Wapres RI Resmikan Gedung Baru dan Buka Halaqoh di Ponpes Asy Syadzili 1

waktu baca 4 menit
Wapres RI Ma’ruf Amin didampingi Pj. Gubernur Adhy dan Ketua YPS Asy Syadzili Abdul Mujib Syadzili meresmikan Gedung YPS Asy Syadzili di Ponpes Salaf Al Qur’an Asy Syadzili.

MALANG-KEMPALAN:  Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono bersama istri Isye Adhy Karyono mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin dan istri Wury Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren Salaf Al Qur’an (PPSQ) Asy Syadzili 1 Kabupaten Malang, Jumat (28/6).

Dalam kegiatan tersebut, Wapres RI Ma’ruf Amin didampingi Pj. Gubernur Adhy dan Ketua YPS Asy Syadzili Abdul Mujib Syadzili meresmikan Gedung Yayasan Pendidikan dan Sosial (YPS) Asy Syadzili, Graha Manarul Qur’an, dan Gedung SMK NU Sunan Ampel. Sekaligus membuka gelaran Halaqoh se-Jatim di Ponpes Salaf Al Qur’an Asy Syadzili.

Peresmian gedung ditandai dengan pemukulan bedug dan penandatanganan prasasti oleh Wapres RI Ma’ruf Amin bersama Pj. Gubernur Adhy dan Ketua YPS Asy Syadzili Abdul Mujib Syadzili.

Dalam kesempatan ini, Pj. Gubernur Adhy mengatakan, diresmikannya gedung baru Graha Manarul Qur’an dan SMK NU Sunan Ampel menunjukkan komitmen YPS Asy-Syadzili menyediakan sekaligus meningkatkan fasilitas pendidikan bagi para santrinya.

Adhy menilai keberhasilan proses belajar mengajar dapat ditunjang dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai sekaligus dapat dikelola secara optimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di YPS Asy-Syadzili.

“Ketersediaan sarana dan prasarana ini menjadi penunjang dalam mencetak generasi yang cerdas, berwawasan, berakhlakul karimah, berguna bagi bangsa dan agama serta mewujudkan pendidikan yang paripurna bagi seluruh santri,” kata Adhy.

Selain itu, Pj. Gubernur Adhy menyampaikan kalau pondok pesantren berperan besar dalam pendidikan generasi muda khususnya para santri di Jatim. Ia berharap kalau peran itu tetap dijaga oleh Pondok Pesantren Salaf Al Qur’an (PPSQ) Asy Syadzili.

“Keberadaan ponpes mampu menciptakan potensi santri yang dapat menembus persaingan dunia di era globalisasi, baik di bidang sosial, bidang pendidikan, bidang hukum, budaya dan bahkan bidang ekonomi,” jelasnya.

Terkait halaqoh, Adhy menambahkan, pesantren memiliki beragam potensi dalam penataan kemandirian serta memiliki potensi besar dalam penataan pemberdayaan dan kemandirian ekonomi. Dengan demikian ponpes harus saling bersinergi.

“Sinergi yang mampu menjawab tinjauan di atas adalah sinergi antara pesantren, pemerintah, perguruan tinggi, akademisi, komunitas bisnis dan media massa,” katanya.

Unsur-unsur sinergitas tersebut, lanjut Adhy, harus memiliki komitmen yang kuat dalam mewujudkan program kemandirian pesantren. Ia menyebut, pesantren memiliki peran merumuskan kurikulum berbasis peran masyarakat.

“Peemerintah memiliki kebijakan yang mendukung ekonomi kreatif pesantren. Akademisi menyiapkan sumber daya manusia dan media massa memiliki fungsi mengangkat isu-isu perkembangan kemandirian ekonomi di pesantren,” ungkapnya.

“Industri link and match dengan pesantren dan membuat produk-produk industri halal. Konsep ini yang menjadi dasar Yayasan Pendidikan dan Sosial Asy-Syadzili melaksanakan Halaqoh Pondok Pesantren bertema Penataan Ekonomi Pesantren dalam Pemberdayaan Ekonomi Ummat Menuju Kemandirian Pesantren,” tambahnya.

Sementara itu, Wapres RI mengapresiasi Pondok Pesantren Salaf Al Qur’an (PPSQ) Asy Syadzili yang tidak sekadar menyediakan pendidikan keagamaan. Melainkan turut memperhatikan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan belajar mengajar bagi pelajar SMK dan perguruan tinggi.

“Saya bersyukur dan apresiasi kepada ponpes karena tidak hanya menyelenggarakan pendidikan keagamaan tetapi juga ada pendidikan kejuruan SMK dan kajian pendalaman Al Qur’an supaya SDM pesantren bisa lebih berkontribusi optimal terhadap pembangunan bangsa dan negara,” katanya saat memberikan sambutan.

Tidak sekadar peresmian gedung untuk menunjang sumber daya manusia di bidang pendidikan. Wapres RI Ma’ruf Amin juga mengapresiasi penyelenggaraan Halaqoh untuk mengembangkan dan meningkatkan roda perekonomian umat muslim, khususnya di wilayah pondok pesantren.

“Selain menjadi pusat pendidikan dan dakwah, juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat,” katanya.

Wapres RI Ma’ruf Amin pun berpesan kepada pengasuh dan pengurus ponpes Salaf Al Qur’an untuk meningkatkan kolaborasi dengan berbagai komunitas termasuk lembaga pendidikan agar ilmu keagamaan dan ilmu pendidikan menjadi satu kesatuan.

“Ponpes berkolaborasi dengan komunitas memberikan nilai tambah dalam meningkatkan ekonomi umat muslim khususnya di lingkungan ponpes,” imbuhnya.

Pesantren sebagai institusi tradisional, kata Wapres Ma’ruf Amin, memiliki pengaruh kuat di masyarakat untuk menjadi rujukan dalam penguatan keilmuan keagamaan, penanaman pendidikan karakter serta kemandirian secara kelembagaan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua YPS Asy Syadzili Abdul Mujib Syadzili mengucapkan terima kasih kepada wapres yang berkenan hadir untuk melaksanakan peresmian gedung dan pembukaan Halaqoh se Jatim.

Menurutnya peresmian gedung untuk pelajar SMK dan Perguruan Tinggi sudah menjadi cita-cita pengasuh ponpes dalam mengembangkan pendidikan di lingkungan ponpes. Sebab sebagai pengelola ponpes menyadari pentingnya menunjang pendidikan para santri dengan menyediakan tempat pendidikan yang representatif bagi para santri .

Lebih lanjut, gedung SMK NU Sunan Ampel sebagai gedung pembinaan para siswa agar memiliki kompetensi yang handal di era global. Utamanya pengkajian Al Qur’an tingkat nasional dan internasional yang dikemas di Graha Manarul Qur’an berlantai tujuh.

“Alhamdulillah YPS Asy Syadzili menyelesaikan pembangunan gedung sekolah maupun perkuliahan.
Diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh santri dan tenaga pendidik agar lebih maju ke depannya,” ungkapnya.

Sementara halaqoh dilakukan untuk mengangkat perekonomian pesantren. Upaya tersebut dilakukan oleh para pengasuh ponpes di Jatim berkolaborasi dengan akademisi di beberapa PTN di Jatim.

“Kami berkumpul untuk membahas pengembangan perekonomian pesantren yang dikemas dalam bentuk Halaqoh,” tutupnya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *