SIDOARJO-KEMPALAN: Launching Warung Rumahku di Jalan Cendekia No. 5, Sidoarjo, Sabtu (5/10/2024) sore, begitu istimewa dengan kedatangan puluhan orang dari kelompok The Mbinggeters.
Kelompok dari Sidoarjo yang disebut doyan kuliner itu hadir untuk menikmati hidangan Warung Rumahku diantaranya, pecel, rawon, asem-asem daging serta aneka penyetan.
“Itulah masakan yang cukup banyak digemari di sini. Kami memang menyediakan masakan itu. Segmennya mahasiswa, anak kos serta anak sekolah. Lagi pula di sini sangat dekat dengan RSUD Sidoarjo” ujar Edwin Fiatiano, pengelola Warung Rumahku.
Sejak mulai dibuka, Kamis, 3 Oktober 2024, pengunjung masih sedikit. “Alhamdulillah sampai siang hari ini, Sabtu (5/10), sudah ada 40 orang yang makan di sini. Ada peningkatan,” kata Edwin.
Anggota The Mbinggeters ternyata cukup menyukai masakan Warung Rumahku. “Rumah makan yang akan melayani pembeli dari pukul 06.00 – 20.00 WIB ini di setting sangat hommy and cozy, serta menyajikan menu-menu makanan rumahan yang lezat dan nyaman di lidah dengan harga yang sangat terjangkau. Karena itulah kami datang ke sini, ” kata Dyandra.

Awal Terbentuk
Berawal dari seringnya ngumpul, ngopi, kuliner, di rumah salah satu anggota dikawasan Puri Surya Jaya, yang akhirnya kini menjadi Markas Besar, ditambah dengan kesamaan hobi, visi dan kesukaan yang sama, hingga akhirnya sepakat menyatukan diri dalam skuad “The Mbinggeters”.
Anggota yang sebagian besar adalah alumni UNAIR Surabaya saat ini terdiri antara lain: Drg. Izzatul Aini Minhadj Sp. Perio, dr. Nurul Hidayati, Ita Wahju, Lokesywara Setyo, Edwin Fiatiano, Dyandra serta masih banyak lagi.
The Mbinggeters sudah ada sejak 2018, sebelum Covid. Di kelompok ini juga tidak ada ketua. “Karena anggota ini sangat hobi kuliner, maka tak jarang secara spontan, jalan ke tempat-tempat makan yang baru atau yang viral untuk sekedar nongkrong dan mencicipi makanan,” ujar Izzatul Aini.
“Kami yang disatukan oleh satu almamater dari lintas fakultas dan lintas angkatan, bahkan profesi yang berbeda-beda pula. Tapi bisa memaknai suatu perbedaan sebagai kekayaan yang mempererat persaudaraan. Justru banyaknya perbedaan itu yang mempererat kami,” tambah Aini. (Muhammad Tanreha)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi