Hasil Panen di Kecamatan Tarik Sidoarjo Capai 9 Ton per Hektare, DPR RI Apresiasi Kinerja Petani

waktu baca 2 menit
Anggota DPR-RI Bambang Haryo Soekartono saat melakukan wawancara usai panen raya di Kecamatan Tarik Sidoarjo/Foto : Istimewa

SIDOARJO – Panen raya yang berlangsung di Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo mendapat apresiasi dari anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono. Dalam panen kali ini, produktivitas lahan sawah mampu mencapai 9 ton gabah per hektare, lebih tinggi dari target nasional yang ditetapkan sebesar 8 ton per hektare.

“Alhamdulillah, hasil panen kali ini sangat baik. Petani mampu menghasilkan sekitar 9 ton gabah per hektare, angka ini sudah melebihi harapan pemerintah yang mematok target 8 ton sekali panen,” ujar Bambang di sela kegiatan panen raya di Tarik, Sidoarjo, Sabtu (22/3/2025).

Meski demikian, Bambang berharap petani di wilayah Sidoarjo bisa meningkatkan jumlah panen dalam setahun, tidak hanya sekali atau dua kali, tetapi hingga tiga kali dalam setahun agar produksi beras semakin optimal.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Sidoarjo telah mampu memenuhi kebutuhan pangan daerah secara mandiri. Kebutuhan gabah yang mencapai 219 ribu ton per tahun, berhasil dilampaui dengan produksi gabah sebesar 230 ribu ton, atau surplus sebanyak 11 ribu ton.

Menurutnya, pencapaian ini tidak lepas dari berbagai dukungan pemerintah pusat dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah peningkatan ketersediaan pupuk nasional dari sebelumnya 4 juta ton menjadi 9,2 juta ton. Pemerintah juga membantu menyediakan pompa air untuk menunjang kebutuhan pengairan sawah-sawah petani.

“Petani juga mendapatkan insentif, mulai dari kemudahan akses perbankan, bantuan koperasi, hingga rencana pembangunan sejuta rumah yang sebagian besar diperuntukkan bagi masyarakat desa dan kalangan petani,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Eni Rustianingsih mengatakan, Pemkab Sidoarjo memang memprioritaskan sektor pertanian sebagai program unggulan di masa kepemimpinan Bupati Ahmad Muhdlor Ali (Subandi) dan Wakil Bupati Mimik Idayana. Program tersebut mencakup penyediaan pupuk dan bibit unggul secara konsisten.

“Kami terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak termasuk TNI dan Polri agar distribusi bantuan dari pemerintah pusat bisa maksimal, tepat sasaran, dan produktivitas pertanian bisa terus meningkat,” ujar Eni.

Eni menambahkan, saat ini harga gabah tingkat petani di Kabupaten Sidoarjo stabil di angka Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut telah sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah Sidoarjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *