Kapolresta Sidoarjo Puji Toleransi Beragama di Kajartengguli Prambon

waktu baca 2 menit
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro bersilaturahmi dengan Jemaat GPdI Ekklesia Prambon, Minggu (27/8/2023).

SIDOARJO-KEMPALAN: Polresta Sidoarjo melanjutkan program Minggu Kasih di wilayah Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo. Kali ini, Kapolresta Sidoarjo Komisaris Besar Polisi Kusumo Wahyu Bintoro bersama Pejabat Utama dan Kapolsek jajaran Polresta Sidoarjo melakukan kunjungan ke Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Ekklesia Prambon di Desa Kajartengguli, Minggu (27/8/2023).

Pada kesempatan silaturahmi dengan jemaat GPdI Ekklesia, Kapolresta Sidoarjo memuji toleransi beragama masyarakat Desa Kajartengguli. “Kami sangat senang dengan kebebasan beribadah di Desa Kajartengguli. Di sini semuanya bebas menjalankan ibadah sesuai kepercayaannya masing-masing,” ujarnya.

Menurut Kapolresta, kaitan dengan kebebasan beragama sudah diatur oleh undang-undang. Dalam UUD 1945 sudah digariskan tentang hal tersebut. “Terima kasih kepada seluruhnya yang telah menjaga toleransi dengan baik,” kata Kombes Kusumo.

Kapolresta juga menyampaikan terima kasih kepada Forkopimca yang telah menjaga situasi kamtibmas dengan kondusif. Kepada Kapolsek, Danramil dan jajarannya diharapkan dapat bekerjasama dengan warga desa-desa khususnya di Kecamatan Prambon untuk tetap menjaga situasi kamtibmas terlebih menjelang Pemilu 2024.

Kapolresta Sidoarjo menyaksikan layanan pengobatan gratis dan berfoto bersama usai memberikan bantuan paket sembako.

Tak hanya berkomunikasi dengan umat Kristiani GPdI Ekklesia Prambon, Polresta Sidoarjo pun menggelar kegiatan Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial dengan pelayanan pengobatan gratis dan memberikan bingkisan paket sembako.

Sementara itu, Pendeta Timotius Eko merasa bangga GPdI Ekklesia Prambon dikunjungi Kapolresta Sidoarjo.

Menurutnya, ini hal yang langka baginya. “Terima kasih kepada Bapak Kapolresta Sidoarjo. Kunjungan ini akan semakin meningkatkan kebersaman antara kami dengan masyarakat sekitar,” katanya.

“Kami bersyukur masyarakat Kajartengguli dan sekitarnya bisa menerima kami. Itu karena kami selalu intens menjalin komunikasi sehingga tidak ada gejolak-gejolak waktu kami dan umat melaksanakan ibadah,” katanya menambahkan. (Muhammad Tanreha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *