Selasa, 2 Juni 2026, pukul : 16:47 WIB
Surabaya
--°C

Bambang Haryo Dorong Kawasan Industri Tahu-Tempe Sidoarjo Jadi KEK

Sidoarjo – Anggota Komisi VII DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), mendorong kawasan industri tahu dan tempe di Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, untuk dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal ini disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah tersebut, Jumat (28/3/2025).

Menurut Bambang, potensi ekonomi dari industri tahu dan tempe di kawasan itu sangat besar dan perlu perhatian serius dari pemerintah. Ribuan unit usaha rumahan yang memproduksi tahu dan tempe aktif setiap hari, menjadi penopang utama ekonomi lokal.

“Kami berharap kawasan ini bisa dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus. Dengan status tersebut, para pelaku usaha bisa menikmati insentif seperti keringanan pajak, sehingga mendorong pertumbuhan usaha mereka,” ujarnya.

Selain mendorong status KEK, Bambang juga menyoroti permasalahan utama yang dihadapi pelaku industri tahu dan tempe, yakni tingginya harga kedelai sebagai bahan baku utama. Saat ini, harga kedelai telah menyentuh angka Rp8.900 per kilogram, yang dinilainya membebani pelaku usaha kecil.

BACA JUGA  Bambang Haryo Sebut Kepuasan Jemaah Haji 2026 Jadi Cerminan Keberhasilan Pemerintah

“Harga kedelai idealnya berada di kisaran Rp7.500 hingga Rp8.000 per kilogram. Pemerintah harus mencari alternatif sumber impor yang lebih murah, seperti dari India atau Tiongkok,” katanya.

Bambang juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah swasembada kedelai pada masa pemerintahan Presiden Soeharto melalui program tanam serentak yang mampu menghasilkan hingga 2 juta ton per tahun. Ia menilai program tersebut perlu dihidupkan kembali untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor kedelai, yang saat ini mencapai 2,27 juta ton per tahun.

“Produksi kedelai dalam negeri, khususnya di Jawa Timur, baru mencapai 337 ribu ton. Masih sangat jauh dari kebutuhan nasional. Pemerintah daerah harus serius menggencarkan produksi kedelai lokal,” tegasnya.

BACA JUGA  KEAJAIBAN HONDURAS: Monster Baru IFA7 Lahir dari Kampung, Indonesia Kubur Brasil Lewat Drama Penalti!

Dalam kunjungannya, Bambang juga menyarankan agar produk tahu dan tempe dari Sidoarjo memiliki merek dagang sendiri yang bisa dikenal di pasar nasional. Dengan branding yang kuat, daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas akan meningkat.

Sementara itu, Bakri, salah satu pengrajin tempe di kawasan tersebut, mengungkapkan kesulitan yang dihadapi pelaku usaha kecil akibat tingginya harga bahan baku. Meskipun masih memperoleh keuntungan, margin usaha terus menurun.

“Keuntungan kami memang masih ada, sekitar 15–20 persen. Tapi kalau harga kedelai bisa turun ke Rp8.000 per kilogram, kami berharap bisa menyisihkan lebih banyak untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Bambang Haryo berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi para pelaku usaha tahu dan tempe agar industri rumahan ini tetap bertahan dan berkembang.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.