Kamis, 25 Juni 2026, pukul : 23:31 WIB
Surabaya
--°C

Akses Pendidikan dan Kesehatan Panti Asuhan Al-Qomariyah

KEMPALAN : Salah satu kelebihan institusi yang dikelola KH. Syaiful Ulum Nawawi yang menyangkut infrastruktur –dalam hal ini gedung dan lingkungannya– adalah : kebersihan. Artinya, kebersihannya sangat dijaga. Pondok pesantren ini betul-betul mengutamakan hadis : annadhofatul minal iman.

Sebelumnya pernah saya singgung mengenai kebersihan Pondok Pesantren Darul Ibadah Al-Baiad yang berlokasi di Jl. Pandugo I nomor 17, Surabaya, itu. Mulai dari halaman, ruang pengajaran dan pengajian, ruang administrasi, mushola, aula, hingga toilet — bersih sekali. Rupanya hadis yang menyatakan ‘kebersihan adalah sebagian dari iman’ tidak sekadar berhenti pada pernyataan.

Pondok pesantren ini benar-benar : satunya kata dengan realita.

Beberapa hari lalu, bersama Pak Bambang Wahyudi Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darul Ibadah Al-Baiad, kami meninjau Panti Asuhan Yatim & Yatim Piatu (PAYYP) Al-Qomariyah di Wonoayu VI nomor 10, Rungkut, Surabaya.

Panti asuhan ini didirikan oleh KH. Syaiful Ulum Nawawi pada tahun 2002. Secara “hierarki” masih se-grup dengan Pondok Pesantren Darul Ibadah Al-Baiad yang juga didirikan oleh Pak Kyai.

Seperti ketika saya diajak Pak Bambang Wahyudi pertama kali mengunjungi pondok pesantren tersebut, begitulah kesan saya saat tiba di panti asuhan ini, yang lantas diantar dan ditunjukkan bagian-bagian properti gedung oleh ibu asrama — Ibu Noer Hasanah, SE. : bersih.

Layout gedung serta cara menata ruangan, kentara terstruktur rapi. Hal ini menunjukkan penjagaan dan pemelihara kebersihan terjadwal konsisten.

Menurut Ibu Noer Hasanah, panti asuhan ini didirikan pada tahun 2001. Namun, secara legal formal Yayasan Al-Qomariyah berakte-notaris dari notaris Eddy Yusuf SH dengan Nomor 4 pada tanggal 11 Juni 2002.

Menempati lahan seluas 400 meter persegi dengan luas bangunan 350 meter persegi, panti asuhan ini kini mengasuh 12 orang putri yang berpendidikan dari SD hingga perguruan tinggi.

BACA JUGA  Kenneth Henson Sutianto Menangi “Perang Bintang” dalam IJG Premier League 5

Sehari-hari Ibu Noer Hasanah dibantu 2 orang, yaitu seorang mengurusi kebersihan, seorang lagi bertugas di dapur.

Selain mushola, ruang rapat, aula, dapur, garasi, beberapa toilet, panti asuhan tersebut –tentu saja– juga dilengkapi kamar, jumlahnya 8 kamar: 6 kamar di lantai bawah, dan 2 kamar di lantai atas. Semuanya bersih rapi.

Sebetulnya sifat asuhan dan bimbingan panti asuhan ini tidak sebatas yang ada di panti, tetapi ada beberapa anak putri yatim dan yatim piatu sejak lahir sudah diasuh yayasan ini secara tidak langsung. Baru saat masuk SD dipindahkan ke panti. Sebelum sekolah di SD diasuh langsung oleh keluarganya. Namun, secara finansial maupun natura dibantu oleh Yayasan Al-Qomariyah.

Saat kami berkunjung ke panti asuhan ini, kami juga mewawancarai Dewi Sinta Dwi Salsabila salah satu penghuni panti.

Mbak Sinta asal Jombang menempuh pendidikan di Universitas PGRI Adi Buana, Surabaya, jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Kini menginjak semester 6.

Apa pendapatnya tentang KH Syaiful Ulum Nawawi?

“Pak Yai Saiful adalah tokoh ulama sekaligus Bapak asuh yang sangat tegas dalam prinsip, bijaksana dan penuh kasih sayang dalam membimbing. Ketegasannya tersebut untuk menegakkan kebenaran dan menjaga nilai-nilai agama agar tetap lurus dan tidak menyimpang,” tutur Mbak Sinta.

“Bagi saya Beliau juga sosok ulama pejuang yang tak pernah lelah dalam menumpas kemungkaran. Dibalik ketegasannya, Beliau juga bijaksana dalam menyikapi perbedaan, menyejukkan suasana, dan memberikan nasihat yang menenangkan hati,” lanjutnya.


Pada sisi lain masih terkonteks seputar dunia pendidikan yang disandang oleh adik-adik penghuni PAYYP Al-Qomariyah, Ir. Bambang Wahyudi M.Sc. menjelaskan, dulu sebelum tahun 2014 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) masih berstatus swasta, kami pengurus tinggal menyerahkan surat kepada UPN untuk sekiranya bisa menerima anak-anak kami di panti ini yang lulus SLTA agar bisa diterima di perguruan tinggi tersebut.

BACA JUGA  30 Tahun JM Sport Massage Therapy: Sentuhan Emas Dr. Yoesoef Roepajadi dalam Pusaran Sejarah Pemulihan Atlet dan Kemaslahatan Umat

“Namun, sejak tahun 2014 saat berubah menjadi perguruan tinggi negeri, harus melalui tes serentak,” ujar Pak Bambang Wahyudi.


Secara legal struktural, PAYYP Al-Qomariyah diketuai oleh Ibu Hj. Ir. Indah Kuswardani, MP., IPM., dengan Wakil Ketua Ibu Hj. Dra. Rahayu Setiasih, Apt., MM., dan Sekretaris Bapak Sumemi, S. Pd., MM.

Sedangkan DR. (HC) Drs. KH. Syaiful Ulum Nawawi, SE.,MM., bertindak sebagai Ketua Dewan Pembina dan Penasihat Yayasan PAYYP Al-Qomariyah.

Ada impresi menarik saat Pak Bambang Wahyudi dan saya naik ke lantai 2, dimana kami jumpai sebuah poster di salah satu dinding hadap ke barat. Dan ini begitu mengesankan saya.
Begini :

HIDUP Adalah BELAJAR

  • Belajar memberi meski tak seberapa.
  • Belajar memahami meski tak sehati.
  • Belajar bersyukur meski tak cukup.
  • Belajar bersabar meski terbebani.
  • Belajar mengasihi meski tersakiti.
  • Belajar senyum meski bersedih.
  • Belajar tenang meski gelisah.
  • Belajar percaya meski susah.
  • Belajar setia meski tergoda.
  • Belajar ikhlas meski berat.

Sedangkan di ruang rapat di lantai 1, saya jumpai quote lainnya yang menempel di dinding bagian barat. Impresif :

  • Disana ada orang yang sukses sebab bantuan orangtuanya; Disana juga ada orang yang sukses sebab membantu kedua orangtuanya.

Sebagaimana tujuan mulia institusi sosial, demikian juga PAYYP Al-Qomariyah, antara lain : Memberi akses fasilitas yang lebih baik, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, bagi anak-anak yatim – yatim piatu dhuafa. (Amang Mawardi).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.