Jalan Tasawuf KH Syaiful Ulum Nawawi (18)

waktu baca 2 menit
KH. Syaiful Ulum Nawawi (*)

KEMPALAN : Salah satu wanita Sufi yang menonjol adalah Rabia al-Adawiyah (713-801 M). Berasal dari Basra, Irak. Beliau tokoh wanita Sufi paling penting dalam sejarah Islam.

Mengalami masa kecil yang sulit, karena orangtuanya meninggal ketika beliau masih kecil.

Pernah menjadi budak, namun beliau tak pernah kehilangan imannya dan terus berdoa kepada Allah.

Bagaimana pemikiran dan ajaran Rabia al-Adawiyah?

  1. Cinta dan kesabaran: Rabia al-Adawiyah menekankan pentingnya cinta dan kesabaran dalam mencapai kesatuan dengan Allah.
  2. Pengorbanan dan ketabahan: Beliau juga menekankan pentingnya pengorbanan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan dan kesulitan.
  3. Kesadaran diri: Rabia al-Adawiyah menekankan pentingnya kesadaran diri dan introspeksi dalam mencapai kesatuan dengan Allah.

Apa saja warisan Rabia al-Adawiyah?

Bahwa beliau dianggap sebagai salah satu tokoh wanita Sufi paling penting dalam sejarah Islam.

Bahwa beliau memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan Sufisme, terutama dalam hal pemikiran dan ajaran tentang cinta dan kesabaran.

Bahwa beliau dianggap sebagai teladan bagi wanita Muslim, karena menunjukkan bahwa wanita juga dapat menjadi tokoh spiritual yang penting.

Menurut KH. Syaiful Ulum Nawawi sebagaimana data yang beliau peroleh dari berbagai sumber, beberapa contoh perilaku Rabia al-Adawiyah untuk khalayak yang mengamini dunia kasih sayang welas asih — terutama yang mencintai Jalan Tasawuf bahwa beliau antara lain
dikenal karena ibadah dan doanya yang tekun dan tulus. Pernah berdoa selama 40 hari dan 40 malam tanpa berhenti untuk memohon keridhaan Allah.

Selain itu, beliau dikenal karena pengampunannya dan kasih sayangnya kepada orang lain. Pernah memaafkan orang yang telah menyakitinya dan berdoa untuk orang tersebut.

Dan ini yang tak kalah menarik, yaitu tentang ketaatannya kepada Sunnah Nabi Muhammad SAW. Beliau beberapa kali mencontohkan perilaku Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Lantas siapa saja tokoh wanita Sufi lainnya? Nanti akan diinformasikan oleh KH. Syaiful Ulum Nawawi yang datanya oleh beliau digali dari berbagai sumber.
(Amang Mawardi – Bersambung).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *