Enzo Maresca Jadi Pelatih Chelsea, Mimpi Baik atau Mimpi Buruk?

waktu baca 2 menit
Enzo Maresca jadi pelatih baru Chelsea. (Foto: Give Me A Sport)

LONDON-KEMPALAN: Selama ini, tidak banyak pelatih yang bisa bertahan lama duduk sebagai pelatih Chelsea. Baik saat era pemilik lama Roman Abramovic, ataupun saat era pemilik baru Todd Boehly.

Terakhir, pelatih sekaliber Mauricio Pochettino yang sukses mengembalikan Chelsea ke posisi enam besar klasemen Liga Primer Inggris dan lolos ke ajang Eropa musim depan, tetap tidak betah duduk di kursi pelatih Chelsea.

Selasa (4/6), Chelsea pun memastikan nama Enzo Maresca yang sukses mengembalikan Leicester City ke Liga Primer Inggris musim depan, jadi pelatih barunya. Maresca diikat kontrak dengan durasi lima musim ke depan.

BACA JUGA: Poche Lanjutkan Tradisi Buruk Pelatih-Pelatih Chelsea

Berbicara dalam laman resmi klub, Maresca menganggap memperkuat Chelsea tidaklah mimpi buruk. Melainkan mimpi yang bagus. ’’Bergabung dengan Chelsea salah satu klub terbesar di dunia, selalu jadi impian pelatih mana pun,’’ kata Maresca.

Chelsea pun jadi tahapan penting dalam kariernya. Sebelum duduk sebagai pelatih klub Leicester di level dua Liga Inggris, Maresca melatih skuad U-23 Manchester City. Karier ini jadi peningkatan baginya. ’’Karenanya aku antusias dengan kesempatan ini,’’ tambah Maresca.

’’Aku tidak sabar untuk bekerja dengan kelompok pemain yang sangat bertalenta. Tidak hanya itu, klub ini pun mempunyai staf yang mampu membangun tim demi meneruskan tradisi kesuksesannya dan membanggakan fans kami,’’ kata pelatih yang berkebangsaan Italia itu.

Pengalamannya sebagai mantan tangan kanan Pep Guardiola di City yang telah terbukti membawa Leicester kembali ke Liga Primer Inggris. Pengalaman itulah yang jadi modal Maresca bersama Chelsea.

Maresca jadi pelatih kelima dalam era kepemilikan Boehly yang baru dimulai dua tahun lalu. Dari kelima nahkoda tersebut, di antaranya Thomas Tuchel, Graham Potter, Frank Lampard, dan Poche (sapaan akrab Pochettino).

Jika ditarik secara keseluruhan, sejak dekade 2000-an Chelsea telah bergonta-ganti juru racik taktiknya sebanyak 21 kali. Nama-nama besar di Eropa seperti Jose Mourinho dan Carlo Ancelotti saja tidak mau berlama-lama di London Cobham (kamp latihan Chelsea). (YMP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *