Sabtu, 25 April 2026, pukul : 07:38 WIB
Surabaya
--°C

Bentrok Demo Tolak Rocky Gerung di Sampang

SAMPANG-KEMPALAN: Aksi ratusan pemuda di Kantor Pemkab Sampang, Madura atas statement Rocky Gerung yang diduga menghina dan merendahkan Presiden Joko Widodo diwarnai bentrok.

Kericuhan itu terjadi antara demonstran dengan aparat kepolisian. Bahkan water cannon dikerahkan untuk meredam kerusuhan.

Pantauan di lokasi, kondisi itu bermula saat para demonstran memaksa masuk ke Kantor Pemkab setempat. Sebab tidak ada respon dari Bupati dan Wakil Bupati Sampang. 

Namun, upaya demonstran dihadang oleh sejumlah aparat dari Polres Sampang sehingga aksi dorong-mendorong terjadi.

Kondisi tersebut berjalan berulang kali, hingga demonstran melempar atribut demo berupa kayu, termasuk air gelasan ke aparat kepolisian. 

Akibatnya, dua anggota kepolisian mengalami luka ringan di bagian tangan karena lemparan bambu. Begitupun dua demonstran mengalami lebam di kepala.

Korlap Aksi, Holil Ramli menyampaikan jika lebam yang dialami dua rekannya sudah biasa terjadi di tengah aksi demo. “Ini sudah biasa,” pungkasnya. 

Sebelumnya, ratusan pemuda di Kabupaten Sampang, Madura mengepung kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, Jalan Jamaluddin, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang, pada Senin (14/8/2023) siang.

Aksi turun jalan dilakukan karena mereka geram atas statement Rocky Gerung yang diduga menghina dan merendahkan Presiden Joko Widodo yang belakangan ini menggegerkan publik.

Sehingga, para demonstran meminta kepada pemerintah daerah untuk mengambil langkah tegas, seperti memblokade Rocky Gerung, dilarang datang ke Madura, terutama Kabupaten Sampang.

Para demonstran memulai aksi demo mulai dari kawasan Alun-Alun Trunojoyo Sampang. Kemudian menyisiri jalan raya sembari berorasi hingga ke Kantor Pemkab.

Aksi dilengkapi atribut demo, seperti alat pelantang dan sejumlah poster foto Rocky Gerung tersilang merah dan bertulisan ‘Dunia Akademis Telah Ternodai’.

Korlap Aksi, Holil Ramli mengatakan bahwa sebuah hinaan adalah bentuk komunikasi yang merendahkan, merugikan citra seseorang maupun lembaga, yang tidak berdasarkan pada argumen yang rasional – konstruktif.

Dengan begitu, pihaknya secara tegas menolak hinaan yang ditujukan kepada pribadi Presiden Joko Widodo.

“Seharusnya, insan akademis saudara Rocky Gerung idealnya bisa Arif dan bijaksana serta memperhatikan aspek etika dan gramatika bahasa dalam menyampaikan opini di ruang publik,” ujarnya.

Pihaknya pun juga berharap kepada pihak berwajib untuk bersikap tegas dan segera mengambil tindakan atas dugaan kesalahan Rocky Gerung sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku.

“Dalam hal ini kami juga mendesak lembaga pemerintah yang berwenang untuk segera memproses dan mengadili saudara Rocky Gerung,” ungkapnya.

Sementara jalannya aksi di Kantor Pemkab Sampang, para demonstran tidak mendapatkan respon dari Bupati dan Wakil Bupati Sampang. (Kh)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.