Sabtu, 13 Juni 2026, pukul : 02:03 WIB
Surabaya
--°C

ARTSUBS 2025 Ditutup Seminggu Lebih Cepat

KEMPALAN : ARTSUBS 2025 gelaran
akbar seni rupa yang diikuti 141 perupa dari Indonesia, dan sejumlah negara : Singapura, Malaysia, Australia, Amerika Serikat, serta beberapa negara di Eropa — terpaksa diakhiri seminggu lebih cepat dari jadwal penutupan oleh panitia yang digerakkan Rambat dan kawan-kawan, dikuratori oleh Asmudjo J. Irianto & Nirwan Dewanto ini.

Sebagaimana diketahui, ARTSUBS 2025 yang kedua kali diselenggarakan di Surabaya, jika sesuai jadwal berlangsung 2 Agustus – 7 September 2025.

Namun mengingat situasi (sosial politik) belakangan yang eskalasinya sulit ditebak, Minggu (31 Agustus 2025) adalah hari terakhir.

Sebagaimana banyak orang tahu, khususnya warga Surabaya, kompleks Balai Pemuda, Surabaya, hanya sepelemparan batu (dalam arti sebenarnya, bukan kiasan) dari gedung Grahadi, tempat Gubernur dan Wakil menerima tamu-tamu, juga untuk rapat-rapat penting — sudah dua kali ter(di)bakar. Kompleks Balai Pemuda dengan Grahadi yang terletak di Jalan Gubernur Surjo, hanya dipisahkan oleh gedung SMU Negeri 6.

Pada 29 Agustus sore kompleks Grahadi sisi timur mengepul panas dan membumbung api. Dikabarkan 25 sepeda motor yang diparkir disitu hangus tinggal kerangka dan mesin.

Sementara itu menyusul sisi barat, yakni ruang kerja wakil gubernur, pada 30 Agustus malam kemarin, juga dipenuhi api berkobar-kobar, hingga merembet di sisi timur SMA Trimurti.

Heti Palestina Yunani jurnalis senior yang menjadi media partner (semacam humas) ARTSUBS 2025, mengumumkan percepatan penutupan itu melalui grup WA ‘Media Perspektif Seni’ tempat ngumpul 83 jurnalis peliput event ARTSUBS 2025, pada dini hari 31 Agustus 2025.

BACA JUGA  PAM Surya Sembada Cari Penyebab Air Tidak Lancar di Setro V

Begini bunyi pengumuman tersebut :

PEMBERITAHUAN SUSULAN

Menimbang situasi di Surabaya dan nasional yang kian tidak menentu, dan demi mengutamakan keselamatan para pemirsa dalam ARTSUBS 2025, kami terpaksa memutuskan hal-hal sebagai berikut dengan berat hati :

  1. Hari Minggu, 31 Agustus 2025 adalah hari terakhir ARTSUBS 2025.
  2. Bila Anda memiliki tiket yang belum digunakan, silavg menghubungi admin kami di nomor 085 385 555 038 reimbursement.

Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya bahwa ARTSUBS 2025 (yang dalam rencana akan berakhir pada Minggu, 7 September 2025) harus berakhir lebih cepat.

Hormat kami,
Penyelenggara ARTSUBS 2025.


Yang menarik dari pengumuman ini adalah judulnya : Pemberitahuan Susulan.

Berarti sebelumnya ada ‘pemberitahuan’ (senada). Apa itu? :

PEMBERITAHUAN

Menimbang perkembangan situasi di Surabaya pada hari-hari terakhir ini, dan demi memberikan layanan terbaik untuk masyarakat pemirsa, kami menyampaikan hal-hal berikut ini :

  1. ARTSUBS 2025 tetap buka seperti biasa, namun kami akan menutup di waktu/jam kapan saja apabila situasi keamanan tidak mendukung. Hal ini akan berlaku hingga jadwal ARTSUBS 2025 berakhir pada Minggu 7, September 2025.
  2. ARTSUBS 2025 akan tutup satu hari penuh pada Rabu, 3 September 2025.

Demikianlah, langkah-langkah di atas kami ambil dengan seksama, demi keselamatan dan kenyamanan kita bersama. Mohon mohon maaf sebesar-besarnya

BACA JUGA  Sikat  Hong Konng 3-0, Indonesia Jaga Asa Lolos ke Fase Gugur AVC Cup 2026

Hormat kami,
Panitia ARTSUBS 2025.

Dalam pengumuman di atas, ada point yang menyebut ‘akan tutup satu hari penuh pada Rabu, 3 September 2025’.

Akan ada apa pada hari itu?

Saya rasa masyarakat yang aktif ngikuti berita-berita di medsos tahu bahwa Cak Sholeh pengacara yang aktivis sosial merencanakan demo di depan Grahadi pada 3 September mendatang. Intinya menuntut Bu Khofifah turun dari jabatan sebagai gubernur. Open donasi sudah diaktifkan.

Namun rupanya, ada hal yang tak diduga, “didahului” oleh demo protes kenaikan gaji anggota DPR dan meninggalnya ojol Affan Kurniawan, termasuk yang terjadi beberapa hari ini di depan Grahadi.

Di banyak kota di Tanah Air, gelombang demo terus bereskalasi, hingga 30 Agustus kemarin, massa menjarah rumah Ahmad Sahroni dan Eko Patrio, keduanya anggota DPR.


Ada poin menarik pada ‘Pemberitahuan Susulan’ yang dikeluarkan pada 30 Agustus maupun ‘Pemberitahuan’ sebelum itu yang diumumkan pada hari yang sama, yaitu intinya tercantumnya kalimat : demi mengutamakan keselamatan para pemirsa.

Tentu saja poin ini sangat penting. Namun saya rasa ini ibarat “pisau bermata dua”. Panitia juga mempertimbangkan keselamatan sekitar 500 karya seni yang dipajang di area event yang nilainya (bisa jadi) ratusan miliar rupiah. (AM).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.