya berjudul ‘Wong Katrok Merambah Media’ di ruang digital kampus Stikosa AWS, Nginden Intan Timur, Surabaya.
Buku perdananya ini berisi sejumlah tulisan tentang saat bekerja di media cetak (redaktur majalah berbahasa Jawa Panjebar Semangat), media televisi (SCTV), dan pengalaman sebagai esais di portal berita : Kumparan, Kompasiana, Kempalan, Prapanca, dan sejumlah media online lain.
“Semula buku ini saya beri judul ‘Wong Katrok Masuk Tipi’, berdasarkan pengalaman bekerja di SCTV puluhan tahun,” kata Mas Sas panggilan saya untuknya. “Mengingat begitu cepat pergeseran dunia media massa, maka isinya saya bagi menjadi 3 periode, yaitu periode cetak, elektronik, dan periode digital. Maka judulnya saya ganti menjadi ‘Wong Katrok Merambah Media’,” ujarnya, sebagaimana ditulis di laman Facebook-nya 28 September lalu.
Lantas Mas Sas menulis begini :
Sebetulnya menulis buku adalah obsesi saya sejak lama. Tapi ada saja kendalanya.
Faktor picu terealisasinya adalah ucapan sahabat saya Imung Mulyanto.
Imung yang jurnalis dan penulis novel itu bilang begini: “Sampeyan saatnya nulis buku. Wong sudah nulis begitu banyak berita, naskah serial sinetron, esai dan cerpen, masak belum ada satu pun buku yang ditulis. Wis wayahe lah.”
Imung Mulyanto yang belakangan makin aktif di momen-momen seni budaya, bertindak sebagai editor buku ini.
Sementara itu Adriono mantan wartawan Surabaya Post dan penulis sejumlah buku, mengucapkan kepada Sasetya : “Buku itu ibarat mahkota bagi penulis, Mas.”
Ada hal menarik dari penerbitan buku tersebut, yaitu pada bookmark (pembatas buku selebar sekitar ukuran kartu nama), diberi kode. Jika kode ini dipindai oleh HP, maka terpampanglah teks-teks buku tersebut. Jadi gak usah bawa bukunya kemana-mana, cukup menyimpan bookmark di dompet. Penggagasnya adalah
Doddy “Mr.D” Hernanto, sebagaimana diinfokan Mas Sas.
Sosok ramah dan tidak pelit membagi pengalamannya di dunia literasi ini, juga mencetak kaos yang bergambar kover depan ‘Wong Katrok Merambah Media’.
Di atas kover kaos tadi diberi kode. Jika kode dipindai oleh HP, terpampanglah e-book-nya.
“Jadi, ceritanya beli kaos dapat bonus buku. Atau beli buku, bonus kaos…he-he-he,” ujar Mas Sas.
Saya mengenal Sasetya Wilutama sejak 30 tahun lalu sebagai penulis muda sastra Jawa produktif. Selain itu beberapa cerpennya pernah dimuat di Kompas.
Karena terkesan oleh sosok muda ini, saat saya menjadi GM tabloid Jawa Anyar (grup Jawa Pos), maka saya sandingkan sebagai pembicara bersama penulis-penulis sastra Jawa senior Suparto Brata, N. Sakdani, Anjar Any, dan Yunani, pada event Pertemuan Sastrawan Jawa se-Pulau Jawa yang diselenggarakan tabloid Jawa Anyar pada tahun 1995, di kampus Untag Surabaya, dibuka oleh Menteri Penerangan Harmoko.
Sejak 4 tahun lalu, saya makin akrab dengan Sasetya Wilutama, mengingat sama-sama tergabung dalam Warumas (Wartawan Usia Emas) yang dikoordinasi Kris Maryono pensiunan jurnalis RRI Surabaya. Sampai saat ini komunitas tersebut telah menerbitkan 7 buku antologi puisi. (Amang Mawardi).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi