Kamis, 4 Juni 2026, pukul : 03:27 WIB
Surabaya
--°C

Tingkatkan Koneksitas Antar Daerah, Komisi D DPRD Jatim Dukung Pelebaran Jalan Provinsi

Anggota Komisi D DPRD Jarim Miseri Efendi.

SURABAYA-KEMPALAN: Komisi D DPRD Jawa Timur mendukung dan mengapresiasi Pemprov Jawa Timur yang mulai melakukan pelebaran jalan provinsi di sejumlah daerah. Pasalnya, pelebaran jalan ini dinilai tidak hanya mengurai kemacetan, tapi juga meningkatkan konektivitas antar daerah di Jawa Timur.

Berdasarkan  data  yang diperoleh PU Bina Marga Jatim, pelebaran jalan di sejumlah titik telah disiapkan anggarannya. Antara lain pelebaran jalan Ploso-Batas Kota Jombang Rp5.894.135.800, kemudian jalan Batas Kota Lamongan-Batas Kabupaten Mojokerto Rp 21.416.500.000.

Selain itu pelebaran jalan Ponco-Jatirogo Rp 16.528.200.000,  jalan Maospati-Magetan Rp 32.146.000.000, dan jalan Nganjuk-Kota Kediri Rp21.000.000.000.

Berikutnya pelebaran jalan Batas Kota Malang-Batas Kota Batu Rp13.287.000.000, jalan Lumajang-Jember Rp15.308.240.000, dan jalan Kasihan-Puger 30.000.000.000.

MIseri Efendi saat menimjau proyek pelebaran jalan provinsi di Pacitan.


Menurut anggota Komisi D DPRD Jatim Miseri Efendy, pelebaran jalan dilakukan dari lebar semula 6-7 meter menjadi 10-11 meter. “Pelebaran jalan ini teranggarkan di APBD 2025,” kata Miseri Efendi, Selasa (6/5).

Politisi asal Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa pihaknya usai meninjau pelebaran jalan Kecamatan Arjosari, Pacitan-Kecamatan Purwantoro, Wonogiri. Pelebaran jalan ini dianggarkan Rp19,8 miliar.

BACA JUGA  Pameran Industri Pelayaran di Tianjin China Soroti Peluang di Bidang AI

Kendati demikian, kata dia, masih ada sekitar 13 kilometer yang belum tertangani. Untuk itu, pihaknya mendorong agar sisanya ini bisa masuk di APBD 2026.

“Dengan adanya perbaikan infrastruktur, tidak hanya melancarkan lalu lintas, tapi juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Miseri Efendi juga menegaskan bahwa pihaknya juga mengawal pelebaran jalan Maospati-Magetan dengan alokasi anggaran Rp 32 miliar lebih  di tahun anggaran 2025.

“Sebenarnya ini sempat terhenti pada empat tahun lalu, saat Covid-19. Sekarang ini kita lanjut lagi, karena sudah ada pembebasan lahan,” ungkal Miseri.

Sekedar diketahui, pada tahun 2025, Pemprov Jawa Timur melalui Dinas PU Bina Marga menggelar 20 proyek strategis untuk jalan dan jembatan. Rinciannya, pembangunan jalan (5 persen), pelebaran jalan (35 persen), pemeliharaan rutin (40 persen), pembangunan jembatan (15 persen), dan perbaikan jalan (5 persen).

Dikatakan, wiilayah Kediri, Jember, dan Pacitan menjadi fokus utama. Agar koneksi antar daerah makin lancar dan ekonomi tumbuh merata. “Tujuan proyek ini agar perjalanan lebih cepat, hemat biaya logistik, dan pastinya lebih aman bagi pengguna jalan,” ujar Miseri.

BACA JUGA  Suara Yang Masih Menyala: Ketika Kritik Menjadi Bentuk Kepedulian Terakhir

Dia lantas memberi contoh pembangunan Jalan Akses PIMPA di Surabaya, pelebaran Jalan Maospati di Madiun, plus rekonstruksi Jembatan Kutorejo. “Peta proyek juga menunjukkan penyebaran merata, dari Surabaya sampai Jember, sehingga semua daerah mendapat manfaat,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.