
SURABAYA-KEMPALAN. Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono meresmikan Gedung Instalasi Rawat Jalan dan Penunjang Terpadu RSUD Husada Prima di Jalan Karang Tembok Surabaya, Rabu (1/5).
Peresmian ini sekaligus menandai beroperasinya peningkatan layanan dan fasilitas rumah sakit pada tahap pertama.
Adhy Karyono menyebut bahwa revitalisasi gedung rumah sakit yang kondisinya berada di kawasan yang agak kumuh dan semerawut ini sudah direncanakan sejak dua tahun lalu.
“Padahal ini rumah sakit yang bagus, pelayanannya bagus, dan peralatannya bagus,” kata Adhy Karyono usai pembukaan.
Sayangnya, lanjut Adhy, rumah sakit ini gedungnya kurang dan tidak ditunjang dengan sarana parkir yang memadai, serta adanya Puskesmas di bagian depan.
“Tapi masih ada satu lahan lagi yang tersisa untuk pembangunan tahap berikutnya. Termasuk memindahkan Puskesmas milik Pemkot Surabaya yang ternyata berada di atas tanah milik provinsi,” ujar Adhy.

Untuk itu, pihaknya sudah bersepakat untuk memindahkan dan membangunkan Puskesmas baru yang lebih bagus dan lebih digital dengan bantuan anggaran sebesar Rp10 miliar. Tentu lokasinya juga lebih strategis. Paling lambat akhir Desember 2024. “Kami sudah bersepakat dengan Pak Wali Kota (Eri Cahyadi),” terang Adhy.
Yang paling penting, sambung Adhy,
pembangunan rumah sakit yang sudah direncanakan sejak dua tahun lalu ini sudah selesai sesuai dengan yang diinginkan. Termasuk adanya pelayanan lewat robot yang diberi nama Memmy. “Ini baru saya lihat. Waktu penanganan Covid-19 memang sudah ada yang menggunakan robot, tapi ini sebagai service excellent pada pelanggan. Tidak perlu nanya orang cukup lewat robot ini,” tuturnya.
Dalam pembangunan gedung tersebut juga dilakukan 90 persen peningkatan kapasitas layanan serta inovasi digital.
Menurut Adhy, program ini sejalan dengan kebijakan Pemprov Jatim. Otomatisasi sistem juga sebagai bagian efisiensi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Sektor kesehatan sendiri disebut Adhy telah menyumbang dana bagi hasil kepada pemerintah provinsi. “Ini sebagai terobosan yang selalu Ibu Khofifah dengungkan. Selalu berpegang pada semangat IKI. Inisiatif, Kolaboratif, dan Inovatif. Kita ingin melakukan revitalisasi pada semua. Pertama, layanan prima dan bagaimana meningkatkan perekonomian atau pendapatan kita,” katanya.
Hingga saat ini total telah ada tiga rumah sakit yang dilakukan revitalisasi. Yaitu RS Haji Sukolilo Surabaya, RS Dhoho Husada Kediri, dan RS Husada Prima Surabaya.
Direktur Utama RS Husada Prima drg Dyah Retno Puspitarini menjelaskan, RS Husada Prima menambah fasilitas gedung 4 lantai dan akan langsung beroperasi.
Secara bertahap, direncanakan ada peningkatan fasilitas gedung. Pembangunan tahap I akan dilanjutkan pada rangkaian berikutnya. Sedangkan pekerjaan rumahnya adalah penertiban jalan dan lokasi parkir.
“Gedung-gedung kami rata-rata sudah tua. Alhamdulillah karena mendapat dukungan Pak Pj Gubernur, telah terbangun gedung ini dan ini memudahkan akses pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.
Kebutuhan gedung RS Husada Prima disebut sangat mendesak. Porsi layanan pasien BPJS Kesehatan sudah 60 persen. Mereka hanya mendapat layanan IGD, karena keterbatasan gedung. “Sehingga tidak bisa melayani rawat inap,” jelas drg Dyah.
“Pasien kami sebagian besar atau 90 persen adalah pasien BPJS Kesehatan,” sambungnya.
Diketahui, rata-rata kunjungan per hari ke RS Husada Prima mencapai 400 pasien dengan Bed Occupancy Rate (BOR) 60-70 persen, sehingga membutuhkan tambahan fasilitas gedung baru.
Rumah sakit ini telah mengantongi standar paripurna. Ada 392 tenaga kesehatan di mana 90 persen sudah melakukan sertifikasi service excellent.
“Sebagai rumah sakit yang sedang berkembang, tentu kami membutuhkan dukungan semua pihak terutama dari Pemprov Jatim,” tuturnya.
Dalam kesempatan ini, drg Dyah Retno Puspitarini juga menyatakan pamit undur diri karena telah memasuki masa pensiun. Ia telah membangun legacy di akhir jabatan.
Dokter Dyah Retno Puspitarini juga sekaligus meluncurkan Klinik Layanan Eksekutif dan Inovasi Bundaku Prima.
“Atas kelulusan saya ini, sekali lagi saya menghaturkan matur nuwun sebesar-besarnya kepada Bapak Pj Gubernur Adhy dan seluruhnya telah membantu kami,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi