Khofifah Resmikan Asrama Penerima Manfaat Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial PMKS

waktu baca 3 menit
Gubernur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Asrama Penerima Manfaat Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial PMKS Sidoarjo, Kamis (21/12).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Asrama Penerima Manfaat Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Sidoarjo.

Peresmian tersebut dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2023 di GOR Sidoarjo, Kamis (21/12). Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Khofifah

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah mengatakan bahwa asrama balai pelayanan sosial ini diperuntukkan bagi PMKS di seluruh Jawa Timur. Dimana, PMKS ini merupakan tanggung jawab bersama baik  pemerintah , masyarakat maupun  sektor terkait.

“Peresmian asrama ini menjadi upaya kita bersama untuk memastikan no one left behind atau tidak ada satu pun yang tertinggal dalam layanan sosial. Kita tidak bisa tutup mata dan telinga. Mereka butuh shelter, butuh latihan vokasi, butuh pemberdayaan. Itu yang sesungguhnya harus kita lakukan di semua lini,” katanya.

Khofifah mengatakan, para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial ini sangat beragam. Mulai homeless, powerless, lansia terlantar, sampai anak jalanan. Hal ini membuat kapasitas yang dibutuhkan dalam asrama ini meningkat. Untuk itu, berkat intervensi Pemprov Jatim, daya tampung gedung ini meningkat menjadi 400 orang dari semula sebanyak 150 orang.

“Seperti inilah yang kita sebut No one left behind. Tidak boleh ada yang tertinggal.  Prinsipnya itu. Jadi, tidak ada satu orang pun yang tertinggal dari layanan sosial,” terangnya.

Menurutnya, prinsip no one left behind ini hanya dapat dicapai dengan sinergitas bersama. Sebab, disadarinya Pemprov Jatim masih punya banyak ruang untuk perbaikan.

“Saya berharap bahwa kita saling memberikan solusi atas masalah-masalah penyandang kesejahteraan sosial di masing-masing daerah. Oleh karena itu, kegotongroyongan semua lini dan private sector menjadi penting,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Khofifah juga menyerahkan piagam penghargaan atas pengabdian dalam memberikan pelayanan kepada pemerlu pelayanan kesejahteraan dan pemenang lomba kategori Pilar-Pilar Sosial Teladan/Berprestasi.

Ada pula penyerahan penghargaan pemenang lomba kategori Kube Berprestasi dan Pendamping Kube Berprestasi Jawa Timur, Lembaga Kesejahteraan Sosial, Pekerja Sosial Masyarakat, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, serta juara lomba memasak.

Khofifah juga menyerahkan lima mobil rescue kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim Restu Novi Widiani. Selain sebagai apresiasi kepada pilar sosial, mobil ini dapat digunakan untuk penanganan bencana.

“Terima kasih atas kebersamaan yang luar biasa, teman-teman pilar sosial. Panjenengan semua adalah orang-orang sholeh dan insya Allah diganjar surga,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jatim Restu Novi Widiani mengatakan bahwa peringatan HKSN dilatarbelakangi usaha rakyat Indonesia untuk bersatu padu saling tolong-menolong. Baik dengan tenaga maupun harta yang mereka miliki.

“Maka kegiatan ini dibuat sebagai upaya melestarikan dan mengembangkan nilai kita, serta mengamalkan semangat sosial. Ini juga sebagai tanggung jawab bersama untuk memajukan kesejahteraan umum dan mewujudkan keadilan sosial,” katanya.

Novi juga menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian yang ditunjukkan Gubernur Khofifah selama lima tahun menjabat. Ia juga menyampaikannya dalam puisi berjudul ‘Ibu Khofifah Indar Parawansa, Emakku’ yang dibacanya di hadapan para pilar sosial.

Novi mengatakan, salah satu hal unik di HKSN Jawa Timur dan tidak ada di provinsi lain adalah Festival Dapur Umum Sehat Tagana Jatim. Ini merupakan satu wujud bakti sosial yang dilakukan untuk masyarakat sekitar.

Hal itu terlihat dari 500 juru masak Tagana yang berhasil memasak 8.100 menu sehat untuk dibagikan ke masyarakat Sidoarjo. Di mana, menu ini merupakan rancangan dari ahli gizi Rumah Sakit Menur.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, para pilar sosial yang terdiri dari Tagana, TKSK, pendamping PKH, PSM, Jatim Social Care, Karang Taruna, dan Sakti Peksos. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *