Buka Bersama KKI DPC Sidoarjo, Ramadan Momentum Pererat Kerukunan

waktu baca 3 menit
Dari kiri: Christine Wu, Tatik Sri Sayekti, Izzatul Aini Minhadj, dan Rizazy Cathariena Huwae.

SIDOARJO-KEMPALAN: Dengan berdandan cantik, sebanyak 50 orang anggota Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sidoarjo menggelar buka bersama di Warung_Ndesokoe, Jalan Kedung Rahmat, Sepande, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (30/3/2023).

Namun sebelumnya, di awali sambutan-sambutan dari Ketua KKI DPC Sidoarjo drg Izzatul Aini Minhadj, Sp Perio dan Penasihat KKI Tatik Sri Sayekti. Hadir juga wakil KKI Dra Rizazy Cathariena Huwae, Sekretaris Nining, Bendahara Tri Retno Utami. Acara dipandu Christine Wu, yang menjabat sebagai Koordinator Humas KKI DPC Sidoarjo.

Kegiatan yang digelar sebelas hari menjelang lebaran itu sangat menunjukkan kebanggaan para perempuan Indonesia yang berdaya dan berbudaya.

“Pertama-tama saya mengucapkan selamat datang kepada Yuk-Yuk semua, yang telah meluangkan waktu untuk hadir di sini. Suatu kehormatan bagi KKI DPC Sidoarjo atas kehadiran dari Gresik, mereka ini aktif mengikuti kegiatan-kegiatan KKI di Sidoarjo. Harapan kami semoga di Kabupaten Gresik cepat didirikan KKI,” jelas Ketua KKI DPC Sidoarjo Yuk Izzatul Aini Minhadj.

Anggota KKI DPC Sidoarjo berfoto bersama.

Menurutnya, ada 9 orang anggota baru dan tamu-tamu yang belum menjadi anggota. “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada penasihat KKI ibu Tatik yang telah mensupport kegiatan-kegiatan KKI. Kalau tidak diobrak-obrak oleh bu Tatik itu kayaknya semua sibuk dengan kesibukannya masing-masing. Ini kalau tidak ada Christine Wu mungkin terlupakan acara untuk hari ini,” tandasnya.

Dikatakannya, kegiatan kita yang selama ini sudah berjalan yaitu edukasi tentang kewanitaan dan keterampilan bagi ibu-ibu sesuai dengan visi dan misi dari KKI Sidoarjo yaitu untuk membuat wanita itu berdaya dan berbudaya.

Dalam artian berdaya itu, kata Yuk Izzatul, sebagai wanita harus punya skill, harus punya keterampilan. Jangan bergantung pada suami. Kita harus mau mandiri. Kita tidak tahu kapan suami dipanggil. Dengan kepergian suami kita terpuruk. Skill sekecil apapun itu sangat berguna bagi kita. Itu adalah wanita yang berdaya.

“Saya ini merasakan ditinggal suami. Saya punya keterampilan menjahit, menjual rendang saya lakukan. Ini semua di luar tanggungjawab saya sebagai dokter gigi. Tapi itu saya lakukan demi biaya sekolah anak, ” katanya.

Berfoto di halaman rumah makan Warung_Ndesokoe

Sedangkan wanita yang berbudaya, sebagai wanita harus tetap mengedepankan sopan santun dan etika. Jangan sudah berkarir, kita lupa kodrat kita sebagai wanita. Kita lupa kodrat kita sebagai istri. Tidak ada larangan karir kita lebih baik dari suami. Tapi begitu di rumah kita tetap di bawah suami. Jangan karena penghasilan lebih tinggi kita semaunya. “Di kantor kan aku bos. Tidak bisa. Itu namanya wanita berdaya, tapi tidak berbudaya,” lanjutnya.

KKI itu sering menyelenggarakan pelatihan-pelatihan kepribadian, keterampilan, memasak, juga ada coocing class. Bagi ibu-ibu yang ingin punya tambahan tidak tergantung suami boleh kita membuat sandal. Bisa dari skill-skill itu. Itu sudah kita ajarkan tempo hari.

“Saya sudah berbicara dengan wakil ketua, kepingin mengajarkan kebaya. Supaya kita itu bisa membuat kebaya sendiri tanpa harus menjahitkan. Kebetulan saya sendiri yang menghandle Jawa Timur di komunitas saya itu. Untuk belajar menjahit segala macam olah-polah. Ayo, sama-sama kita menggerakkan wanita di Sidoarjo menjadi wanita berdaya dan berbudaya,” katanya.

Anggota KKI dari Gresik

Sementara itu penasihat KKI Yuk Tatik Sri Sayekti mengatakan, saya bangga dengan ibu-ibu semua, dan jangan dikira ya ibu-ibu datang ke sini tidak dapat pahala. Dapat pahala. Karena kita datang ke sini untuk mempererat silaturahmi. Memperpanjang usia.

Dulu kegiatan KKI banyak sekali. Dan, semua pengurus terlibat aktif. Beberapa bulan ini agak surut. “Saya berharap pengurus mau bergerak aktif lagi. Kita harus melengkapi kekurangan masing-masing pengurus. Ibu-ibu anggota yang baru nanti kita akan merasakaan keakraban, persaudaraan seluruh KKI DPC Sidoarjo. Karena itu saya selalu mensupport supaya ibu-ibu bisa merasakan kebahagiaan,” kata Direktur PT Insam Jahtra ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize ke masing-masing peserta. (Muhammad Tanreha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *